3 Tempat Bersejarah yang Wajib dikunjungi di Bengkulu

3 Tempat Bersejarah yang Wajib dikunjungi di Bengkulu

posted in: Destination | 0

Hampir semua warga Indonesia mengenal Rafflesia Arnoldii atau padma raksasa. Bunga bangkai yang ditemukan di hutan tropis Bengkulu ini menjadikan Bengkulu terkenal dengan sebutan Bumi Rafflesia. Bunga tersebut ditemukan tepatnya di dekat Sungai Manna, Lubuk Tapi, Kabupaten Bengkulu Selatan. Selain memiliki Rafflesia Arnoldii sebagai ikonnya, Bengkulu juga memiliki tiga tempat bersejarah.

Rumah Pengasingan Presiden Ir. Soekarno

Pada tahun 1938 – 1942, Bung Karno diasingkan di Bengkulu dengan alasan bahwa pemikirannya cukup “berbahaya” oleh pemerintah Belanda. Lokasi rumah pengasingan ini berada di tengah kota, tepatnya di Jl. Soekarno-Hatta, Kecamatan Gading Cempaka, Bengkulu. Dulu daerah ini dianggap rawan malaria dan akses ke Bengkulu cukup sulit. Bukannya terkena penyakit malaria, pemikiran Bung Karno semakin membara untuk merebut kemerdekaan Indonesia.

Beberapa minggu setelah Bung Karno dipindahkan ke Bengkulu, menyusullah istrinya, Inggit Garnasih dan anak angkatnya, Ratna Djuami. Disini juga Bung Karno bertemu dengan Fatmawati, anak dari Hasan Din yang merupakan tokoh Muhammadiyah asal Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Singkat cerita, Fatmawati dan Ratna Djuami menjadi teman akrab dan bersekolah di tempat yang sama yaitu di RK Vakschool Maria Purrisima. Tidak lama kemudian ternyata Bung Karno menaruh hati kepada Fatmawati, lalu menikahinya hingga memiliki5 orang anak yaitu Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri dan Guruh Soekarnoputra.

Saat ini rumah pengasingan tersebut menjadi salah satu objek wisata andalan di Kota Bengkulu. Pengunjung hanya dikenakan biaya sebesar Rp 2.500,- . Waktu saya berkunjung kesana, petugasnya sangat ramah dan tempatnya bersih, membuat betah berlama-lama.Didalam rumah ini terdapat barang-barang peninggalan Bung Karno semasa pengasingan. Barang-barang seperti buku, foto-foto, kursi meja, lukisan, ranjang besi, seragam grup Tonil Monte Carlo asuhan Bung Karno, sampai sepeda yang biasa digunakan oleh Bung Karno selama di Bengkulu pun masih terawat dengan baik.Rumahnya yang sederhana terlihat sangat nyaman untuk tempat tinggal.

Rumah Kediaman Ibu Fatmawati

Tidak jauh dari rumah pengasingan Ir.Soekarno terdapat rumah kediaman Ibu Fatmawati yang berjarak sekitar 600 meter. Hampir sama dengan rumah pengasingan Bung Karno, dirumah ini masih terdapat banyak peninggalan semasa hidup beliau seperti lukisan, foto-foto, perabot rumah, pakaian Ibu Fatmawati dan Bung Karno, dan juga ada mesin jahit yang digunakan untuk membuat Bendera Merah Putih oleh Ibu Fatmawati. Rumah panggung berwarna coklat inimerupakan rumah tradisional khas Sumatera. Kondisinya masih dalam keadaan baik dan terawat. Tidak ada pungutan biaya untuk masuk kesini, tapi setidaknya pengunjung bisa memberikan kontribusi seikhlasnya agar petugas selalu bisa merawat salah satu peninggalan sejarah ini.

Di Jalan Soekarno-Hatta juga banyak toko-toko yang menjual souvenir dan oleh-oleh khas Bengkulu. Kemarin saya sempat mencicipi Lempuk Durian, ini semacam dodol durian. Rasanya enak, pokoknya aduhai rasanya, kalau ke Bengkulu jangan lupa untuk mencoba makanan ini. Selain itu, saya juga sempat mencicipi bakso di Simpang Lima Bengkulu, masih tidak jauh dari Jalan Soekarno-Hatta. Tadinya sihsaya pikir ini bakso asli Bengkulu, eh ternyata penjualnya orang Jawa, hahaha jadilah makan bakso Jawa.

Benteng Malborough

Benteng pertahanan yang dibangun oleh Bangsa Inggris pada tahun 1713-1719 ini digunakan sebagai pertahanan pada masa Hindia-Belanda pada tahun 1825-1942, dan saat perang kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1942-1945. Lalu pada tahun 1949-1950 benteng ini dikuasi kembali oleh Belanda, setelah Belanda pergi barulah benteng ini dijadikan markas TNI-AD. Tapi setelah tahun 1977 akhirnya diserahkan kepada Depdikbud agar dijadikan Cagar Budaya.

Biaya masuknya hanya Rp 2.000,-. Didalam benteng ini terdapat barak dan penjara. Ketika masuk kedalam benteng ini, rasanya agak mistis. Dari atas benteng bisa dilihat pemandangan kota Bengkulu yang indah, dari sana juga bisa dilihat garis pantai yang memanjang mengelilingi benteng. Pantai terdekat yaitu Pantai Tapak Paderi dan Pantai Jarak. Persis di depan benteng ini terdapat juga Kampong China.

Kota Bengkulu menurut saya cukup rapi, tidak ramai dan sesak seperti Jakarta. Sepanjang perjalanan belum pernah merasakan kemacetan. Tapi kalau masalah udara sama saja seperti Jakarta yang panas. Akses ke tempat-tepmat wisatanya masih terbilang mudah, dari Bandara Fatmawati Soekarno bisa naik angkot putih ke terminal panorama lalu dilanjutkan lagi dengan angkot kuning untuk ke daerah Pantai Panjang, Pantai Tapak Paderi, Jalan Soekarno, Padang Harapan, Skip, dan Jalan Soeprapto. Supir angkotnya fleksibel, mereka mau mengantar kemana saja tergantung tujuan penumpang.

Jaga terus peninggalan-peninggalan sejarah Bangsa kita ya, agar anak, cucu, dan cicit kita kelak bisa juga meikmatinya. Salam piknik! [Elysa Rosita/End]

Penyunting : Bela Jannahti

 

Sebarkan :
  • 207
  • 178
  • 157
  •  
  •  
  •  
    542
    Shares
Follow Elysa Rosita:

Muslimah. Bungsu. Trip Maker

Komentar anda?