Azhari Yudha Pratama Putra, Berbagi Pengalaman Keliling Indonesia

Azhari Yudha Pratama Putra, Berbagi Pengalaman Keliling Indonesia

posted in: Travelers Profile | 0

Melakukan perjalanan keliling Indonesia yang tergolong nekat adalah hal yang patut diacungi jempol. Jarang sekali kita melihat semangat anak muda di zaman sekarang yang mau membuang waktunya dengan berjalan keliling Indonesia dan menyelami banyak sekali pelajaran yang bisa dibagikan ke semua pemuda-pemudi traveler di Indonesia.

Yudha memulai perjalanannya dengan hanya bermodalkan kenekatan yang luar biasa dan hebatnya lagi juga dengan budget yang minim. Support dan doa keluargalah yang membuat Yudha percaya diri untuk melakukannya hingga ia menjadi omongan positif di kalangan Traveler Indonesia. Dan dalam cerita Traveler’s Profile kali ini Yudha membagikan sedikit cerita unik Yudha untuk Travelers Fanatic. Berikut interview yang bisa dirangkum Travelnatic.

Hai Kak Yudha, kegiatannya apa nih sekarang? Lagi jalan-jalan terus nih kayaknya ?

Hai Traveler Fanatic! Sekarang kegiatan saya masih tetep sama kok. Yaitu jalan-jalan sambil menulis dan juga sharing foto-foto perjalanan di Instagram @catatanbackpacker. Kebetulan sekarang kalau mau jalan-jalan sudah mulai ada sponsor yang mendanai dan ada brand yang mendukung saya selama jalan-jalan. Jadi bisa traveling terus. Nggak nyangka sih bisa seperti itu, padahal dulu mikirnya cuma jalan-jalan iseng sambil nulis. Eh, ternyata antusias pembaca banyak yang suka dan akhirnya saya pun bisa menambah teman dari berbagai daerah di belahan Indonesia.

Tetapi sebelum menjadi seperti sekarang, perjalanan saya bisa dibilang njelimet. Bahkan dulu, saya mengembangkan karir dimulai dari berjualan gorengan dan membuka servis laptop di kampus. Kemudian saya bertemu dengan orang yang bekerja di Tour and Travel, dan akhirnya saya diajak bekerja untuk menjadi tour guide. Mulai deh karir jalan-jalannya. Saya mulai nabung dari usaha serabutan sambil ngampus, akhirnya jadilah terkumpul modal untuk keliling Indonesia. Sesuai dengan amanah terakhir almarhum ayah saya.

Dan Alhamdulillah, berkat perjalanan saya yang awalnya penuh perjuangan banget, tidak disangka sekarang malah bisa jadi pekerjaan yang sangat menguntungkan. Saya mulai diundang untuk mengisi seminar dan masuk media-media online maupun TV. Alhamdulillah !

Ceritain dong kenapa ingin keliling Indonesia, denger-denger itu minim anggaran ya? Kok bisa?

Kenapa ingin keliling Indonesia? Saya mulai menetapkan bahwa saya ingin menjadi solo backpacker dan berkeliling Indonesia saat ayah saya belum meninggal. Beliau menitipkan pesan, Pertama saya harus coba punya usaha sendiri alias menjadi enterpreneur, dan yang kedua saya harus mencoba berjalan keliling Indonesia. Almarhum ayah bilang bahwa banyak sekali yang akan saya pelajari saat berjalan dan bertamu orang banyak di luar rumah. Juga  ilmu yang saya dapatkan itu tidak bisa saya dapatkan saat di bangku sekolah ataupun kuliah. Dan memang terbukti benar adanya. Jadi, sekarang saya punya mimpi menginjakkan kaki di 34 provinsi sebelum berumur 25 tahun, guess what? Alhamdulillah sekarang sudah 29 provinsi. WOW yah?!

Budget minim? Ya bisa dibilang sangat minim malah. Saya bela-belain menumpang truk dan kapal kargo agar bisa menyebrang dan menghemat biaya transport. Saya pun tidur di rumah penduduk, tempat umum, bahkan kantor polisi. Pokoknya, ngirit abis deh! Karena dulu saya berpikir, uangnya tidak ada untuk jalan, tapi harus bisa jalan. Alhamdulillah banyak dapat bantuan dijalan. Enam bulan keliling Indonesia abis 15 juta all in, hehehe. Segitu saja menurut saya dengan ratusan destinasi yang saya datangi, sudah termasuk sangat murah.

Nah, ceritain sedikit dong tentang background Kak Yudha, lalu bagaimana orang tua Kak Yudha menanggapi hal ini? 

Saya anak pertama, lulusan teknik Geologi Unpad, Bandung. Saya anak pertama dari tiga bersaudara, adik saya semuanya perempuan. Nah, ibu awalnya agak ragu dengan keputusan saya untuk terjun di dunia traveling, apalagi langsung traveling lama dan berjalan begitu jauh. Tetapi, dengan adanya progress, Alhamdulillah ibu sekarang sangat mendukung.

Kalau pergi jauh begitu, kendala yang paling sulit itu saat pergi kemana, Kak?

Pergi jauh, kendalanya sih banyak banget yah. Dimulai pernah dipalak preman di Bima, dianggap teroris di Rote, numpang truk 4d3n serasa hotel, ditipu di Bunaken, berpapasan dengan ular paling beracun di dunia di Wakatobi, sampai menyaksikan adegan berantem “TNI Palsu vs TNI Asli” diatas Kapal Pelni. Banyak sih ceritanya! Yang jelas, dari beragam cerita itu saya jadi banyak tau bahwa Indonesia selain kaya dengan keindahannya, ya kaya juga dengan drama yang ditawarkannya. Maka itu saya cinta Indonesia!

Pengalaman paling asik yang sampai detik ini selalu terbayang apa, Kak? Lalu, pengalaman gak enaknya?

Pengalaman paling asyik yang terbayang? Saat waktu pas dikasih tumpang tidur di kantor seorang diver, dimasakin sama mereka. Terus pernah juga merasa bersyukur karena saat saya menumpang truk, pernah ada satu keluarga kecil yang ingin sekali punya kehidupan seperti saya, sampai saya menangis masih seberuntung sekarang. Ada juga waktu pas saya turun dari mobil pick up yang saya tumpangi, saya malah dikasih uang untuk ongkos naik bis. Ya, terkadang hidup itu ada diatas, kadang juga ada dibawah, bukan?

Pengalaman gak enak jelas saat saya dikira teroris di Pulau Rote. Saya digiring ke kantor polisi lalu diinterogasi dalam ruangan sempit kantor itu, sangat tidak enak!

Kalau mampir ke daerah, apa sih hal menarik yang Kak Yudha ingin coba? 

Semua! Saya ingin mencoba-coba yang aneh. Selain pemandangan dan budaya, saya selalu mencoba kuliner khas. Contohnya seperti waktu saya berada di Papua, saya mencoba ulat sagu hidup-hidup. Dan saat di Bangkok, saya mencoba makan kecoa dan kalajengking. Rasanya, Joss! Di Manado juga ada namanya minuman “Cap Tikus”, saya cobain tapi gak enak, hahaha.

Indonesia kan kaya banget nih Kak, kira-kira nih, yang belum dan ingin sekali di-explore itu kemana sih? Dan kenapa?

Kemana aja yang sudah pernah dikunjungi? Bingung juga menjawabnya ya hehe. Alhamdulillah saya udah mengunjungi 29 provinsi dari total 34 provinsi di Indonesia. Untuk top destination di Indonesia Timur, lumayan lah sudah sempat mampir. Yang belum, saya ingin sekali ke Mentawai, Anambas, dan Wamena. Penasaran sekali dengan budaya dan kehidupan bawah lautnya!

Punya tips and trik untuk Traveler Fanatic di luar sana, Kak ? 

Tips n trik. Travel jangan banyak mikir ini itu. Just pack and go. Budget cukup, waktu ada, ya jalan. Karena, jika terlalu banyak mikir juga malah akhirnya tidak jadi. Dan jangan lupa juga dengan izin orang tua, karena berkat doa dari orang tua juga yang terkadang membuat saya merasa sangat beruntung.

Any Quotes?

“Lets explore instead travel, and lets share experience not only story!”

[Griska Gunara/End]

Penyunting : Selestin Nisfu

Narasumber : Ashari Yudha Pratama Putra

Pembaca dapat menghubungi Azhari Yudha Pertama Putra di www.catatanbackpacker.com atau di akun sosial media instagram berikut : @catatanbackpacker @ashari_yudh

Sebarkan :
  • 277
  • 269
  • 243
  •  
  •  
  •  
    789
    Shares
Follow Griska Gunara:

Tinggal di Bekasi. Traveler yang berprofesi sebagai photogragpher. Aktif dalam kegiatan komunitas traveler di Jabodetabek.

Komentar anda?