Bagaimana Kita Menanggapi Lavender Palsu di Semeru

[3] Verbena Brasiliensis Vell – Dia Tampak Cantik, Tapi Berbahaya Bagi Ekosistem.

Foto kiriman Travelnatic Magazine (@travelnatic) pada

<

p style=”text-align: justify;”>

Photo from @shahronyass

Meskipun sebenarnya mereka ini adalah pembunuh tumbuhan lokal yang kemudian mendominasi kawasan itu. Pak Toni Artaka, dalam bincang-bincang tahun 2010 lalu sempat menyinggung, bahwa dominasi dan kehadiran VB Vell beserta tumbuhan invasif iklim sedang, adalah perpanjangan penjajahan (kolonial) yang masih tersisa hingga sekarang. “Kolonial Belanda telah hengkang sejak 45, tapi peninggalannya masih tersisa hingga sekarang” Ujarnya kala itu. Penjajahan model ini disebutnya sebagai penjajahan ekologis. Di sisi lain, siapa yang dapat memungkiri bahwa melihat dominasi VB Vell, tanpa tahu masa lalunya, di hamparan padang yang luas adalah sebuah pemandangan surgawi nan memanjakan mata. Romantic! Ungu-nya memancarkan hal itu.

Dan lagi, mesti tidak ada data statistiknya, hamparan oro-oro ombo yang jadi kawasan invasi VB Vell, telah menyumbang banyak wisatawan ke TNBTS. Berapa banyak wisatawan G. Semeru yang tertarik datang karena melihat foto atau mendengar cerita tentang “Lavender Palsu” ini? Kita tau. Namun diyakini jumlahnya banyak, terutama di kalangan pendaki pemula.

Disinilah semangat konservasi akan berbenturan keras dengan semangat ekonomis. Semangat konservasi sudah jelas akan merestorasi TNBTS, yang artinya VB Vell juga harus hengkang dari bumi Semeru. Sementara, semangat ekonomi bisa saja mendukung ke beradaan VB Vell, mengingat daya jualnya untuk menarik wisatawan datang ke Semeru. Pertanyaan mendasar yang kemudian muncul menanggapi hal ini yaitu apakah TNBTS adalah tempat konservasi, ataukah tempat wisata, ataukah keduanya? Masing-masing poin pertanyaan akan memunculkan konsekuensi yang berbeda.

Berhubung SOP tentang penanganan VB Vell (dan tumbuhan invasif lainnya) oleh wisatawan [mungkin belum ada] dibuat oleh TNBTS. Jadi apa yang sebaiknya bisa dilakukan oleh wisatawan yang datang kesana? Baca lanjutannya di foto berikutnya : [4]

Bagikan artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *