6 Wisata Air yang Belum Populer di Kabupaten Kuningan

Selain bendungan dan danau yang sudah terkenal, Kabupaten Kuningan juga memiliki beberapa danau yang masih jarang dikunjungi. Bahkan yang sudah pernah hits di jamannya tetapi mulai sepi kembali.

1. SITU PUTAT

Situ Putat berada di Desa Legok Herang, Kecamatan Cilebak, Kabupaten Kuningan dan terletak pada koordinat 7°09’20.6″S 108°34’26.2″E. Situ Putat memiliki luas genangan kurang lebih sekitar 0,29 Ha. Situ Putat hingga saat ini masih dimanfaatkan oleh warga setempat sebagai tempat memancing dan sumber pengairan bagi lahan persawahan. Situ Putat masih berdekatan dengan Situ Kabuyutan. Lebih tepatnya, berada di hilir Situ Kabuyutan.

Objek wisata danau di Kabupaten Kuningan
Situ Putat. Dok. Dya Iganov

Situ Putat, sama halnya dengan Situ Kabuyutan masih merupakan danau alami yang belum dikelola sebagai destinasi wisata. Situ Putat tidak memiliki fasilitas penunjang wisata apapun. Meskipun hanya dimanfaatkan sebagai lokasi memancing oleh warga setempat, air di Situ Putat sangat jernih dan berwarna kebiruan.

Untuk tiba di lokasi Situ Putat, pengunjung harus menyusuri pematang sawah sejauh kurang lebih 70 m. Area di sekitar Siut Putat belum diberi dinding seperti Situ Kabuyutan. Areanya pun lebih terbuka karena berada di tengah area sawah, berbeda dengan area Situ Kabuyutan yang dikelilingi oleh pohon-pohon besar dan tua.

Situ Putat cocok untuk dijadikan destinasi wisata alternatif. Sobat Travelnatic yang kurang suka dengan objek wisata yang ramai, bisa berkunjung ke Situ Putat. Situ Putat cocok untuk didatangi bersama teman yang gemar berpetualang dan mencari lokasi-lokasi tersembunyi.

2. SITU CIBAOK

Situ Cibaok berada di Desa Legok Herang, Kecamatan Cilebak, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dan berada pada koordinat 7°09’15.0″S 108°34’31.3″E. Situ Cibaok memiliki luas genangan kurang lebih 0,37 Ha. Berbeda dengan Situ Kabuyutan dan Situ Putat, Situ Cibaok memiliki air yang sangat keruh.

Objek wisata danau di Kabupaten Kuningan
Situ Cibaok. Dok. Dya Iganov

Situ Cibaok lebih dimanfaatkan sebagai lokasi memancing dan sumber irigasi sawah warga. Bahkan, kini, hampir seluruh permukaan Situ Cibaok tertutup oleh bangunan semi peranen dari bambu. Situ Cibaok berada paling hulu di antara Situ Kabuyutan dan Situ Putat. Situ Cibaok berada di tengah areal sawah dan memiliki areal yang sangat terbuka. Dari Situ Cibaok, akan terlihat dengan jelas Gunung Subang.

Situ Cibaok belum dikelola menjadi destinasi wisata, sehingga tidak terdapat fasilitas penunjang wisata apapun. Situ Cibaok cocok untuk dikunjungi bersama teman, terutama yang senang berpetualang dan senang mencari tempat-tempat tersembunyi.

Berbeda dengan lokasi danau-danau lainnya di Kabupaten Kuningan, yang cenderung berpusat di kaki Gunung Ceremai, lokasi ketiga danau ini justru sangat jauh dari posisi Gunung Ceremai. Lokasi ketiga danau ini berada jauh di Tenggara Gunung Ceremai. Lokasi ketiga danau ini juga sudah berada di perbatasan dengan Kabupaten Brebes. Gunung Subang dan jejeran perbukitan di sekitarnya merupakan batas geografis antara Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dengan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Situ Kabuyutan, Situ Putat, dan Situ Cibaok cocok dikunjungi pada perlaihan musim hujan menuju kemarau atau di awal musim kemarau, mengingat kondisi jalan menuju Desa Legokherang yang belum semuanya mulus. Selain itu, Desa Legokherang termasuk salah satu desa di Kecamatan Cilebak yang rawan akan gerakan tanah serta longsor.

3. SITU SIPARIUK

Situ Sipariuk berada di Desa Singkup, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dan berada pada koordinat 6°48’30.4″S 108°25’58.1″E. Situ Sipariuk memiliki luas genangan kurang lebih 3,42 Ha. Situ Sipariuk merupakan danau alami. Situ Sipariuk merupakan danau alami yang cukup luas. Lokasi Situ Sipariuk berada tidak jauh dari Talaga Cicerem, namun air di Situ Cipariuk tidak sejernih di Talaga Cicerem.

Objek wisata danau di Kabupaten Kuningan
Situ Sipariuk. Dok. Dya Iganov

Situ Sipariuk berjarak kurang lebih 23 Km dari Alun-Alun Kota Cirebon, 28 Km dari Taman Kota Kuningan, dan 122 Km dari Kota Bandung. Terdapat tiga rute utama yang dapat ditempuh untuk sampai ke Situ Sipariuk dari Kota Bandung

Pada waktu-waktu tertentu, sebagian permukaan Situ Sipariuk akan tertutup tanaman air dan akan mengalami penyusutan ketika musim kemarau. Situ Sipariuk belum dikelola sebagai destinasi wisata. Saat ini, Situ Sipariuk hanya digunakan sebagai sumber air untuk kebutuhan masyarakat, pengairan dan juga lokasi memancing warga setempat.

Situ Sipariuk belum memiliki fasilitas pendukung wisata apapun. Adapun terdapat satu sarana toilet umum, namun kondisinya sudah rusak parah dan tidak bisa digunakan. Ada satu rumah warga yang biasa dijadikan tempat singgah bagi para pemancing. Para pemancing biasanya menitipkan sepeda motornya di halaman rumah tersebut.

Secara keseluruhan, aksesibilitas menuju Situ Sipariuk sangat mudah. Lokasinya berada tepat di samping jalan utama desa, hanya saja posisi Situ Sipariuk berada lebih rendah dari jalan raya utama desa. Oleh karena itu, jika berhenti tepat di jalan utama desa, pandangan ke arah Situ Sipariuk akan tetutup pepohonan rindang.

Waktu yang tepat untuk mengunjungi Situ Sipariuk adalah pada pagi dan sore hari. Pada pagi dan sore hari, jika cuaca sedang cerah, akan terlihat Gunung Ceremai dengan jelas dari dermaga. Untuk pengambilan foto pun jauh lebih baik, karena sinar matahari tidak akan menyebabkan backlight yang berlebih.

Situ Sipariuk cocok untuk didatangi bersama teman yang gemar berpetualang dan mencari lokasi-lokasi tersembunyi. Cocok juga didatangi bersam teman atau keluarga yang memiliki kegemaran memancing. Untuk memancing di Situ Sipariuk, sebaiknya Sobat Travelnatic mematuhi aturan yang berlaku ya.

4. TALAGA TESPONG

Talaga Tespong secara administratif berada di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Namun, jika melihat batasan administratif pada maps digital, letak Talaga Tespong berada dalam wilayah administratif Desa Padaherang, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka. Talaga Tespong berada pada koordinat 6°48’06.0″S 108°24’20.9″E. Talaga Tespong memiliki luas genangan kurang lebih 0,78 Ha.

Objek wisata danau di Kabupaten Kuningan
Talaga Tespong. Dok. Dya Iganov

Talaga Tespong terletak kurang lebih 26 Km dari Alun-alun Kota Cirebon, 33 Km dari Taman Kota Kuningan, dan 112 Km dari Kota Bandung. Untuk menuju Talaga Tespong terdapat tiga rute utama dari Kota Bandung.

Talaga Tespong merupakan danau alami yang masih sangat jarang dikunjungi oleh wisatawan. Bahkan, saat tulisan ini dibuat (September 2021), informasi mengenai Talaga Tespong di internet pun tidak ada. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab kurang dikenalnya Talaga Tespong dunia pariwisata Kabupaten Kuningan.

Untuk tiba di lokasi Talaga Tespong, Sobat Travelnatic bisa menggunakan sepeda motor ataupun mobil. Hanya saja, kendaraan hanya bisa sampai di rumah terakhir. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki.

Jalur trekking akan melewati pematang sawah lalu area kebun. Medannya menuruni bukit hingga ke dasar bukit. Jalan setapaknya cukup licin dan sangat sempit. Diperlukan waktu kurang lebih 10 menit berjalan kaki dari tempat menitipkan kendaraan hingga tiba di area Talaga Tespong.

Talaga Tespong memiliki fungsi utama sebagai sumber air baku pertanian dan pelestarian ikan. Talaga Tespong juga memiliki ikan yang cukup banyak. Pada musim kemarau, air di Talaga Tespong dapat surut total. Sebelum air surut total, biasanya warga sekitar menangkap ikan-ikan yang ada di sekitaran talaga.

Waktu yang tepat untuk mengunjungi Talaga Tespong adalaha ketika awal musim kemarau. Hal ini agar air di Talaga Tespong masih terisi penuh, namun tidak perlu khawatir jalur trekking akan menjadi becek.

Talaga Tespong sangat cocok untuk didatangi bersama teman yang gemar berpetualang mencari dan mengeksplor tempat-tempat tersembunyi dan minim informasi.

5. BENDUNGAB KUNINGAN

Bendungan Kuningan berada di Desa Randusari dan Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan dan berada pada koordinat 7°03’49.8″S 108°42’20.6″E. Bendungan Kuningan memiliki luas genangan kurang lebih 284,45 Ha. Bendungan Kuningan memiliki fungsi utama sebagai sumber penyuplai air secara berkelanjutan, menyediakan air pertanian/irigasi bagi 3.000 hektar sawah masyarakat di Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Brebes.

Meskipun belum beroperasi, namun, ketika sudah beroperasi tidak menutup kemungkinan akan menjadi salah satu daya tarik wisata bagi warga di Kabupaten Kuningan dan juga Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sobat Travelnatic yang ingin mengunjungi Bendungan Kuningan diharapkan bersabar sedikit hingga Bendungan Kuningan dioperasikan secara optimal.

Bendungan Kuningan telah direncanakan pembuatannya sejak tahun 2012 dengan rencana mulai konstruksi pada 2013 dan rencana selesai di atas tahun 2019. Pada awalnya, Bendungan Kuningan lebih dikenal sebagai Waduk Cileuweung. Hal ini karena keberadaan Waduk Cileuweung berada di Dusun Cileuweung, Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Lokasi Bendungan Kuningan cukup jauh dari dari pusat Kota Kuningan. Tepatnya berada sekitar 33 Km ke arah Tenggara. Lokasi Bendungan Kuningan lebih dekat dengan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (di sisi Timurnya) dan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (di sisi Selatannya). Bendungan Kuningan hanya berjarak 23 Km dari tugu perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat.

6. BALONG KERAMAT DARMALOKA

Balong Keramat Darmaloka berada di Blok Paleben Darma, Desa Darma, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dan berada pada koordinat 7°00’02.0″S 108°24’04.7″E. Balong Keramat Darmaloka memiliki luas genangan kurang lebih 700m2. Balong Keramat Darmaloka merupakan objek wisata religi yang sarat akan sejarah. Meskipun diberi kata ‘keramat’, namun, secara keseluruhan, lokasi ini jauh dari kesan mistis. Malahan, Balong Darmaloka ini sarat dengan sejarah penyebaran agama Islam pada masa Wali Songo.

Balong Darmaloka berada dalam satu kawasan wisata yang dinamakan Darmaloka. Luas area Darmaloka sendiri kurang lebih mencapai 3 Ha. Dalam kawasan Darmaloka terdapat 5 balong (kolam). Kolam-kolam tersebut antara lain Balong Ageung, Balong Bangsal, Balong Beunteur, Balong Kembang, dan Sumber Air Cibinuang.

Objek wisata Darmaloka ini mirip seperti objek wiata ‘balong’ yang berada di Cibulan dan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Ketiga objek wisata ‘balong’ ini memiliki kesamaan, yaitu adanya Ikan Dewa atau Ikan Kancra Bodas. Ikan Kancra Bodas ini dikeramatkan karena berhubungan dengan sejarah pembentukan kolam-kolam tersebut.

Objek Wisata Darmaloka sudah dikelola menjadi destinasi wisata. Sudah terdapat fasilitas pelengkap wisata bagi para pengunjung. Fasilitas pelengkap wisata tersebut antara lain: kamar mandi umum, mushola, tempat parkir, warung jajanan disekitar area, tempat parkir dan juga fasilitas balong yang terdiri dari 3 sumber mata air. Pengunjung yang datang pun akan dikenai retribusi masuk Rp 5.000,00/orang dan retribusi parkir sebesar Rp 2.000,00/kendaraan.

Meskipun lebih dikenal sebagai destinasi wisata religi, namun tidak ada salahnya juga berkunjung ke Objek Wisata Darmaloka untuk sekedar menikmati pemandangan dan kolam-kolam yang jernih. Khusus bagi yang ingin berziarah ke makam Syekh Rama Haji Irengan, biasanya mulai berdatangan pada pukul 00.00 WIB – 03.00 WIB pada Jumat Kliwon.

Objek wisata Darmaloka cocok dikunjungi bersama keluarga. Selain dapat menikmati keindahan alam, dapat juga mengenalkan sejarah penyebaran Agama Islam di daerah Kuningan. Selain bersama keluarga, Objek Wisata Darmaloka juga cocok didatangi untuk kepentingan edukasi maupun rekam jejak sejarah.

Sebenarnya, selain 12 loakasi yang sudah disebutkan di atas, masih ada beberapa lagi objek wisata air berupa danau yang ada di Kabupaten Kuningan. Mungkin akan dibahas di tulisan lainnya di Travelnatic. [End]

Bagikan artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *