Anak Bebek : Mendaki Gunung Jangan Cuma Pakai Otot

Anak Bebek : Mendaki Gunung Jangan Cuma Pakai Otot

posted in: Travelers Profile | 0

Abex, begitu sapaan akrabnya. Perempuan berdarah Manado tapi kulit hitam ini gak bisa mengucapkan bahasa Manado, begitu pengakuannya. Dia tinggal di Depok. Perempuan traveller yang satu ini dari umur 13 tahun telah masuk pendidikan pencinta alam TRAMP. Menurutnya, dulu dia dijebak sama Papanya masuk ke Barak Rindam Jaya Condet buat ngikutin pendidikan dasar pencinta alam. Kini dia aktif traveling di dalam maupun luar negeri. Berbagai tempat telah dikunjunginya dan beragam pengalaman telah dirasakannya. 

Berikut cuplikan wawancara Travelnatic Magazine dengan Abek yang berhasil dirangkum redaksi

Sudah berapa lama Kak Abex menggeluti dunia traveling?

Pertama kali kali jalan diajak naik gunung sama bokap dan ikut kegiatan arung gelombang umur tujuh tahun. terus jad  kecanduan naik gunung sih sebenernya. sempet vakum karena kerja, dan mulai jalan lagi empat tahun terakhir.

Ada berbagai genre traveling, yang mana yang paling menarik minat kakak? Mengapa?

Gue paling seneng Mendaki Gunung, tapi semua hal yang berbau dengan alam gue seneng semua dari Gunung, Laut, pantai, hutan, goa dll. Tapi mendaki gunung masih jadi kegiatan yang paling menarik.

Alasannya?

Uummm.. gue paling bingung kalo ditanya kenapa suka naik gunung, hahahha “mendakilah! maka kalian akan tau” hehheehe *kata banyak orang*

Tapi buat gue, mendaki gunung itu seperti “bisa merefleksikan hidup”. Yah. hidup.. secara general… mulai dari hidup tentang berbagi dengan orang lain, berinteraksi dengan alam, mendekat dengan yg Empunya Pencipta”, bersahabat dengan semesta.. yang terpenting adalah berdamai dengan diri sendiri… mendaki gunung akan lebih “bercerita tentang diri” dan bagaimana merefleksikannya dengan hidup.

Sebagai perempuan travellers, kendala apa yang seringkali kakak jumpai di dunia yang di geluti? Bagaimana tips dan trik menghadapinya?

Kendala : izin dari orang tua yang blang “gak boleh ngetrip sendirian” hahahha klise yah.. maklum gue adalah cewe satu-satunya di keluarga dan sangat di protect. Tapi gue sangat amat menghormati keputusan orang tua gue, karena restu adalah bagian terpenting 😀
Kendala lain adalah sebuah warna dalam setiap traveling. Semua jenis traveling pasti punya kendala, yang jelas semua tentang bagaimana cara mengatasinya dan gak mengganggu perjalanannya. Contoh kendalanya adalah :

Temen traveling yg kurang asyik, ini bisa jadi salah satu kendala karena perjalanan bisa jadi gak nyaman so, harus pinter pinter milih temen traveling

Budget : ini juga salah satu problem kebanyakan orang yah termasuk gue sih, cara mengatasinya harus menyesuaikan pemasukan dengan keinginan, contoh, kalau budgetnya hanya memungkinkan keliling jawa yah ada baiknya gak perlu memaksakan untuk keliling Papua (if you know what I mean) :). Mau traveling? Yah nabung, atau kerja lah di bidang tentang traveling.

Waktu : banyak orang bilang gak punya waktu, padahal mereka lupa kita dikasih waktu banyak banget permasalahannya adalah “bagaimana soal manage waktu tersebut dan membuat kesempatan untuk traveling.. inget kesempatan.. oiyah wajib pake usaha.. 🙂

Attitude : banyak orang lupa bertingkah laku.. dan tingkah lakulah yang bisa jadi satu kendala karena “traveling” itu bukan cuma soal diri sendiri, tapi tentang berinteraksi dengan orang lain, dengan sekitar. Kalo tingkah laku nya buruk yaahh gimana bisa traveling. kaya buang sampah ajah masih sembarangan. For more Tips? chat me for more ahahhaa.. bisa check di IG ajah yah kakak…

Menurut info kakak pernah mengalami cedera berat yg harus membuat off sementara di dunia traveling, bagaiman ceritanya? Pelajaran apa yg kakak ambil dari kejadian tsb?

Pernah, tepat tahun lalu, pulang dari mendaki gunung Lawu, pas mau ke tempat tujuan tapi malah kecelakaan di motor, kaki nya patah, perjalanan pun gak dilanjutkan padahal masih ada jadwal ke Surabaya dan Bali. Terpaksa harus operasi di RS di Solo. Pelajarannya? hehehe.. sampe sekarang masih takut naik motor hehehe..

Well, pelajarannya adalah ketika naik motor di Solo jangan lewat rel kereta wisata di Slamet Riyadi hehehe.. harus lebih hati-hati.

Bagaimana cara kakak mengatasi masa-masa saat drop tersebut?

Saat drop? Masa tersulit adalah harus menerima dan belajar ikhlas ketika tau gak bisa jalan dalam beberapa waktu, harus melewati beberapa operasi dan berjalan dengan tongkat kadang dibantu kursi roda.

Gue coba merenung, terkadang manusia terlalu egois mau nya jalan terus sampai lupa bahwa badan tubuh ini butuh juga beristirahat. Sampai akhirnya “harus dipaksa istirahat” disitulah manusia harusnya “berbijak” sebulan pertama gue drop banget, bulan kedua gak mau keluar dan ketemu orang orang.. hilang pede… dan kemudian gue teringat dengan Alexander Thian salah satu tokoh idola gue @Amrazing, tulisan dia banyak memotivasi orang lain, sampai dimana gue beranikan diri nulis surat ke Amrazing hanya sekedar bercerita, and Bingo!! Lexy (begitu gue memanggilnya) balas surat gue, motivasi itu pun berubah menjadi support yg sangat berharga, dan akhirnya di sela kaki yang cidera, dan tubuh yang terbatas, gue mulai menulis, mulai merapihkan setiap serpihan rasa percaya diri yang mulai ilang. Mulai bikin blog, mulai mau tampil lagi dan mulai untuk berbagi dengan orang lain. yaahh berbagi cerita, pengalaman, berbagi tips, minimal gue gak mau mati sia – sia deh. Kalo kata Chairil Anwar “Hidup cuma sekali, beri arti, lalu mati”

Inspirasi itu dateng dari Lexy, dan semua itu juga gak lepas dari support sahabat baik gue/travelmate gue Billy Djokosetio yang gak pernah bosen anterin dorongin kursi roda kesana kesini, dan selalu bantu buat bangkitin semangat dan rasa percaya diri lagi untuk traveling ditengah kaki yang patah dan terbatas. Peran keluarga dan sahabat lainnya disini juga banyak banget, yaahh walaupun akhirnya ketika dalam masa kesulitan kita akan tau siapa yg benar-benar sahabat kita. Nah satu pembelajaran tentang hidup dapet lagi kan 🙂

So, gue belajar sesuatu “setiap orang bisa berada dalam masa sulit atau jatuh, pilihannya adalah kita mau memilih untuk bangun bangkit lagi, atau hanya berdiam diri menerima dan melihat diri kita jatuh” dalam kesulitan selalu akan ada cerita baik dan pengalaman berharga yang bisa diambil instead of complaining. Yah daripada mengeluh, lebih baik dijalanin ajah kan? ya gak?! 😀

Denger-denger sekarang kakak ikut terlibat dalam pembuatan film dokumenter Aksa 7. Bisa diceritakan tentang project tersebut dan keterlibatan kakak disana?

Well, AKSA 7 sebuah fenomena yang keren banget sih buat gue!! Aksa 7 adalah sekumpulan kameramen, yang suka naik gunung suka berpetualang yg punya ide gila untuk bikin film dokumenter tentang 7 gunung tertinggi di Indonesia. Gue kenal mereka belum lama banget, tapi sudah cukup baik. Gue support mereka dan jadi bagian tim di dalamnya adalah satu kehormatan karena bisa dapat pelajaran banyak dan tukar ilmu dan pengalaman dengan mereka.

Saat itu gue diajak buat jadi “guest expeditor” bintang tamu dadakan di gunung Latimojong Sulawesi Selatan hahahha.. saat ini mereka sudah mendaki 5 gunung, sisa 2 gunung lagi. Masing-masing gunung punya bintang tamu sendiri.

Selesai jadi bintang tamu, gue bergabung untuk promosi film tersebut. mereka jualan Tshirt, gelang, souvenir untuk dapetin biaya untuk melanjutkan pembuatan film tersebut.

Inilah yang gue bilang keren banget! karena mereka cari biaya sendiri, bikin film sendiri, dan cerita filmnya gak basi! dikemas dalam sebuah dokumenter yang bercerita tentang Indonesia sesuai fakta. Cerita tentang gunung dan segala pembelajarannya di alam. Banyak banget nilai – nilai pendidikan dan ilmu pengetahuan yang bisa dipelajari dalam film ini, jadi bukan cuma sekedar naik gunung, packing, camping, muncak, lala lala yeye yeye.. terus selesai gitu ajah.. Pokoknya banyak deh yg bisa didapetin dari film ini. Yang jelas bergabung di Aksa 7 itu adalah hal yang seru banget! dan kalian harus nonton filmnya 🙂

Tentu banyak pengalaman dan pelajaran berharga kakak dapatkan dari kegiatan Traveling. Apa pengalaman paling berharga dan pelajaran hidup paling diingat yg diperoleh dari kegiatan traveling?

seperti yang gue bilang di awal, Pengalaman paling berharga yang jelas “pembelajaran tentang hidup” tentang berbagi dengan orang lain dan satu lagi yang gak kalah pentingnya adalah “tentang arti persahabatan” oiyah… ini yang paling utama “tidak ada hal yang paling berharga selain pulang ke rumah dengan selamat sehabis traveling” 🙂

Bagaimana kakak melihat perkembangan traveling kekinian, terutama di bidang yg kakak sukai? Ada pesan untuk travelers muda?

Haahahha traveling kekinian, well yes! traveling memang lagi happening. Traveling itu bukan cuma soal destinasi, bukan soal gunung tertinggi yang didaki, tapi soal makna traveling tersebut.

Dan makna traveling itu sendiri adalah dari masing – masing travelernya. Kalau memang maknanya untuk eksistensi, yah selamanya dia akan seperti itu.

Tapi inget, ini kata gue loh yah.. IMHO, traveling itu bukan soal pride, bukan soal harga diri, traveling itu soal berbagi, apa yang bisa didapatkan dari traveling, apa yang bisa dibagi, dan apa yang bisa dipelajari. Pesan gue, be smart traveler! Jadi traveler yang bertanggung jawab dengan apa yang dijalaninnya.

Satu quote yang menurut kakak penting untuk disampaikan ke pembaca Travelnatic Magazine?

“traveling/mendaki gunung jangan cuma pakai OTOT, tapi harus juga pakai OTAK! Be Smart Traveler guys!”

[Nurul Amin/End]

Penyunting : Selestin Nisfu

Sebarkan :
  • 293
  • 232
  • 192
  •  
  •  
  •  
    717
    Shares
Follow Nurul Amin:

Penulis indie. Mulai menulis sejak sekolah menengah lewat catatan harian. Kemudian belajar menulis lewat pelatihan kepenulisan, pelatihan jurnalistik serta belajar secara otodidak. Belajar menyunting naskah sejak pertengahan masa kuliah, lewat komunitas environment journalist dan aktif menyunting sejak di travelnatic.com. Selain dunia menulis, juga menyukai kegiatan kreatif, organisasi, enterpreneur, penelitian, kegiatan sosial kerelawanan dan kegiatan alam bebas (tentu saja). Bacaan yang disukai tentang sejarah, sastra, petualangan, kemiliteran, lingkungan dan sains. Sedang mencari ilmu di program studi Teknik Lingkungan, tertarik pada studi tentang material komposit alam dan pengelolaan air.

Komentar anda?