Belajar Menghormati Alam Lewat Jelajah Alam Geografi

Belajar Menghormati Alam Lewat Jelajah Alam Geografi

posted in: Otherside | 0

Kian hari kegiatan di alam bebas semakin marak. Berbagai destinasi dan wahana wisata alam dipenuhi oleh wisatawan. Dampaknya memang positif, meningkatkan sektor pariwisata dan perekonomian di lingkungan setempat. Dan yang lebih jauh lagi meningkatkan devisa bagi Negara. Kegiatan pariwisata memang menjadi sektor unggulan. Namun, beberapa aspek harus diperhatikan perkembangannya agar semua berjalan dengan maksimal.

Dokumentasi foto : Rendy Rizky Binawanto [Klik foto untuk memperbesar]

Beragam destinasi kian genjar terpromosikan oleh para penikmat alam diberbagai media. Baik di media sosial, media cetak, dan media lainnya. Mereka secara tidak sadar telah mendongkrak sektor pariwisata menjadi bahan acuan yang penting untuk menumbuhkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Ada timbal balik yang terjadi diantara kegiatan tersebut. Semua saling berhubungan dan saling menguntungkan.

Kegiatan di alam bebas kini dipandang sebagai kegiatan yang populer. Tidak lagi dipandang sebagai kegiatan yang penuh resiko dan cerita-cerita miring dibelakangnya. Semua kalangan dimulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga orangtua pun sangat menikmati kegiatan di alam bebas tersebut. Destinasi seperti puncak gunung, danau, hutan yang lebat, sungai, hingga lautan yang luas menjadi pilihan yang wajib dikunjungi. Selain itu, wahana lain yang tak jauh dari konsep alam bebas tumbuh dan menjamur dimana-mana.

Semua tak lepas dari kekayaan alam yang kita miliki. Berada di garis khatulistiwa juga berada di atas pertemuan tiga lempeng besar aktif dunia, menjadikan berkah yang tak ternilai. Hutan-hutan tropis, gunung berapi, sungai berkelok, juga beragam makhluk hidup didalamnya adalah nilai kekayaan yang sangat berharga. Tinggal bagaimana caranya kita menjaga dan melestarikan semua itu dari ancaman kepunahan.

Kegiatan alam bebas memang bukanlah kegiatan yang tak beresiko. Apalagi jika pelaku wisata ini masih dibawah umur yang tidak diperkenankan. Seperti halnya dalam mendaki gunung. Kian hari semakin marak anak-anak dibawah umur yang terobsesi untuk mendaki gunung-gunung tertinggi. Resikonya tentu sangat tinggi. Ketidaktahuan jalur pendakian, peralatan keselamatan yang minim, juga ego yang masih tinggi adalah ancaman resiko yang nyata. Selain itu, pengetahuan tentang bagaimana kita menghormati alam tersebut terbilang masih nol. Inilah yang harus diperhatikan lebih lanjut dalam usaha meningkatkan sektor pariwisata disamping segi sarana dan prasarana juga segi promosi destinasi wisata.

Pengetahuan yang minim tentang alam menjadi penyebab beberapa destinasi tercemar oleh hasil kegiatan wisata. Contohnya, tentang sampah hasil kegiatan wisata yang berserakan di kawasan wisata tersebut, rusaknya kawasan tempat tumbuhnya berbagai bioma atau tumbuhan tertentu, juga rusaknya ekosistem tertentu akibat ulah dari kegiatan wisata alam. Kita pasti tidak ingin panorama alam yang indah itu punah akibat ulah kita sendiri. Disinilah kita harus belajar agar kita bisa melestarikannya untuk cucu-cucu kita nanti dapat menikmatinya juga.

Banyak cara dapat kita lakukan saat berwisata di alam bebas tanpa merusak alam itu sendiri. Salah satu hal yang mendasar adalah kita harus sadar kepada diri kita sendiri. Seperti tidak mengotori alam yang asri tersebut dengan sampah yang berserakan. Juga tidak merusak habitat vegetasi yang terdapat disana, walau terkadang tangan kita tak bisa menahan ingin memetik dan lainnya.

Kegiatan yang dapat kita contoh misalnya kegiatan yang dibangun oleh mahasiswa-mahasiswi geografi, Universitas Bale Bandung. Kegiatan itu bernama Jelajah Alam Geografi. Kegiatan yang digagas untuk menjelajahi alam Nusantara tanpa merusak bahkan mengotorinya. Yang ada, kita dapat mengenal betul alam itu sendiri.

Di kegiatan tersebut, masyarakat yang awam mengenai bentangan alam akan diajak untuk mengetahui, mempelajari, dan merawat seluruh komponen yang berada di alam. Seperti bagaimana proses alam tersebut terbentuk, bagaimana hubungan antara alam dengan makhluk hidup didalamnya, serta bagaimana cara yang benar saat kita mengolah se-isi alam tersebut. Nantinya, diharapkan dari proses itu akan tumbuh rasa untuk menjaga dan melestarikan alam.

Objek-objek yang menjadi tujuan kegiatan ini adalah objek-objek yang vital dan memang perlu untuk mendapatkan perhatian lebih lanjut dalam pelestariannya. Seperti halnya kawasan Bandung Utara di Jawa Barat yang kaya akan cagar budaya, sejarah, dan nilai-nilai peninggalan masa silam. Namun, bukan saja objek demikian yang menjadi tujuan utama. Hamparan pesawahan nan luas, tepian danau atau waduk, serta perkampungan warga pun mempunyai cerita menarik untuk dijelajahi. Dengan memperkenalkan kawasan tersebut kepada masyarakat, diharapkan pemikiran mereka terbuka untuk menyayangi dan menghormati. Selanjutnya, mereka akan menjaga objek tersebut dari tangan-tangan yang hanya mampu memusnahkannya.

Kegiatan Jelajah Alam Geografi dikemas dengan cara yang mengasyikan. Butuh adrenalin untuk mengikuti kegiatan yang digagas oleh mahasiswa geografi tersebut. Cara yang asik untuk menikmati sisi lain alam semesta namun tetap menjaga keselamatan juga tidak merusak bagian penting daripada alam itu sendiri. Menyusuri sungai dengan cara arum jeram, mendaki gunung, menyusuri goa-goa yang gelap, serta membelah hutan adalah salah satu kegiatannya. Kita akan diajak bersatu dengan alam merasakan keharmonisan bersamanya.

Jelajah Alam Geografi terbuka untuk umum. Namun, lebih menitik beratkan pada kalangan remaja yang notabene sebagai pelaku wisata utama. Agar kalangan remaja ini lebih paham dan tak salah kaprah saat berwisata di alam bebas. Jelajah Alam Geografi mengajak kepada mereka agar turut serta dalam setiap kegiatannya.

Setiap kunjungan jelajah, para peserta yang mengikuti kegiatan ini didampingi oleh seorang enterpreneur handal. Dia akan menjelaskan seluk-beluk komponen alam yang menjadi objek kunjungan jelajah. Pemaparan yang dijelaskan sangat mudah untuk dicerna oleh para peserta. Sehingga sepulang dari kegiatan tersebut mereka mendapatkan pelajaran yang berarti. Tidak hanya sebatas untuk berekreasi semata di alam bebas.

Hadirnya kegiatan positif ini diharapkan dapat mengurangi etika wisatawan yang buruk saat berwisata. Sehingga nantinya, kepariwisataan dapat tumbuh berkembang dengan baik. Tinggal bagaimana pihak pemerintah dalam mengemas kepariwisataan tersebut menjadi sektor unggulan untuk memberi kesejahteraan pada masyarakat.

Masih banyak yang harus diperbaiki dalam usaha meningkatkan kepariwisataan. Termasuk destinasi wisata yang dianggap unggul di setiap daerahnya. Namun, dengan hadirnya kegiatan mahasiswa ini diharapkan dapat membantu dalam mempromosikan serta mendidik wisatawan agar menjadi wisatawan yang sadar lingkungan. [Rendy Rizky Binawanto/End]

Penyunting : Nurul Amin

Sebarkan :
  • 178
  • 166
  • 136
  •  
  •  
  •  
    480
    Shares
Follow Rendy Rizky Binawanto:

Rendy Rizky Binawanto, seorang mahasiswa Geografi di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Universitas Bale Bandung. Ia seorang pejalan yang gemar bercerita. Cerita perjalanannya ia bagikan lewat beberapa media. Sebagai seorang geograf, sebuah perjalanan sangatlah berarti untuknya. Selain untuk penelitian lapangan juga untuk mengenali keunikan di setiap daerah yang ia kunjungi. Motivasinya dalam menjelajah adalah untuk menyebarkan keindahan dan kekayaan alam serta masyarakat yang hidup didalamnya, di luar lingkup orang-orang tinggal. Hal ini agar mereka bergerak dan menyebarkannya kembali kepada mereka yang diam.

Komentar anda?