Bukit di Magelang ini Sajikan Sunrise Terbaik

Bukit di Magelang ini Sajikan Sunrise Terbaik

posted in: Destination | 0

Siapa yang tidak suka menikmati sunrise dan sunset?

Nikmat Tuhan yang dua ini bisa dinikmati tanpa perlu mengeluarkan uang sepersen pun. Menikmati sunrise dan sunset bisa dari mana saja, asal tempat tersebut tidak tertutup untuk pandangan kita. Di sekitar Kota Yogyakarta ada banyak tempat bagus untuk menikmati sunrise dan sunset. Kalian tidak perlu khawatir akan kehabisan tempat untuk menikmatinya. Salah satu tempat untuk menikmati sunrise dengan banyak bonus adalah puncak Bukit Punthuk Setumbu.

Bukit ini terletak tepat disebalah barat Candi Borobudur. Bukit Punthuk Setumbu terletak di Dusun Kuhara, Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa tengah. Bukit Punthuk Setumbu merupakan salah satu tempat terbaik untuk menikmati sunrise, karena mentari akan terbit di sela-sela Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Dari puncak Bukit Punthuk Setumbu, Candi Borobudur, Gunung Merapi dan Merbabu, serta titik mentari terbit merupakan satu garis lurus. Hal inilah yang membuat Bukit Punthuk Setumbu menjadi tempat yang sangat bagus dan memiliki kelebihan daripada lokasi lainnya.

Akses dari kota Yogyakarta ke Bukit Punthuk Setumbu juga sangat mudah. Perjalanan dari kota Yogyakarta kita mulai dari Tugu Jogja, sebab tugu ini sudah familiar dikalangan wisatawan. Dari Tugu Jogja, kita menuju ke barat sekitar 200 meter hingga lampu merah. Di lampu merah kita harus mengambil jalan berbelok ke utara (belok kanan) menyusuri jalan Magelang. Kita hanya perlu jalan terus menyusuri jalan Magelang untuk sampai ke Kota Magelang.

Perjalanan dari Tugu Jogja hingga Kota Magelang memakan waktu ± 30 sampai 45 menit. Setelah berjalan selama 20 menit, kita akan sampai pada gapura besar yang bertuliskan “Selamat datang Jawa Tengah”. Beberapa menit setelah melewati gapura tersebut, kita akan melewati terminal Drs. Prajitno Muntilan. Di sini kita harus mengurangi laju kendaraan, dikarenakan banyaknya kendaraan yang masuk dan orang yang menyeberangi jalan. Selain itu, di depan terminal terdapat pasar tradisional yang selalu padat dengan aktivitas jual beli. Kemudian kita masih tetap berjalan terus melewati terminal Drs. Prajitno.

Akses ke Bukit Puthuk Setumbu

Dari terminal Drs.Prajitno ke Candi Borobudur memakan waktu sekitar ± 20 menit. Jalan masuk menuju Candi Borobudur tidak sebesar jalan utama yang menghubungkan Kota Yogyakarta dengan Kota Magelang. Di sini kita harus lebih berhati-hati, sebab banyak warga yang menyeberang secara tiba-tiba. Setelah sampai di depan gerbang Candi Borobudur, sudah banyak ojek yang menunggu untuk menawarkan jasa pemandu jalan menuju ke Basecamp Bukit Punthuk Setumbu. Jasa pemandu ini bisa dinegosiasikan sesuai kesanggupan dan keiklasan membayar. Namun wisatawan tidak diwajibkan untuk menggunakan jasa pemandu tersebut. Dari Candi Borobudur hingga Basecamp Punthuk Setumbu memakan waktu ± 10 menit.

Basecamp Punthuk Setumbu buka dari jam 04.00-17.00 WIB. Basecamp tidak buka sampai malam sehingga kita hanya bisa melihat sunrise di sini. Biaya akomodasi untuk masuk ke Bukit Punthuk Setumbu Rp 15.000,- bagi wisatawan domestic, sedangkan mancanegara Rp 25.000,- Bagi saya biaya akomodasi ini sangat terjangkau untuk suatu keindahan yang tak ternilai harganya. Fasilitas umum yang tersedia yaitu toilet dan tempat parkir. Tempat parkir untuk kendaraan roda dua dan roda empat juga cukup luas. Biaya menggunakan toilet dan biaya parkir kendaraan roda dua sama, sebesar Rp 2.000,- Sedangkan biaya parkir kendaraan roda empat sebesar Rp5.000,- Selain itu di sini kita akan menemukan warga setempat yang berjualan sarapan pagi, cemilan, dan minuman.

Hal Seru disekitar Bukit Puthuk Setumbu

Harga makanan, cemilan, dan minuman juga tidak berbeda jauh dari harga di Kota Yogyakarta. Sangat disarankan kepada para wisatawan untuk berbelanja cemilan dan minuman yang akan dibawa ke puncak. Dengan demikian, kita bukan hanya datang dan menikmati keindahan. Tapi juga ikut memajukan perekonomian warga sekitar Bukit Punthuk Setumbu. Kita pun jadi bisa menghemat tenaga membawa cemilan dan air dari kota hingga puncak bukit.

Dari Basecamp hingga puncak, kita harus menempuhnya dengan berjalan kaki menanjak. Sedikit mengeluarkan keringat di pagi hari merupakan hal yang positif. Baik untuk jasmani dan rohani kita. Setelah menajak sejauh ± 300 m, sampailah kita di puncak Punthuk Setumbu. Di puncak kita masih bisa melihat banyak pohon besar dan bunyi suara kumbang yang tidak pernah terdengar di kawasan perkotaan.

Punthuk Setumbu masih sangat alami, udara di sana sangat segar. Sebelum matahari terlihat, udaranya terasa sangat dingin seakan ingin membekukan raga. Area kosong di puncak bukit Punthuk Setumbu cukup lapang, bisa untuk mendirikan lima belas sampai dua puluh dome berkapasitas empat orang. Namun sejauh ini, belum pernah ada orang yang camping di puncak Punthuk Setumbu. Dikarenakan saat pagi hari, lokasinya ramai dikunjungi wisatawan. Hampir 80% wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Punthuk Setumbu. Wisatawan mancanegara biasanya menginap di hotel-hotel sekitar Candi Borobudur. Pada pagi hari mereka berkunjung ke Punthuk Setumbu dan siang harinya berkunjung ke Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Sungai Elo untuk rafting.

Untuk menikmati cahaya sunrise yang indah, kita harus berjalan melewati gelap malam.

Disaat semua orang beristirahat dan mendekap erat selimut yang hangat, kita memilih berjalan di jalan panjang nan gelap dengan udara yang seakan membekukan seluruh tubuh. Yah… itulah jalan yang kami pilih. Semua pilihan punya konsekuensi dan bonus yang berbeda-beda. Apakah kamu tertarik untuk menikmati jalan yang kami pilih? [Melissa Siahaya/End]

Penyunting : Sandi Iswahyudi

Sebarkan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    498
    Shares
Follow Melissa Siahaya:

Tinggal di Manokwari, Papua Barat. Menyukai kegiatan traveling dan kuliner. Mulai suka mendaki gunung sejak tahun 2012. Fresh graduate.

Komentar Pembaca