Bebek Bacem Suwarni : Manis Gurihnya Bebek Bumbu Bacem

Oleh Nabila Rana Syifa

Bebek Bacem Suwarni, Prambanan -Berkunjung ke daerah rantau tentu belum lengkap rasanya jika belum menjajal kuliner spesial dari daerah tersebut. Bebek bumbu bacem misalnya. Masakan bebek dengan bumbu bacem cukup banyak ditemui di daerah Klaten, Jawa Tengah, namun bicara tentang yang paling dikenal oleh masyarakat, maka ialah bebek milik Warung Bebek Goreng Suwarni.

Nama warungnya sederhana tanpa banyak embel-embel, begitu juga dengan penampakan warung utamanya yang terletak di Jalan Raya Klaten-Jogja, tak jauh dari kawasan wisata Candi Prambanan. Meski tidak banyak menu, warung ini juga menyediakan hidangan lain seperti ayam goreng (bacem) dan soto. Satu porsi bebek goreng diberi harga Rp 29.000, sedangkan sepiring nasinya dihargai Rp 4.000.

Seporsi Bebek Bacem Suwarni. Dok. Nabila RS

Satu porsi bebek Suwarni terdiri dari satu potong bebek serta lalapan berupa daun kemangi, timun, dan kol yang disajikan dalam satu piring makan. Sambal sebagai pelengkap hidangan utama ditempatkan pada wadah lain yang lebih kecil. Penampilannya persis seperti bebek penyet pada umumnya, namun itu lah yang membuatnya sedap untuk dipandang. Sepotong daging bebek yang didapatkan oleh setiap pengunjung berukuran cukup besar.

Bebek goreng Suwarni tidak memiliki aroma tertentu yang dapat menyengat indera penciuman. Bila benar-benar harus dikatakan memiliki aroma, maka yang tersisa hanyalah aroma minyak yang digoreng bersama daging bebek. Menurut salah satu pengunjung yang menjadi narasumber, Naufal, ia dapat menikmati bebek Suwarni karena tidak adanya bau yang mengganggu seperti olahan daging bebek lainnya.

Dilihat secara sekilas, daging bebek beserta tulangnya akan terlihat seperti olahan khas daging bakar karena warnanya yang coklat kehitaman. Warna coklatnya pun tampak terbalut merata di setiap sisi. Meski begitu, kita juga dapat melihat permukaan daging dan kulitnya yang cukup kering karena penggorengan tidak semengkilap bumbu bakar. 

Sesuai dengan konsep olahan bacem, daging bebek di-cem atau direndam hingga waktu tertentu hingga akhirnya digoreng kering. Daging yang telah digoreng memiliki ciri khas rasa manis. Paduan rempah dari bumbu lain membuat rasa manis dari gula merah menjadi tidak terlalu pekat dan disertai dengan gurihnya daging bebek itu sendiri. Rasa manis gurih tersebar merata tanpa adanya konsentrasi titik dengan rasa berlebih maupun kurang. 

Menyantap bebek dengan ataupun tanpa nasi memberikan kesan yang ringan dan lembut. Ibarat soto berkuah bening disandingkan dengan soto berkuah santan, maka bebek suwarni adalah soto berkuah bening yang ketika terkecap oleh lidah tidak menimbulkan rasa yang muluk-muluk. Teksturnya empuk hingga ke tulang. Dagingnya pun walau tidak terlalu berminyak dapat dikatakan “juicy”, terutama bagian kulit dan daging di bawahnya. 

“Dagingnya moprol,” begitu deskripsi Naufal, salah seorang penikmat bebek Suwarni. 

Begitu kempuh dan meresapnya bumbu bacem itu pada setiap jengkal daging bebek hingga membuat komponennya terlepas dari tulang dengan sendirinya.

Tidak jauh berbeda dengan daging bebek, daging ayam dengan bumbu bacem pun memiliki bentuk dan rasa yang serupa. Keunikan tekstur dari masing-masing daging bebek dan daging ayam adalah satu-satunya pembeda dari keduanya.

Bebek Bacem Suwarni bersama ayam bacem dan menu lainnya. Dok. Nabila RS

Sambal tomat yang didapat saat memesan satu porsi bebek juga memiliki cita rasa manis. Bagi para penikmat pedas mungkin sambal ini akan terasa sedikit kurang menyengat lidah. Meski begitu, pedas dan manisnya rempah yang digunakan sudah cukup memberikan kekayaan rasa pada setiap suap nasi dan bebek.

Menyantap seporsi bebek Suwarni dengan nasi akan selalu meninggalkan impresi yang istimewa. Ada kekayaan rasa pada olahan bumbu yang tradisional, tersaji dengan bahan pelengkap yang apa adanya. Alih-alih merasakan tawar pada indra pengecap, pengunjung dapat menikmati dengan perasaan puas dan mungkin saja, berujung nagih. [Nabila RS/End]

Bagikan artikel