Bagaimana Kita Menanggapi Lavender Palsu di Semeru

Bagaimana Kita Menanggapi Lavender Palsu di Semeru

posted in: Otherside | 0

[1] Verbena Brasiliensis Vell – Ini Bukan Lavender.

Foto kiriman Travelnatic Magazine (@travelnatic) pada

Photo from @annisatiani

Verbena Brasiliensis Vell yang kerapkali keliru disebut Lavender oleh pendaki di Gunung Semeru dan Bromo aslinya adalah tumbuhan invasif. Tumbuhan ini berasal dari daerah beriklim sedang, seperti sebagian Brasil. Apa itu tumbuhan invasif? Tumbuhan invasif yaitu tumbuhan yang dapat menginvasi/menyerang wilayah habitat tumbuhan asli, dengan berbagai cara, misalnya dengan pertumbuhan yang sangat cepat, atau dengan mematikan perkembangan tumbuhan lokal disekitarnya. Tumbuhan invasif bila tak terkendali dapat disamakan sebagai gulma (flora yang menjadi hama tanaman). Dan tentu saja, oleh TNBTS, meski VB Vell sangat menarik dan cantik untuk menarik wisatawan tetap saja kehadiran VB Vell tidak sejalan dengan semangat konservasi.

Berdasar info dari Pak Toni Artaka selaku staff pengendali habitat dan ekosistem TNBTS pada tahun 2010, VB Vell di TNBTS sudah melewati batas kendali. Kini sepertiga Padang Oro-Oro Ombo telah dinvasi oleh VB Vell, demikian halnya terjadi di Bromo. TNBTS bekerjasama dengan lembaga pemerintah Jepang bernama JICA memiliki program untuk merestorasi seluruh kawasan TNBTS dari tanaman invasif.

Menurut cerita Pak Toni Artaka, sejarah VB Vell di TNBTS dimulai pada masa kolonial Belanda. Pada awalnya tumbuhan ini adalah tumbuhan pekarangan yang dibawa oleh orang Belanda. Tujuannya? Agar penghuni rumah tersebut merasa nyaman dan tidak terlalu rindu kampung halaman di Belanda. Untuk itu, banyak tanaman non lokal di datangkan ke TNBTS, salah satunya keluarga VB Vell ini. Masih ada beberapa lagi, salah satunya berbagai jenis Pinus. Beberapa tumbuhan yang didatangkan ini kemudian diketahui sebagai tumbuhan invasif yang menghambat perkembangan tumbuhan lokal.

Nah, bagi kamu yang membully orang yang mencabut bunga ini, coba pikir-pikir lagi. Banyak membaca. Tumbuhan ini memang harus dicabut sampai ke akar-akarnya agar tidak menginvasi seluruh padang yang ada di TNBTS. Namun, perlu hati-hati. Jangan sampai justru memperluas penyebaran tumbuhan ini di TNBTS. Baca Lanjutannya di foto berikutnya : [2]

Sebarkan :
  • 452
  • 349
  • 201
  •  
  •  
  •  
    1K
    Shares
Follow Nurul Amin:

Penulis indie. Mulai menulis sejak sekolah menengah lewat catatan harian. Kemudian belajar menulis lewat pelatihan kepenulisan, pelatihan jurnalistik serta belajar secara otodidak. Belajar menyunting naskah sejak pertengahan masa kuliah, lewat komunitas environment journalist dan aktif menyunting sejak di travelnatic.com. Selain dunia menulis, juga menyukai kegiatan kreatif, organisasi, enterpreneur, penelitian, kegiatan sosial kerelawanan dan kegiatan alam bebas (tentu saja). Bacaan yang disukai tentang sejarah, sastra, petualangan, kemiliteran, lingkungan dan sains. Sedang mencari ilmu di program studi Teknik Lingkungan, tertarik pada studi tentang material komposit alam dan pengelolaan air.

Komentar anda?