Anindya Andari – Perempuan Pecinta Gunung

Anindya Andari – Perempuan Pecinta Gunung

posted in: Travelers Profile | 0

 Anindya Andari, lahir di Bandung 13 November 1988. Dia seorang “Part Time Traveller”, karena termasuk seorang pegawai yang cuma punya waktu weekend atau long weekend. Jadi dia selalu meluangkan waktu libur (weekend atau long weekend) bahkan ditengah-tengah waktu dinas ke luar kota untuk mengisi kegiatan di alam. Kebanyakan dia mengisi waktu libur dengan traveling di ketinggian lebih tepatnya di gunung, wisata kota, dan ya sesekali di pantai (kalau gunung sedang masa pemulihan a.k.a tutup). Anindya mengakui secara jujur bahwa dia memang agak kurang tertarik dengan pantai. Sampai sekarang masih bercita-cita mendaki gunung-gunung di Indonesia. Pada tahun 2015 ini dia sudah memiliki beberapa rencana pendakian gunung baik di Pulau Jawa dan Sumatera sampai akhir tahun nanti.

Berikut ini petikan wawancara Travelnatic Magazine dengan Anindya Andari :

Sejak kapan kak Anindya  memulai kegiatan traveling? Apa yang memicu untuk memulai kegiatan traveling saat itu?

Sejak kuliah, kira-kira tahun 2006/2007. Yang memicu traveling untuk saya waktu itu adalah keindahan alam, pemandangan, suasana, masyarakat sekitar, serta objek- objek foto yang bisa saya abadikan pada tempat saya bertraveling. Bukan berarti saya melakukan traveling hanya semata-mata untuk mengabadikan moment dalam lensa kameran ya min, hehe. Tapi karena fotografi juga menjadi salah satu hobby saya dan itu di dukung oleh hobby saya dalam berkegiatan traveling. Dulu awal traveling, saya hanya traveling di sekitar bandung dan jawa barat. Karena dulu saya masih kuliah, belum cukup dana untuk traveling jauh-jauh min hehehe.

Kapan masa-masa paling aktif berkegiatan traveling sejauh ini?

Tahun 2011 – sekarang.

Hingga sekarang, tempat mana saja di Indonesia ini yang sudah Kak Anindya kunjungi, mengapa tempat tersebut yang akhirnya tercatat sebagai tempat yang telah dikunjungi?

Aceh-Sabang, Medan-Samosir, Padang, Bukittinggi, Palembang, Lampung, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Papandayan, Prau, Semeru, Merapi, Merbabu, Bromo dan lain-lain.

Tempat-tempat yang telah saya kunjungi tersebut memiliki keindahan yang berbeda-beda. Misalnya di Aceh, Aceh adalah propinsi yang sangat menarik untuk di kunjungi, setelah terjadinya peristiwa Tsunami, kalian bisa melihat berbagai fenomena sisa-sisa Tsunami tersebut, Kapal PLTD Terapung, Kapal Terapung di tengah kota dan Museum Tsunami Aceh yang “sangat merinding” ketika masuk kesana.

Menyebrang sedikit ke Sabang, kalian bisa menemukan pantai-pantai indah yang masih bersih dan cukup sepi. Keindahan bawah lautnya juga tidak kalah cantik dengan pulau-pulau lain di Indonesia, apalagi satu teman saya berstatment, “wah, ini mah Phi-Phi Island gak ada apa-apanya, bawah lautnya juga kalah cantik sama bawah laut Pulau Rubiah”. Oleh karena itu, sebisa mungkin saya mengutamakan traveling di Indonesia, karena terlalu banyak keindahan di Indonesia yang masih harus kita nikmati`

Untuk kota-kota lain seperti Medan, Padang, Bukit Tinggi, Palembang, Lampung dan Surabaya juga banyak menyimpan potensi wisata alam yang belum terjamah, wisata kota yang unik, maupun wisata budayanya. Dan untuk gunung-gunung seperti Papandayan, Prau, Semeru, Merapi, Merbabu, Bromo, semua punya keindahan tersendiri, dan selalu indah untuk kembali dikunjungi. (mungkin karena saya terlalu cinta gunung..hehe). Karena gunung itu sudah seperti rumah kedua untuk saya.
Lanjutkan membaca …

Sebarkan :
  •  
  • 9
  •  
  •  
  •  
  •  
    9
    Shares
Follow Nurul Amin:

Penulis indie. Mulai menulis sejak sekolah menengah lewat catatan harian. Kemudian belajar menulis lewat pelatihan kepenulisan, pelatihan jurnalistik serta belajar secara otodidak. Belajar menyunting naskah sejak pertengahan masa kuliah, lewat komunitas environment journalist dan aktif menyunting sejak di travelnatic.com. Selain dunia menulis, juga menyukai kegiatan kreatif, organisasi, enterpreneur, penelitian, kegiatan sosial kerelawanan dan kegiatan alam bebas (tentu saja). Bacaan yang disukai tentang sejarah, sastra, petualangan, kemiliteran, lingkungan dan sains. Sedang mencari ilmu di program studi Teknik Lingkungan, tertarik pada studi tentang material komposit alam dan pengelolaan air.

Komentar anda?