Bagaimana Wisata Natuna Bertahan saat Pandemi?

Natuna merupakan salah satu Kabupaten yang termasuk daerah perbatasan Indonesia. Kabupaten Natuna terletak di wilayah Utara di bagian Barat Indonesia. Selama ini, Natuna identik dengan wilayah dengan cadangan Migas yang cukup besar. 

Pada awal 2015, nama Natuna mulai mencuri perhatian dunia pariwisata Indonesia. Gugusan kepulauan Natuna memiliki pemandangan yang indah, panorama pantai yang masih terjaga keasriannya. Sejumlah lokasi bahkan menjadi tempat favorit bagi penggemar snorkling, pengamat habitat penyu, dan pecinta wisata bawah air. 

Sektor pariwisata Natuna mulai dilirik sekitar pertengahan tahun 2016. Semenjak 2016, kunjungan wisata ke Natuna sedikit demi sedikit mengalami peningkatan. Perkembangan sektor pariwisata Natuna tidak lepas dari giat para pemuda-pemudi Natuna. Mereka berinisiatif untuk mempromosikan dan mengembangkan pariwisata di Natuna secara mandiri.

Salah satu pegiat/promotor pariwisata Natuna adalah Arief Naen, atau biasa dipanggil Bang Naen. Usaha jasa yang dirintisnya semenjak 2016 secara kecil-kecilan semakin hari semakin berkembang. Di tengah berkembangnya usaha yang telah dirintis Bang Naen, muncul bencana pandemi pada pertengahan Maret 2020. Hal ini juga memberikan efek yang luar biasa terhadap bidang pariwisata, tidak terkecuali di Natuna. Berikut adalah hasil wawancara singkat dengan Bang Naen terkait bidang usahanya di tengah pandemi.

Merchandise Natuna di distro milik Bang Naen.

Kalau tidak salah, Bang Naen punya usaha di bidang travel ya? Kalau boleh tau namanya apa?

Iya betul saya mempunyai usaha di bidang usaha perjalanan wisata (Agent Tour Lokal Natuna) penjualan paket tour Wisata Natuna. Nama CV Graha Natuna Wisata berdiri sejak tahun 2018.

Boleh dijelaskan secara singkat apa saja yang ditawarkan? 

Perusahaan Travel kita menyediakan beberapa pilihan paket tour Natuna. Paket yang kita jual/tawarkan kepada tamu adalah paket lengkap. Semua akomodasi, guide, makan, minum serta hal-hal lainnya yang berhubungan dengan tour semuanya sudah kita sediakan dengan baik di Natuna. Jadi para tamu yang akan ke Natuna tidak perlu repot-repot lagi semua telah kita sediakan dan atur sebaik mungkin. Kami juga bisa menyediakan untuk include dengan tiket pesawat (tergantung dari tamu). Kita juga bisa mengurus untuk perluan event yang dibutuhkan di Natuna.

Seperti yang kita ketahui, sudah setahun lebih dunia pariwisata terdampak pandemi. Boleh digambarkan bagaimana kondisi sektor pariwisata di Natuna saat ini? 

Jelas dari pandemi Covid yang tidak kunjung selesai ini, semua daerah, bahkan di negara-nagara lain mengalami penurunan drastis di sektor pariwisata. Tidak terkecuali di Natuna. Apalagi  Natuna ini boleh dikatakan destinasi baru yang belum begitu banyak orang tahu. Jelas dengan pandemi Covid ini ada penurunan sangat tajam dalam kunjungan wisata ke Natuna. Biasanya dalam satu bulan kita bisa membawa 10-20 tamu di masa Covid ini untuk mendapatkan 2-5 orang tamu saja sangat sulit. Bahkan di Natuna sendiri ada beberapa hotel yang masih tutup sampai hari ini karena sepi tamu. 

Sebagai perbandingan sebelum masa Covid tahun 2019 kita dalam satu tahun berhasil membawa tamu ke Natuna sebanyak 280 orang dalam satu tahun. Pada 2020, tamu-tamu yang sudah melakukan booking sejak 2019 cancel semua. Total ada sekitar 180 orang yang sudah melakukan booking paket. Ditambah lagi yang masih belum menentukan tanggal dan bulan, semua membatalkan ke Natuna.

Di tahun 2020 kita hanya membawa tamu sebanyak 35 orang saja dalam satu tahun, sedangkan di 2021 ini baru 8 orang saja.

Apakah usaha di bidang pariwisata yang dilakukan oleh Bang Naen terkena dampaknya? Jika boleh digambarkan, bagaimana pandemi ini berdampak pada usaha yang sudah dirintis oleh Bang Naen?

Sangat berdampak sekali, saya kehilangan jauh sekali kunjungan wisatawan ke Natuna. Menurun hampir 85%. 

 Selama masa pandemi (Maret 2020 – saat ini), apakah sudah pernah membawa tamu? Jika ada, apakah dari dalam negeri saja atau ada dari luar negeri ?

Iya pernah membawa tamu, dan itu semuanya dari dalam negeri dan bersifat private. Artinya dalam jumlah yang sangat kecil. Biasanya wisatawan yang datang satu keluarga. Dari Maret 2020 kebanyakan tamu pemerintahan yang sedang melakukan pekerjaan ke Natuna, nah mereka biasanya ngambil paket one day trip.

Untuk menyiasati menurunnya minat berwisata masyarakat, adakah hal lain yang dilakukan? 

Iya betul. Untuk menysiasati menurunnya jumlah kunjungan wisatawan, saya melakukan sebuah usaha baru, yakni usaha yang bergerak di bidang usaha fashion/pakaian. Baju-baju yang saya ciptakan ini masih bertemakan Natuna dan tetap akan mempertahankan brand natuna yang sudah lama saya rintis. Saya memproduksi kaos-kaos, jersey Natuna, topi serta jaket yang semuanya bertemakan Natuna. Menurut saya, ini adalah salah satu cara untuk berinovasi ditenggah pandemi. Tetap produktif sekaligus juga tetap bisa melakukan promosi tentang Natuna melalui kaos-kaos dan jersey ini. Karena pembeli baju dan jersey saya ini banyak dari orang luar natuna. Calon-calon tamu ataupun tamu-tamu saya terdahulu yang pernah ke Natuna memesan kepada saya.

Kaos-kaos yang dijual oleh Natunastarcom

Untuk saat ini, apakah Bang Naen sendiri sudah menerima tamu yang  akan berwisata ke Natuna?

Iya jelas, saya selalu menerima tamu yang akan ke Natuna kapanpun mereka mau. Karena di travellah awal saya berusaha dan itu telah menjadi darah daging sekaligus pekerjaan utama yang saya senangi dan serius dalam menjalankannya. Jadi jika ada tamu yang mau ke Natuna saya selalu siap melayani.

Bagaimana tanggapan masyarakat di sekitar Natuna terhadap dibukanya kembali kunjungan wisata ke Natuna? 

Kami semua yang bergerak di sektor pariwisata ini, baik itu pihak travel, hotel, rumah makan, tempat rental dan lain-lain mengharapkan orang datang. Tentu hal ini sangat kita dukung. Hal inilah yang kita harapkan, tapi pembukaan perjalanan orang memang sudah boleh, namun tetap dengan syarat-syarat yang mengikat. Kita juga dari pihak travel memahami kondisi ini dan mematuhi segala aturan yang diberlakukan

Apakah pembukaan kembali pariwisata di Natuna sudah menerapkan protokol covid19 dalam menerima tamu? Apakah sudah seritikasi CHSE, jika belum tolong dijelaskan bagaimana provider wisata di Natuna memberi keamanan kepada tamu terkait covid19.

Iya betul penerapan prokes di Natuna menerapkan aturan yang berlaku secara nasional dimana wisatawan yang mau ke natuna mewajibkan rapid test nti-gen baik masuk maupun keluar dari Natuna. Utk sertifikat CHSE semua tempat wisata terutama hotel dan penginapan sudah mendapatkan sertifikat ini.

Kita di pihak travel pun menaati prokes, dimana kita membatasi jumlah tamu tamu dalam satu mobil, yang biasanya 1 mobil bisa untuk 5 orang, dengan prokes ini kita hanya isi 1 mobil 3 orang saja.

Terus kita juga menyediakan handsanityzer serta masker yang kita berikan kepada para wisatawan

Terakhir, ada pesan untuk pembaca Travelnatic dan masyarakat lain jika ingin berwisata ke Nartuna di saat pandemi seperti sekarang?

Pesannya Cuma satu Natuna selalu terbuka dan welcome terhadap siapa saja yang mau datang berwisata ke Natuna. Kita selalu siap menerima dan melayani. Cuma kita semua tahu aturan perjalanan/prokes tetap kita utamakan, dan hal itupun berlaku sama di Natuna. Kita saling menjaga dan menaati aturan yang dibuat oleh pemerintah, agar kita semua terhindar dari Covid serta tetap dapat beraktifitas sesuai prokes. Datanglah ke Natuna, kami masyarakat Natuna sangat senang sekali atas kunjungan Bapak,Ibu semua.

Demikian wawancara singkat dengan Bang Naen. Jika Sobat Travelnatic ingin berwisata ke Natuna, jangan ragu untuk menghubungi Bang Naen. Kalau ingin cinderamata yang bertemakan Natuna pun, bisa menghubungi Bang Naen. Cinderamata dapat dikirim ke seluruh Indonesia, bahkan ke luar negeri.

Narasumber: Arief Naen

Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Natuna bisa menghubungi @Natunastarcom di Instagram. Salah satu review trip yang dikelola Bang Naen dapat dilihat disini : 5 Hari di Natuna

Bagikan artikel