Sejarah Singkat

Travelnatic.com adalah situs resmi dari Travelnatic Magazine. Majalah elektronik ini  diluncurkan perdana pada tanggal 28 Agustus 2014. Travelnatic Magazine dikhususkan untuk membahas topik pariwisata dan perjalanan (tourism and traveling) dan yang berkaitan dengan keduanya.

Ide awal munculnya Travelnatic Magazine memanfaatkan momentum mendasar yang terjadi di sekitar pertengahan tahun 2014, diantaranya :

  1. Keterbukaan informasi dan komunikasi di media sosial dan internet.
  2. Momentum peningkatan antusias di kegiatan perjalanan dan pariwisata.
  3. Perkembangan dan kemudahan teknologi fotografi dan komputer.
  4. Momentum pengingkatan jumlah blogger, travel writer, dan citizen journalist
  5. Akses ke komunitas dan pelaku kegiatan pariwisata dan perjalanan (meskipun dalam tahapan lokal dan terbatas).

Lima hal mendasar ini didiskusikan oleh Nurul Amin, founder Travelnatic Magazine, dengan orang-orang di lingkaran terdekat. Di awal pembentukan, Fitriana Setyaningrum yang saat itu adalah mahasiswi di jurusan Komunikasi UPN “Veteran” Yogyakarta setuju untuk bergabung dan terlibat sebagai marketing, merangkap jurnalis. Sayang sekali komitmen ini tidak berjalan lancar dan tidak berlangsung lama. Namun ide, sharing, dan diskusi dari Fitriana cukup membantu awal pembentukan Travelnatic Magazine.

Bersamaan di awal pembentukan, perlu dicari nama dan tagline majalah yang kemudian akan digunakan terus menerus. Didapatlah kata “travelnatic” yang merupakan singkatan dari kata Traveler Fanatik atau Traveller’s + Fanatic. Nama dan singkatan ini merupakan ide dari saudari Rauda Intan dari Depok, Jawa Barat. Saat itu Rauda merupakan Mahasiswi Ekonomi di Universitas Indonesia. Proses pencarian nama ini didiskusikan lewat media sosial twitter sekitar bulan Juli 2014. Tagline : “..I was born to enjoy wonderfull places, and so it is..” merupakan sumbangan ide dari Ester Soedarsono di Jakarta yang digagas pada 8 Juli 2014, hampir bersamaan dengan pencarian nama Travelnatic. Kalimat dalam slogan ini sengaja dibuat untuk mendefinisikan kaum pecinta kegiatan pariwisata dan perjalanan (tourism and  traveling) yang memiliki fanatisme pada kegiatan yang mereka lakukan.

Pasca kegagalan kerja tim pertama, kebutuhan membentuk tim baru sangat mendesak. Pada Agustus 2016, Melissa Siahaya mulai terlibat langsung di Travelnatic Magazine. Keterlibatan Melissa pada tahap awal lebih bersifat strategis daripada kerja teknis (berdasarkan evaluasi kinerja, loyalitas, perencanaan ke depan dan keterlibatannya di Travelnatic Magazine, pada bulan April 2016, founder Travelnatic Magazine menetapkan Melissa sebagai co-founder). Lalu pada bulan berikutnya disusul oleh Cecep Rojali bergabung di Tim Travelnatic. Pada awalnya Cecep bertindak sebagai admin di sosial media twitter Travelnatic untuk selanjutnya aktif sebagai jurnalis. Tim ini bertahan sampai bulan Maret 2015.

Artikel dan foto-foto pertama di Travelnatic Magazine merupakan karya kawan-kawan terdekat seperti Devi Murti, Citra Novitasati, Adni Swastiko, Alett, Agit, Pandu dan beberapa kontributor yang mengirimkan artikel berdasarkan pemberitahuan admin di akun twitter Travelnatic. Kiriman foto dan artikel dari kawan-kawan ini sangat membantu masa-masa awal sirkulasi Travelnatic Magazine dalam bentuk majalah elektronik.

Tanggal 28 Agustus 2016, Travelnatic Magazine diperkenalkan pertama kami ke khalayak komunitas pejalan di kota Yogyakarta dalam kegiatan Syawalan Pejalan Jogja. Kegiatan ini diselenggarakan oleh patungan berbagai komunitas pejalan di kota Yogyarta dimana Leo Chandra dan Aji sebagai koordinator kegiatannya.

Sekitar bulan November 2014, mas Jazuli Imam membuatkan kreasi berupa desain logo Travelnatic yang digunakan hingga sekarang. Beberapa pilihan desain mas Jazuli Imam dipublikasikan disini : Untuk Kawan-kawan Travelnatic. Selain itu, pada bulan Oktober – Desember itu, Mas Jazuli Imam juga membantu mendesain lay out (template) Travelnatic Magazine. Logo dan desain lay out (template) masih digunakan hingga sekarang dengan sedikit modifikasi sesuai kebutuhan Travelnatic.

Mengingat tantangan, kinerja, dan kualitas Travelnatic Magazine harus terus ditingkatkan, maka kebutuhan akan tim yang solid dan progresif semakin meningkat pula. Di bulan Januari 2015 diakan rekrutmen kru Travelnatic pertama. Selanjutnya pada bulan Juni 2015 dan rekrutmen terakhir adalah bulan Februari 2016.

Di bulan Mei 2016 ini, Kru Travelnatic berjumlah 23 orang, dimana sebagian besar merupakan jurnalis. Tahun ini terjadi perubahan yang cukup signifikan di internal Travelnatic Magazine untuk menyongsong tantangan ke depan. Beberapa perubahan yang dapat dilihat diantaranya :

  1. Penggunaan lay out square (kotak) secara tetap. Setelah selama setahun lebih menggunakan lay out lanskap dan tiga volume melakukan trial lay out potrait.
  2. Travelnatic Magazine mulai dicetak untuk kalangan terbatas, terutama untuk display di tempat publik dan dapat dikoleksi/dimiliki oleh pembaca dengan cara POD (print on demand).
  3. Produksi merchandise untuk mendukung dan membantu finansial Travelnatic Magazine.
  4. Pembuatan ID card yang dapat berfungsi sebagai Press Card untuk kebutuhan eksternal kru Travelnatic Magazine dalam menjalankan liputan.
  5. Upload berita realtime yang dapat diakses di website : www.travelnatic.com secara online.
  6. Penerbitan ads rate bagi pihak berkepentingan yang ingin memasang iklan dan mengintensifkan kerjasama dengan pihak ketiga.

Seiring berjalannya waktu, semakin besar tantangan yang akan dihadapi oleh Travelnatic Magazine. Hal ini tentu akan memunculkan konsekuensi, komitmen dan tanggujawab lebih dari kru Travelnatic Magazine. Harapan kami adalah, Travelnatic Magazine semakin berkembang dan dapat menjalankan visi misinya secara konsisten dan bertanggungjawab.

Visi

Menjadi media yang bermanfaat, konsisten dan bertanggungjawab dalam promosi pariwisata dan perjalanan di Indonesia.

Misi

Untuk mencapai Visi tersebut, secara garis besar Travelnatic Magazine melakukan misi berikut :

  1. Mendukung promosi wisata Indonesia baik skala daerah, nasional, regional maupun internasional.
  2. Menjadi wadah untuk menyalurkan aspirasi, kreasi dan minat bakat dalam bentuk produksi dan publikasi tulisan, foto dan gambar yang berkaitan dengan kegiatan pariwisata dan perjalanan.
  3. Mengkampanyekan dan mendukung Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan.

Batasan dan Keunikan

Travelnatic Magazine memiliki batasan yang sekaligus menjadi keunikannya, yaitu :

Travelnatic Magazine hanya mempublikasikan kegiatan pariwisata dan perjalanan yang dilakukan di wilayah NKRI (oleh siapapun) dan atau kegiatan pariwisata dan perjalanan yang dilakukan oleh WNI (dimanapun). 

Batasan diatas dapat dijelaskan dalam dua kategori penjelasan :

  1. Kewilayahan/Teritorial. Travelnatic Magazine hanya mempublikasikan pariwisata dan perjalanan yang dilakukan di Indonesia. Dalam penjelasan pertama ini, Travelnatic Magazine membolehkan publikasi artikel yang dibuat/dikirim oleh Non WNI, asalkan kegiatan yang dituliskan terjadi di wilayah NKRI.
  2. Pelaku Kegiatan. Travelnatic Magazine hanya mempublikasikan kegiatan pariwisata dan perjalanan yang dilakukan oleh orang Indonesia (WNI). Dalam penjelasan ini, Travelnatic Magazine membolehkan publikasi artikel tentang wilayah/tempat yang tidak berada di teritori NKRI, asalkan kegiatan yang dituliskan tersebut berisi kegiatan yang dilakukan oleh orang Indonesia (WNI).

Batasan dan keunikan ini secara langsung dan tidak langsung menyatakan bahwa Travelnatic Magazine adalah majalah pariwisata dan perjalanan yang secara jelas memasukkan unsur-unsur Nasionalisme Indonesia ke dalam perencanaannya.

Distribusi dan Akses

Sejak Mei 2016 ini, Travelnatic Magazine tersebar secara online dan offline. Secara online, Travelnatic Magazine dapat diakses dengan 3 (tiga) cara, yaitu :

  1. Mengunduh Travelnatic Magazine di www.travelnatic.com dengan format .pdf lalu dapat dibaca secara offline di berbagai perangkat yang mendukung format .pdf tersebut.
  2. Membaca Travelnatic Magazine (dalam format .pdf) secara langsung di laman publikasi majalah  di www.travelnatic.com
  3. Membaca artikel online satu-persatu (realtime) di website www.travelnatic.com.

Secara offline, ada 2 (dua) jenis hardcopy Travelnatic Magazine yang mungkin beredar, yaitu hardcopy dengan isi fullcolor print dan hardcopy dengan isi Black White print. Berdasarkan perhitungan finansial, Travelnatic Magazine dengan isi BW print akan tersebar lebih banyak daripada Travelnatic Magazine dengan isi FC print. Bagaimana cara pembaca mengakses kedua jenis Travelnatic Magazine yang beredar ini? Ada dua cara, yaitu :

  1. Ikut bersama kami saat proses percetakan. Cara ini menggunakan sistem pre-order (PO) dan print on demand (POD)Pembaca dapat ikut PO dan POD sebelum produksi kami sampai di proses percetakan majalah. Disini pembaca akan dikenakan biaya cetak dan pengiriman.
  2. Membaca di tempat-tempat publik tempat kami bekerjasama untuk memajang (display) Travelnatic Magazine. Cara ini hanya berlaku ditempat-tempat tertentu dimana owner tempat publik tersebut memiliki ruang display dan bekerjasama dengan kami untuk mendistribusikan Travelnatic Magazine.

Distribusi Internasional

Untuk menjangkau komunitas internasional, Travelnatic Magazine memiliki channel internasional berbahasa inggris yang mulai diluncurkan pada bulan April 2016. Hal ini untuk mendukung promosi pariwisata dan perjalanan di Indonesia ke dunia internasional.

Channel International Travelnatic Magazine merupakan publikasi artikel berbahasa inggris yang diterjemahkan secara manual dari artikel berbahasa indonesia. Travelnatic Magazine sengaja menggunakan translasi manual untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang biasanya terjadi apabila penerjemahan dilakukan secara otomatis menggunakan tools/software.

Bahasa Inggris sengaja dipilih mewakili bahasa internasional karena jumlah pengguna dan melek bahasa inggris kami prediksi merupakan jumlah paling tinggi dari semua bahasa yang digunakan di pergaulan internasional.

Untuk sementara ini, channel internasional hanya tersedia berupa artikel secara online di www.travelnatic.com dan belum dikembangkan dalam bentuk e-magazine (.pdf) atau hardcopy (cetak).

Media Promosi

Sebagai majalah yang memulai kiprahnya melalui dukungan internet, maka tidak heran jika kami memfokuskan diri pada media promosi online. Beberapa media promosi kami antara lain :

  1. Instagram profile : travelnatic (https://www.instagram.com/travelnatic)
  2. Twitter profile : @travelnatic (https://www.twitter.com/travelnatic)
  3. Facebook : Travelnatic Magazine (https://www.facebook.com/travelnatic)
  4. Google+ profile : +TravelnaticMagz (https://www.plus.google.com/+TravelnaticMagz)
  5. Linkedin Profile : Travelnatic Magazine (https://www.linkedin.com/in/travelnatic)
  6. Youtube Channel : Travelnatic Magazine (https://www.youtube.com/c/travelnatic)
  7. Line : @ggz7888a

Bagaimana Kru Bekerja?

Kru Travelnatic Magazine berkoordinasi secara virtual melalui email, telp, sms dan  applikasi chatt androaid seperti whatsapp dan line. Kru bekerja dengan mekanisme deadline sesuai job masing-masing. Sirkulasi kerja di redaksi misalnya ; merupakan aliran kerja dari mulai merencanakan tema setiap volume sampai majalah terbit dan didistribusikan.

Demikianlah penjelasan kami tentang Travelnatic Magazine. Jika ingin menghubungi kami, silakan dapatkan kontak di laman KONTAK TRAVELNATIC.

Kunjungi juga : Ayo Mengirim Artikel ke Travelnatic, Prosedur Teknis Pengiriman Naskah dan Foto, Download Semua Terbitan Travelnatic, Ayo Promosikan Usahamu Lewat Travelnatic, Disclaimer.

Sebarkan :
  • 4
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
    7
    Shares

2 Responses

  1. Met malam. Mau tanya untuk kontributor lepas? Ada honornya gak untuk tulisan yang dimuat ?

Komentar anda?