6 Rekomendasi Wisata Air di Kabupaten Kuningan

Di tengah maraknya objek wisata baru yang bermunculan, wisata danau di Kabupaten Kuningan bisa menjadi salah satu alternatif wisata tahun 2022

Baru-baru ini Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Kuningan. Mungkin Sobat Travelnatic masih banyak yang belum familiar dengan bendungan yang satu ini. Bendungan Kuningan memang terletak cukup jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Kuningan.

Bendungan Kuningan atau dahulu sebelum diresmikan bernama Waduk Cileuweung, terletak di ujung Timur Kabupaten Kuningan. Tepatnya, hampir dekat dengan perbatasan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah di sebelah Timur dan Kabupaten Cilacap di sebelah Selatan.

Dengan berdirinya Bendungan Kuningan, otomatis bertambah lagi satu aset potensi pariwisata danau di Kabupaten Kuningan. Fungsi utama bendungan memang bukanlah sebagai lokasi/objek wisata. Kenyataannya, tidak jarang sektor pariwisata menjadi fungsi turunan dari fungsi bendungan itu sendiri.

Dengan dibentuknya Bendungan Kuningan, menggenapkan jumlah danau di Kabupaten Kuningan menjadi 17 lokasi. Sayangnya, tidak semua danau di Kabupaten Kuningan memiliki air sepanjang tahun. Yuk, mari kita intip danau-danau di Kabupaten Kuningan versi Travelnatic

1. Talaga Remis

Talaga Remis berada di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dan berada pada koordinat 6°47’18.5″S 108°24’55.6″E. Talaga Remis memiliki luas genangan kurang lebih 1,92 Ha. Talaga Remis berjarak kurang lebih 157 Km dari Kota Bandung, kurang lebih 22,3 Km dari Alun-Alun Kota Cirebon dan kurang lebih 34,3 Km dari Taman Kota Kuningan.

Talaga Remis di Kabupaten Kuningan. Dok. Dya Iganov

Sebagai salah satu objek wisata andalan di Kabupaten Kuningan, Talaga Remis memiliki fasilitas penunjang objek wisata yang cukup lengkap. Fasilitas penunjang yang ada di area Talaga Remis antara lain: area parkir yang sangat luas, warung, musola, prasana pejalan kaki berupa jalan setapak berpavling block yang mengelilingi seluruh area Talaga Remis. Terdapat juga bangku-bangku kayu dan bambu bagi pengunjung di area warung, toilet, sepeda air, perahu kayu khusus wisata, spot berswafoto, hingga arena bermain anak.

Untuk bisa mengunjungi Talaga Remis, pengunjung akan dikenakan retribusi masuk sebesar Rp 7.500,00 per orang. Retribusi lainnya yaitu retribusi parkir sebesar Rp 1.000,00 untuk sepeda motor, Rp 2.500,00 untuk mobil dan Rp 5.000,00 untuk bus. Talaga Remis dapat dikunjungi dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Talaga Remis cocok untuk dijadikan destinasi wisata bersama keluarga ataupun bersama teman-teman karena aksesnya yang mudah dan fasilitasnya yang lengkap.

2. Talaga Nilem

Talaga Nilem secara adminstratif berada di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dan berada pada koordinat 6°47’16.9″S 108°25’07.7″E. Talaga Nilem memiliki luas genangan kurang lebih 1,5 Ha. Talaga Nilem memiliki dua kolam dengan kedalaman 1 m dan 3 m yang dapat digunakan untuk berenang. Talaga Nilem berjarak kurang lebih 157 Km dari Kota Bandung, kurang lebih 22,3 Km dari Alun-Alun Kota Cirebon dan kurang lebih 34,3 Km dari Taman Kota Kuningan.

Talaga Nilem di Kabupaten Kuningan . Dok Dya Iganov

Talaga Nilem berada tidak jauh dari lokasi Talaga Remis, tepatnya berada dalam satu kawasan objek wisata terpadu. Sama seperti Talaga Remis, Talaga Nilem pun merupakan salah satu objek wisata andalan di Kabupaten Kuningan. Talaga Nilem memiliki fasilitas penunjang wisata yang cukup lengkap.

Terdapat area parkir yang cukup luas, warung-warung penjual makanan, kios perlengkapan renang, kios penyewaan ban/pelampung, toko cinderamata, gazebo, spot foto di darat maupun di dalam air, musola, dan kamar mandi. Pengunjung dapat mengunjungi Talaga Nilem selama jam operasional, yaitu dari mulai pukul 08.00 WIB – 17.00 WIB. Selain itu, Pengunjung juga akan dikenai tarif retribusi sebesar RP 10.000,00 – Rp 15.000,00 untuk hari biasa dan Rp 17.000,00 untuk akhir pekan. Selain retribusi masuk, pengunjung juga dikenai retribusi parkir sebesar Rp 2.000,00 untuk sepeda motor dan Rp 5.000,00 untuk mobil.

Talaga Nilem cocok untuk dikunjungi bersama keluarga maupun bersama teman-teman. Waktu yang tepat untuk berkunjung ke Talaga Nilem adalah pada waktu kemarau dan pada pagi hari. Area di sekitar Talaga Nilem masih sangat rindang dengan pepohonan yang cukup lebat, sehingga jika terlalu siang atau sore, sinar matahari terhalang pepohonan.

3. Talaga Cicerem

Talaga Cicerem secara administratif berada di Desa Kaduaela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dan berada pada koordinat 6°47’52.0″S 108°25’23.2″E. Talaga Cicerem memiliki luas genangan kurang lebih 2,7 Ha dan tidak akan surut meskipun kemarau. Talaga Cicerem memiliki kedalam kurang lebih 5 m.

Talaga Cicerem di Kabupaten Kuningan . Dok. Dya Iganov

Talaga Cicerem berjarak kurang lebih lebih 157 Km dari Kota Bandung, kurang lebih 22,3 Km dari Alun-Alun Kota Cirebon dan kurang lebih 34,3 Km dari Alun-Alun Winduaji Kuningan. Talaga Cicerem merupakan salah satu objek wisata andalan di Kabupaten Kuningan. Talaga Cicerem merupakan danau alami yang berair sangat jernih, bahkan berwaran kebiruan. Terdapat banyak ikan yang juga menjadi daya tarik Talaga Cicerem.

Talaga Cicerem memiliki fasilitas pendukung wisata yang cukup lengkap. Talaga Cicerem memiliki area parkir yang cukup luas, warung makan, toilet, musola, spot swafoto, spot berenang, perahu karet, ayunan, bangku kayu, dan bumi perkemahan. Pengunjung akan dikenai tarif retribusi sebesar Rp 5.000,00 – Rp 10.000,00 tergantung jenis kendaraan dan Rp 6.000,00 per orang. Untuk bisa menggunakan fasilitas lainnya di Talaga Cicerem, pengunjung akan dikenai tarif lagi. Tarif tersebut antara lain Rp 2.000,00 untuk menaiki ayunan di pinggir danau, Rp 35.000,00 untuk berkeliling danau menggunakan perahu karet.

Talaga Cicerem dapat dijadikan destinasi wisata yang cocok untuk didatangi bersama keluarga maupun teman-teman. Waktu yang tepat untuk berkunjung ke Talaga Cicerem adalah sepanjang musim dan disarankan pagi atau sore hari. Area di sekitar Talaga Cicerem tidak terlalu tertutup oleh pepohonan yang rimbun, sehingga sinar matahari masih akan tetap menerangi hingga sore hari.

4. Waduk Darma

Secara administratif, Waduk Darma berada di Desa Darma – Desa Jagara, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Waduk Waduk Darma merupakan danau buatan yang pembuatannya dimulai sejak zaman penjajahan Belanda. Luas Waduk Darma mencapai 425 Ha dan dapat menampung air maksimum 58.978.571,106 m3 yang digunakan untuk menyuplai lahan  seluas 22.060 Ha.

Waduk Darma di Kabupaten Kuningan . Dok. Dya Iganov

Seperti layaknya waduk/bendungan lainnya di Jawa Barat, Waduk Darma pun menjadi salah satu objek wisata yang ramai dikunjungi. Bukan hanya warga dari Kabupaten Kuningan, tapi juga dari luar Kabupaten Kuningan. Waduk Darma memiliki fasilitas pelengkap wisata yang cukup lengkap. Adapun fasilitas pendukung wisata yang dapat ditemui antara lain: Area parkir kendaraan yang luas, warung, gazebo & tempat duduk, mushola, toilet, wahana air,spot foto. Selain fasilitas tersebut, terdapat satu lahan luas di Sebelah Selatan Taman Jagara yang bisa digunakan untuk kemping. Untuk kemping, minta ijinlah pada penduduk setempat atau pengelola yang bersangkutan.

Wisatawan yang mengunjungi Waduk Darma akan dikenakan retribusi tiket masuk sebesar Rp 10.000,00 untuk anak-anak dan Rp 15.000,00 untuk dewasa. Retribusi lainnya yaitu retribusi parkir sebesar Rp 3.000,00 untuk sepeda motor dan Rp 5.000,00 untuk mobil.

Waduk Darma sangat cocok untuk dikunjungi bersama keluarga ataupun teman-teman. Waktu yang tepat untuk mengunjungi Waduk Darma adalah ketika sore hari. Jika cuaca cerah, akan terlihat Gunung Ceremai dan sunset yang cukup indah dari area Waduk Darma.

5. Situ Walukut

Situ Wulukut berada di Desa Kertayuga, Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dan berada pada koordinat 7°02’18.8″S 108°25’47.3″E. Situ Wulukut memiliki luas genangan kurang lebih 1,2 Ha. Situ Wulukut berada di dalam wilayah Perhutani, sehingga area di sekitar Situ Wulukut berupa perbukitan dengan hutan yang masih cukup lebat.

Situ Walukut di Kabupaten Kuningan. Dok. Dya Iganov

Situ Wulukut hanya berjarak 5 Km dari Waduk Darma ke arah Tenggara, 46 Km dari Alun-alun Kota Cirebon, 11 Km dari Taman Kota Kuningan, dan 126 Km dari Kota Bandung. Situ Wulukut merupakan objek wisata yang baru hits di sekitaran tahun 2018. Padahal, awalnya Situ Wulukut dibangun sebagai sumber pengairan sawah dan ketersediaan air bagi masyarakat.

Pembangunan ini dilakukan pada 2005. Lama kelamaan, keberadaan Situ Wulukut mulai diketahui oleh para wisatawan. Akhirnya, setelah dilakukan pembenahan prasarana dan sarana, Situ Wulukut dibuka sebagai objek wisata pada tahun 2018. Adapun fasilitas penunjang wisata yang ada di Situ Wulukut antara lain area parkir, toilet, mushola, gazebo, spot foto gardu pandang, spot jembatan, flying fox, sewa perahu kayuh, warung makan, dan camping ground.

Waktu yang tepat untuk mengunjungi Situ Wulukut adalah pada pagi hingga siang hari. Kondisi di sekitar Situ Wulukut masih rimbun dengan pepohonan, sehingga meskipun siang hari tidak akan terlalu terik. Pada sore hari, cahaya matahari akan terhalang oleh perbukitan di sekitar Situ Wulukut.

6. Situ Kabuyutan

Situ Kabuyutan berada di Desa Legok Herang, Kecamatan Cilebak, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dan berada pada koordinat 7°09’22.7″S 108°34’31.1″E. Situ Kabuyutan memiliki luas genangan kurang lebih 0,31 Ha. Situ Kabuyutan berjarak kurang lebih 85 km dari Alun-Alun Kota Cirebon, 47 Km dari Taman Kota Kuningan, dan 153 Km dari Kota Bandung.

Situ Kabuyutan di Kabupaten Kuningan. Dok Dya Iganov

Situ Kabuyutan merupakan danau alami yang berair cukup jernih. Pada waktu-waktu tetentu, airnya akan berwarna kehijauan atau kebiruan. Sit Kabuyutan belum dikelola menjadi objek wisata. Tidak ada fasilitas pelengkap wisata apapun di sekitar situ. Setidaknya sampai tulisan ini dibuat (September 2021). Situ Kabuyutan masih merupakan potensi objek wisata yang tersembunyi.

Untuk mencapai Situ Kabuyutan, Sobat Travelnatic bisa menggunakan mobil ataupun sepeda motor kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki. Sobat Travelnatic harus berjalan kaki kurang lebih 10-20 menit menyusuri jalan setapak di area sawah dan kebun untuk mencapai Situ Kabuyutan. Situ Kabuyutan cocok untuk didatangi bersama teman yang senang dengan petualangan ataupun yang senang untuk mengeksplor tempat-tempat tersembunyi. [To be Continue]

Bagikan artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *