Berburu Sang Mentari di Puncak Prau

Berburu Sang Mentari di Puncak Prau

posted in: Experience | 0

Puncak Prau – Mata tak ingin lepas memandang kilaunya bintang-bintang. Dengan segelas kopi yang menghangatkan tubuh di kala malam yang terus membeku, selimut ini terus memeluk dengan eratnya. Gemuruh angin terus menabrak tenda tanpa permisi. Memaksa raga ini hanya mampu duduk manis.

Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing tampak dari kejauhan dari Gunung Prau. Dok. Rendy Rizky Binawanto
Puncak Prau – Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing tampak dari kejauhan. Dok. Rendy Rizky Binawanto

Satu malam yang kering pada puncak musim kemarau yang panjang, adalah rintangan tersendiri untuk berburu sang mentari di puncak Gunung Prau. Badai terus mencoba terbangkan tenda-tenda yang berdiri di puncak gunung. Begitu dingin menusuk kulit hingga tak ada seorang pun yang berani keluar saat itu. Mereka hanya mampu berlindung di dalam tenda dibalik selimut yang memeluknya erat.

Meski begitu, kilauan bintang dan bulan purnama kala itu terang menyinari malam. Tak ingin rasanya memenjamkan mata begitu saja. Terus menanti saat-saat malam berganti dengan fajar. Dan ketika saatnya tiba, puluhan, ratusan, hingga ribuan orang berdiri memandang ke arah timur dimana matahari akan muncul menerangi bumi yang sedang tertidur.

Banyak destinasi wisata yang menarik untuk menanti kemilaunya cahaya matahari pagi baik itu di dataran rendah seperti pantai hingga dataran tinggi seperti tebing, bukit sampai jejeran pegunungan. Mereka ikhlas mengorbankan waktu, tenaga, serta isi dompet mereka hanya untuk beberapa saat saja mengabadikan moment yang tidak semua orang bisa mendapatkannya itu.

Salah satu yang terkenal adalah menanti ‘Golden Sunrise Gunung Prau’, Dieng, Jawa Tengah. Ratusan pendaki dari berbagai kota memadati gunung ini setiap minggunya. Apalagi disaat hari-hari libur Nasional dan masa libur sekolah.

Prau adalah salah satu gunung tertinggi di Dataran Tinggi Dieng yang mempunyai pesona yang sangat menjanjikan. Di puncak dengan tinggi +2565 M.dpl ini kita dapat melihat jejeran pegunungan vulkanik yang memanjang dari arah tenggara – barat laut. Dari yang paling ujung di tenggara meski samar kita dapat melihat Gunung Lawu (+3265 M.dpl), terus memanjang ada Gunung Merapi (+2950 M.dpl), Merbabu (+3142 M.dpl), Andong (+1726 M.dpl), gunung kembar Sumbing (+3371 M.dpl) dan Sundoro (+3150 M.dpl), dan diujung barat laut sana terlihat gagah kerucut Gunung Slamet (+3428 M.dpl).

Prau memiliki 3 jalur pendakian untuk mencapai puncak. Diantaranya yang sudah terkenal di kalangan pendaki adalah jalur pendakian Patak Banteng. Jalur pendakian ini memiliki kemiringan yang lumayan sulit namun memiliki waktu tempuh yang pendek dibanding dua jalur lainnya. Di jalur lain bisa melewati jalur Dieng dan Wates.

Selain Prau, ada pula tempat yang menjadi favorit di kalangan para pendaki untuk berburu matahari terbit, yaitu Bukit Sikunir. Namun Prau tetap menjadi puncak yang populer. Tak lengkap rasanya jika belum menikmati sunrise di gunung ini. Padang rumput yang hijau dan terkadang bermekaran bunga daisy berwarna putih menjadi pelengkap landskap puncak Prau.

Prau memiliki puncak yang khas yaitu menyerupai latar tempat serial anak-anak teletubbies. Beberapa orang menyebutnya sebagai Bukit Teletubbies Prau. Prau pun dijuluki gunung dengan puncak terluas di Jawa Tengah dan dijadikan pula sebagai laboratorium alam oleh beberapa kalangan.

Gunung Prau merupakan salah satu objek geowisata yang berada di area taman bumi atau disebut pula Geopark Dieng, tempat wisata yang berbasis edukasi. Di taman bumi ini terdapat kekayaan budaya yang luar biasa dan bermacam fenomena kebumian. Beberapa penelitipun bahkan menilai dataran tinggi ini layak dengan sebutan Taman Bumi bertaraf Internasional.

Selain itu, Prau pun menjadi wisata berbasis agrowisata. Lahan perkebunan kentang menjadi penarik perhatian para wisatawan. Hijaunya lahan berteras sering dipadu pancuran air yang memancar, menyiram perkebunan adalah keindahan tersendiri. Sepanjang jalan utama penghubung Wonosobo – Dieng, perkebunan kentang di lereng Gunung Prau tak akan lepas dari pandangan mata.

Dieng adalah pemasok kentang terbaik se-Indonesia. Karena itu perkebunan kentang adalah komoditas utama para petani. Perkebunan disini sangat subur karena adanya panas bumi yang terus berlangsung di dalam perut Dieng. Unsur hara tanah selalu terjaga akibat aktivitas vulkanik di sekeliling kompleks areal tersebut.

Hingga pagi menjelang siang, saat-saat itu pula untuk menikmati iring-iringan awan yang tertiup angin menutupi daratan rendah Jawa Tengah. Iring-iringan itu membalut Gunung Sundoro dan Sumbing bergerak menuju barat. Orang bilang itu adalah Samurda Awan yang dinanti oleh para pendaki selain menanti kilauan mentari terbit.

Berat rasanya untuk siapapun saat kaki melangkah menuntun jauh meninggalkan setapak kenangan yang tersirat diatas gunung vulkanik Prau. Namun walau begitu, Prau akan tetap memberikan pesonanya kepada siapapun yang menjejakinya tanpa pandang bulu. Prau tetaplah menjadi destinasi wisata pendakian favorit dikalangan pemburu sang mentari pagi.

Penyunting : Ega Septian Anugerah

 

Sebarkan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    264
    Shares
Follow Rendy Rizky Binawanto:

Rendy Rizky Binawanto, seorang mahasiswa Geografi di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Universitas Bale Bandung. Ia seorang pejalan yang gemar bercerita. Cerita perjalanannya ia bagikan lewat beberapa media. Sebagai seorang geograf, sebuah perjalanan sangatlah berarti untuknya. Selain untuk penelitian lapangan juga untuk mengenali keunikan di setiap daerah yang ia kunjungi. Motivasinya dalam menjelajah adalah untuk menyebarkan keindahan dan kekayaan alam serta masyarakat yang hidup didalamnya, di luar lingkup orang-orang tinggal. Hal ini agar mereka bergerak dan menyebarkannya kembali kepada mereka yang diam.

Komentar Pembaca