Bagaimana Kita Menanggapi Lavender Palsu di Semeru

[2] – Verbena Brasiliensis Vell – Gulma di Gunung Semeru yang Disangka Lavender.

Foto kiriman Travelnatic Magazine (@travelnatic) pada

Photo from @firmanesta13

Mengapa masih saja ada pejalan/pendaki Gunung Semeru yang menganggap tumbuhan ini adalah Lavender, bahkan membully pejalan lain yang kedapatan memetik bunga ini, atau mengupload foto yg menggambarkan seseorang memetik/mencabut bunga ini?

Setidaknya ada beberapa penyebab umum mengapa hal ini terus terjadi, padahal informasi tentang VB Vell sudah banyak diunggah dan disebarkan baik lewat sosial media maupun sarana lain. Beberapa penyebab umum misalnya :

  • Pejalan kurang mengetahui/tidak mencari informasi tentang tempat yang dikunjunginya, berikut flora fauna yang ada ditempat itu.
  • Jumlah pejalan pemula yang miskin pengetahuan pertambahannya tidak sebanding dengan penyebaran informasi yang benar tentang suatu lokasi tujuan wisata.
  • Kemalasan oknum-oknum pejalan untuk meng-upgrade pengetahuannya sendiri, termasuk pengetahuan tentang flora fauna, dll.
  • Penyebaran informasi yang sepotong-sepotong menyebabkan informasi yang penting justru tidak sempat dibaca.

Namun, memetik VB Vell secara tidak bijaksana juga bukan memperbaiki keadaan. Biji VB Vell yang telah siap tumbuh menjadi tumbuhan baru mudah tersebar jika tidak diperlakukan dengan hati-hati. Selain melalui biji, VB Vell juga akan berkembang melalui rumpun perakarannya, meskipun mereka akan mati sendiri pada musim tertentu, dan tumbuh lagi dengan lebih banyak pada musim berikutnya. VB Vell adalah tumbuhan semusim. Di daerah tropis, bijinya akan mulai bertunas disaat musim hujan, lalu rumpunnya akan mengering dan mati pada musim kemarau. Nah, apakah memetik bunga dari batang bagian atas akan membantu konservasi? Tentu saja tidak. Karena berjuta biji VB Vell telah tersebar ke tanah saat itu terjadi.

Secara estetik, bunga VB Vell memang menarik jika mereka tumbuh dominan disuatu kawasan. Memetik bunga dan memotong batang bagian atas, atau menginjak-injak rumpun tanaman hanya akan mengurangi nilai estetika dari tumbuhan ini, tapi tidak membantu konservasi. Lalu bagaimana sebaiknya? Baca lanjutannya di foto berikutnya : [3]

Bagikan artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *