Carolina (Wissemu) dan Jhon (NMT) berbagi kisah di Cerita dan Kopi Vol.1

posted in: Event Review | 0

Bagi Jhon dan Caro, seorang pendaki gunung harus bisa bertanggung jawab terhadap diri sendiri, sesama makhluk hidup dan lingkungan sekitar sehingga dapat berkontribusi menjaga kesinambungan alam.

Foto bersama peserta dan narasumber Cerita & Kopi Vol.1 di Nusco Corner. Dok. Andika Putri.

 

Hari Sabtu tanggal 12 Oktober 2019 kemarin, Travelnatic menjadi salah satu media partner untuk acara Cerita & Kopi Vol. 1 di basecamp Nusantara Mountaineering yang berada di Kabupaten Bandung Barat. Gelaran ini merupakan event sederhana yang menjadi wadah pertemuan para petualang yang senang mendaki gunung. Acaranya mengusung topik pendakian gunung es dengan mendatangkan narasumber Dian Indah Carolina (biasa dipanggil Caro) yang pernah menjadi salah satu tim Wissemu (Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala UNPAR) dan pengalaman pendakian gunung-gunung Indonesia dengan narasumber Jhon, yang juga sekaligus founder Nusantara Mountaineering.

Nusantara Mountaineering atau NMT berdiri sejak 2013 dan awalnya hanya sebagai wadah pertemuan para petualang hingga memperluas market menjadi penyewaan alat outdoor serta jasa tour dan travel. Bahasa ‘mountaineering’ sendiri berarti mencakup segala aktivitas yang berkaitan dengan gunung, seperti hill walking atau pendakian gunung, climbing dan scrambling. Jadi, kegiatan rutin NMT memang tidak jauh dari ketiga aktivitas mountaineering tersebut dan biasanya khusus untuk rock climbing ada jadwal khusus bagi teman-teman yang ingin belajar mengenal panjat tebing. Bulan Agustus 2019, di basecamp Nusantara Mountaineering ada wajah baru berupa kedai kopi Nusco atau Nusantara Kopi Corner. Dengan demikian, teman-teman yang datang berkunjung bisa ngobrol sambil ngopi hingga lupa waktu.

Bagi Jhon dan Caro, seorang pendaki gunung harus bisa bertanggung jawab terhadap diri sendiri, sesama makhluk hidup dan lingkungan sekitar sehingga dapat berkontribusi menjaga kesinambungan alam. Keduanya sepakat bahwa gunung sudah menjadi candu, hanya tujuan tiap individu berbeda-beda. Keduanya juga berkata bahwa ada esensi spiritual dari sebuah pendakian gunung; merasa kecil di tengah alam semesta dan membuat semakin dekat dengan Sang Pencipta.

Bagian yang paling menarik adalah ketika Caro berbagi pengalaman saat mendaki gunung Aconcagua di Argentina yang memiliki ketinggian 6.962 mdpl. Gunung Aconcagua adalah gunung keempat dari rangkaian pendakian Wissemu. Caro harus terhenti di tengah jalan saat summit karena mengalami apa yang dia sebut ‘tragedi hidup’. Singkat cerita, Caro mengalami AMS (Acute Mountain Sickness) dan segera dilarikan dengan helikopter dari basecamp ke rumah sakit kota terdekat di Argentina. Caro mengalami koma 2 hari karena ada pembuluh darah pecah di otak dan harus mengalami tindakan operasi. Sejak kejadian itu Caro pun tidak ikut lagi mendaki puncak gunung di benua lainnya. Namun, kontribusinya sebagai tim pendukung Wissemu masih berjalan hingga pendakian terakhir di Everest.

Event Cerita & Kopi berlangsung sekitar 3 jam tanpa terasa karena teman-teman yang hadir aktif bertanya dan berbagi pengalaman. Rangkaian acara pun diakhiri dengan foto bareng. Terima kasih untuk para narasumber dan teman-teman yang sudah jauh-jauh datang.

Sama halnya seperti kopi yang menjadi candu, gunung pun begitu; menjadi candu bagi para petualang untuk merasai hidup. Dan lingkaran pertemuan sederhana terkadang menjadi obat saat rindu tualang membuncah.

* Ditulis oleh Andika Anjani untuk Travelnatic

Dokumentasi :

Suasana Cerita & Kopi di Nusco Corner. Dok. Andika Putri
Sebarkan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Follow Travelnatic:

Travelnatic Magazine is magazine about tourism and traveling in Indonesia or by Indonesian. Every people can shared their travel story here. Send me by email at redaksi@travelnatic.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *