Ciwidey, Rancaupas, dan Pesona Alam Bandung Selatan

Ciwidey, Rancaupas, dan Pesona Alam Bandung Selatan

posted in: Destination | 1

Bandung Selatan, memang surganya wisata alam. Berbagai destinasi wisata bertema alam ada disini. Baik berupa selusur sungai dengan wisata arum jeram, air terjun dengan berbagai bentuk, danau-danau yang penuh mitos, pegunungan dengan keindahan matahari terbitnya, kawah-kawah gunung api yang eksotis, sampai pada wisata dimana kita dapat berinteraksi dengan hewan yang tak lazim. Semua wisata ini dibangun oleh pemerintah yang bekerja sama dengan masyarakat sekitar agar sektor pariwisata dapat menjadi nilai ekonomi utama bagi Bandung Selatan.

Kegiatan wisata di Bandung Selatan selebihnya terdapat di dataran tinggi. Tepatnya di ketinggian 800-1900 meter di atas permukaan laut. Salah satu puncak gunung yang sering menjadi tujuan utama wisata minat khusus untuk menanti matahari terbit, yaitu Gunung Malabar. Salah satu puncaknya, Puncak Mega berada di ketinggian 2223 meter di atas permukaan laut.

Pariwisata di Bandung Selatan memadukan alam yang masih asri dengan udara yang bersih dan segar. Sehingga bila akhir pekan, masyarakat di kota besar selalu menjadikan Bandung Selatan ini tempat untuk melepas penat dan rekreasi bersama keluarga.  Jarak tempuh yang tidak terlalu jauh pun merupakan alasan lain mengapa Bandung Selatan selalu diminati.

Morfologi atau bentuk alam Kota Bandung yang menyerupai sebuah mangkuk, dengan Kota Bandung sebagai pusat pemerintahannya yang berada tepat di tengah cekungan mangkuk tersebut, membuat udara seluruh kota terasa panas. Terlebih berbagai polusi dari kendaraan yang padat di kota membuat udara tak lagi nyaman. Itu sebabnya, bila akhir pekan tiba, masyarakat di Kota Bandung selalu mencari tempat-tempat yang dapat menyegarkan dan menenangkan kembali pikiran mereka. Tempat yang mereka tuju tak lain adalah dataran tinggi yang memiliki udara segar.

Jajaran pegunungan yang mengitari Kota Bandung menjadi nilai lebih untuk pengembangan pariwisata. Banyak objek yang potensial jika dikembangkan lebih baik lagi untuk menjadi tempat wisata yang favorit. Tentunya, dengan kerjasama yang baik antara pemerintah dengan instansi tertentu juga masyarakat setempat. Yang nantinya, lokasi tersebut akan meningkatkan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.

Baik di utara, timur, selatan, maupun barat dari Kota Bandung, semua berupa jajaran pegunungan hasil dari aktivitas vulkanisme pada ribuan tahun silam. Meninggalkan jejak berupa landskap alam yang rupawan. Dari sinilah tumbuh berbagai objek pariwisata. Ditambah dengan cerita rakyat yang membuat objek tersebut selalu diminati oleh wisatawan warga Bandung sendiri bahkan sampai wisatawan mancanegara.

Tempat berwisata yang paling populer di sekitar Bandung Selatan adalah di kawasan Ciwidey. Berketinggian sekitar 1200-1900 meter di atas permukaan laut. Udaranya sangat sejuk. Karena berada di kaki Gunung Patuha, alamnya pun sangat subur. Disini, terdapat berbagai objek wisata yang sangat digemari oleh berbagai kalangan masyarakat. Mulai dari usia anak-anak, remaja, sampai usia tua pun ada disini. Paduan panorama alam yang indah dengan nuansa pedesaan yang masih terjaga membuat wisatawan nyaman dan selalu ingin untuk berkunjung kembali di lain waktu.

Wisata yang ada di kawasan Ciwidey ini beragam. Seperti wisata kawah gunung api, wisata danau, perkebunan teh dan kopi, wisata pemandian air panas, outbound, bumi perkemahan, dan lain-lain. Semua wisata itu berkembang berkat populernya kawasan Ciwidey sebagai salah satu pusat wisata alam yang berada di Bandung Selatan. Wisatawannya pun bahkan banyak yang berasal dari mancanegara.

Bumi perkemahan Rancaupas di kawasan Ciwidey. Dok. Rendy Rizky Binawanto
Bumi perkemahan Rancaupas di kawasan Ciwidey. Dok. Rendy Rizky Binawanto

Salah satu lokasi wisata yang masih terbilang baru adalah Bumi Perkemahan Rancaupas. Berada di kaki Gunung Patuha yang memiliki ketinggian sekitar +1746 meter di atas permukaan laut. Bila pagi tiba, dinginnya sangat menusuk kulit. Disarankan bila berkemah di tempat ini untuk membawa jaket tebal yang dapat menahan rasa dingin.

Kondisi hutan di kawasan perkemahan Rancaupas ini masih tertutup rapat. Hutan tropis tersebut harus selalu dijaga sebagai tempat tinggalnya macan tutul dan owa jawa yang kini habitatnya terancam punah. Selain itu, fungsi hutan tropis Patuha juga sebagai tata air tanah yang menjaga keberlangsungan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di lereng Gunung Patuha.

Bumi Perkemahan Rancaupas terletak pada koordinat 7o8’21,52” Lintang Selatan dan 107o23’27” Bujur Timur. Suhu rata-rata pada siang hari berkisar 20o-25oC dan pada malam hari berkisar 15o-20oC. Letaknya dikelilingi oleh punggungan Gunung Patuha. Angin bertiup pelan karena terhalang oleh dinding alam yang ditumbuhi pepohonan. Kecepatan angin yang mencapai bumi perkemahan sangat lemah. Angin yang berhembus dari puncak Gunung Patuha menuruni lereng hingga mencapai Bumi Perkemahan Rancaupas berkecepatan sekitar 4 km/jam. Kelembaban udaranya pun sangat tinggi karena berada diantara hutan hujan tropis yang rapat dengan intensitas hujan yang tinggi.

Lokasi ini sangat tepat untuk dijadikan tempat berkemah. Tempatnya berundak dengan beberapa danau buatan terdapat di kawasan perkemahan. Namun, bila hujan tiba dan mengguyur area perkemahan ini, air akan segera menggenangi permukaan tanah. Disarankan bila wisatawan mendirikan tenda di area yang lebih landai dan rendah untuk membuat parit kecil sebagai saluran air. Tujuannya agar aliran air tidak membasahi dan menggenangi tenda.

Sebelum era tahun 80-an sedikit sekali orang yang mengunjungi kawasan ini. Rancaupas yang saat ini berupa area perkemahan dahulu masih berupa rawa yang dipenuhi tumbuhan air. Kata Rancaupas terdiri dari dua suku kata dalam Bahasa Sunda, yaitu Ranca, yang berarti Rawa dan Upas yang berarti Racun.

Konon, dahulu kawasan Kawah Putih dan Rancaupas, Ciwidey, ini merupakan area yang berbahaya. Bila seseorang menghampiri kawasan tersebut, nyawalah taruhannya. Seringkali ditemukan burung-burung yang mati terjatuh ketika melintasi kawasan tersebut. Terutama di kawasan area Kawah Putih, Ciwidey. Masyarakat dahulu kemudian mengklaim bahwa kawasan ini adalah kawasan yang angker, sehingga tidak ada satupun yang berani ke tempat tersebut.

Setelah ada seorang ahli yang bernama Franz Wilhelm Junghuhn datang ke area tersebut, barulah terbuka tabir yang selama ini menyelimuti cerita angker di kalangan masyarakat. Kawah Putih yang merupakan kawah hasil letusan samping Gunung Patuha tua mengandung belerang dengan tingkat keasaman yang sangat tinggi. Suhu permukaannya mencapai 41o-42o Celcius, padahal suhu udara sekitarnya yang hanya 19oC. Hal ini menyebabkan uap belerang terapung-apung di udara. Bila terhirup oleh manusia akan menyebabkan sesak nafas. Itulah yang menyebabkan burung-burung mati lemas ketika melewati kawasan ini.

Sedangkan Upas disini berupa kawasan rawa yang banyak ditumbuhi oleh pohon dengan nama latin moraceae atau sejenis beringin, tin, pohon bodhi, dan murbei yang beracun. Itu sebabnya, kawasan ini dinamai oleh masyarakat sebagai Rancaupas, Rawa yang beracun.

Berkemah di Bumi Perkemahan Rancaupas sangat mengasyikan. Karena kelembaban udara yang tinggi, saat fajar tiba, butiran-butiran air terlihat menggantung pada rerumputan dan dedaunan. Embun-embun itu terlihat segar. Bila kita berucap, akan terbawa asap putih keluar dari mulut. Itu menandakan suhu udara yang dingin. Diantara kolam-kolam terlihat sejumlah ikan dipermukaan air berebut mendapatkan pakan ikan yang diberikan oleh seorang peternak dikawasan tersebut. Diantara pucuk-pucuk pohon pun, burung-burung terdengar saling menyapa berirama.

Kesegaran embun pagi di Bumi Perkemahan Rancaupas hilang sudah setelah matahari menghangatkan kawasan ini. Butiran-butiran air itu menguap ke udara. Hanya sesaat kita dapat menikmatinya. Namun, itu hanya sedikit keindahan yang dapat kita lihat. Masih banyak objek lain yang ditawarkan Bumi Perkemahan ini. Salah satunya adalah alam yang ditata apik, membuat siapa saja betah berada disini. Air mengalir jernih dengan sedikit kandungan belerang, menguning di teras parit-parit saluran air.

Di Bumi Perkemahan Rancaupas terdapat beberapa objek yang dapat kita nikmati. Selain wahana perkemahan yang luas, adapula wahana outbound bagi semua kalangan. Wahana ini seringkali dipakai untuk melatih mental serta fisik para wisatawan yang berkunjung. Selain itu wahana outbound tersebut seringkali dipakai untuk kegiatan diklat dari berbagai kalangan dan instansi.

Di wahana outbound tersebut terdapat beberapa permainan. Salah satu unggulannya yaitu wahana flying fox. Melayang di udara dengan seuntai tali yang menghubungkan dua lokasi berbeda. Dibantu dengan seutas tali rajut yang kuat dipinggang dan kita bebas mengekspresikan diri ketika badan meluncur kencang melewati sebuah danau buatan. Perasaan akan tercampur-aduk. Ketika berteriak, disitulah pikiran kita akan merasa ringan kembali.

Selain wahana flying fox, masih banyak wahana lain yang tidak kalah menariknya. Salah satunya yaitu Burma Bridge atau wahana yang mengutamakan keseimbangan badan. Kita harus mampu melintasi sebuah tantangan, yaitu berjalan di atas ketinggian tertentu dengan seuntai tali rajut yang kecil dengan bantuan pegangan sebuah tali yang melambai. Swing Stair atau wahana untuk usia anak-anak. Shake Stair, Bungy Trampolin, Cano, Sepeda, dan juga Horse Riding.

Selain wahana outbound, ada juga pemandian air panas. Bentuknya menyerupai waterboom kecil. Ada beberapa wahana air juga dalam pemandian air panas tersebut. Air panas yang dihasilkan oleh aktivitas Gunung Patuha banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dan pelaku pariwisata untuk menarik wisatawan. Salah satunya yang berada di kawasan Bumi Perkemahan Rancaupas. Di udara yang dingin, sangat nyaman bila badan kita direndam oleh air yang hangat. Disarankan untuk mencoba pemandian air panas ini pada pagi hari. Ketika uap belerang yang dihasilkan masih terbilang lemah atau sedikit.

Masih ada lagi objek wisata lain yang terdapat di kawasan Bumi Perkemahan Rancaupas ini, yaitu Penangkaran Rusa. Rusa yang terdapat di bumi perkemahan ini berjenis Cervus Timorensis. Rusa yang memiliki tanduk panjang dan juga bercabang. Wisatawan dapat menyaksikan secara langsung dari jarak yang tak terlalu jauh dengan rusa-rusa tersebut. Terlebih ketika sang pawang rusa memanggil rusa tersebut dengan sebuah siulan, rusa-rusa langsung menghampiri sang pawang.

Ketika rusa-rusa tersebut telah berkumpul di dekat sang pawang, barulah kita dapat memegang juga berfoto ria bersama rusa-rusa tersebut. Banyak pula wisatawan yang memberikan pakan berupa sayuran seperti wortel dan juga rerumputan. Disarankan untuk dapat bermain bersama rusa-rusa besar ini. Berkunjunglah sekitar pukul dua siang, karena disaat-saat itulah waktu rusa mencari makan dan keluar dari persembunyiannya.

Bumi Perkemahan Rancaupas merupakan tempat perkemahan yang terbilang komplit. Jarak dari Kota Bandung tidak terlalu jauh, sekitar 50 km atau dapat ditempuh dengan waktu 2-3 jam menggunakan kendaraan roda empat. Jalannya menanjak dan berkelok melewati perbukitan tua sekitar Soreang-Ciwidey. Aksesnya sudah teraspal dengan baik. Namun, jika tiba di musim penghujan harap berhati-hati ketika melewati jalanan ini. Longsor masih sering terjadi karena banyaknya penambangan di sekitar areal perbukitan tersebut.

Tarif masuk untuk memasuki kawasan Bumi Perkemahan Rancaupas ini sangat terjangkau. Untuk satu orang wisatawan lokal dikenai biaya masuk sebesar Rp 10.000. Ini diluar biaya berkemah dan juga objek wisata lainnya. Untuk berkemah satu malam akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 10.000. Untuk memasuki wahana outbound kita dikenakan biaya tambahan untuk setiap wahana yang tersedia. Tarif yang dikeluarkan tidak lebih dari Rp 15.000 untuk satu wahana.

Begitu pula untuk wahana waterboom air panas dan penangkaran rusa, masing-masing akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 15.000 per orang. Semua biaya itu tidak ada artinya bila dibandingkan dengan keindahan dan fasilitas yang diberikan. Tidak akan kita temukan di daerah lain suasana seperti di Bumi Perkemahan Rancaupas ini. Menikmati alam yang asri dengan harga yang terjangkau, itulah Bumi Perkemahan Rancaupas.

Kawasan pegunungan yang melingkupi Kabupaten Bandung membuat kawasan ini memiliki banyak tempat wisata alam. Dok. Rendy Rizky Binawanto
Kawasan pegunungan yang melingkupi Kabupaten Bandung membuat kawasan ini memiliki banyak tempat wisata alam. Dok. Rendy Rizky Binawanto

Setelah menikmati alam Rancaupas jangan lupa membeli buah tangan khas dari kawasan Ciwidey. Ciwidey terkenal akan olahan buah strawberry yang besar dan manis. Banyak sentra olahan strawberry sepanjang jalan penghubung Ciwidey dengan Kota Bandung. Selain olahannya yang beragam, kita pun dapat membeli buah strawberry langsung dari pedagang asongan. Dan tidak kalah asyiknya, kita juga bisa memetik langsung di kebun-kebun strawberry yang terdapat di sekitar kawasan wisata Ciwidey.

Masyarakat Ciwidey banyak yang membudidayakan tanaman ini karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Bila kita berkunjung ke kawasan Ciwidey, banyak sekali halaman rumah warga yang dijadikan tempat untuk menanam strawberry. Ukuran buahnya besar-besar berwarna merah sempurna. Rasanya pun manis sedikit asam. Sangat segar di mulut dan membuat mata menjadi melek.

Berada di ketinggian sekitar 1500-1900 meter di atas permukaan laut, tanaman ini tumbuh subur. Tanah hasil dari letusan Gunung Patuha dahulu membuat unsur hara begitu melimpah. Selain strawberry yang menjadi ciri khas kawasan ini, Ciwidey pun menjadi pemasok sayuran bagi sejumlah kawasan di Bandung dan sekitarnya. Sayur-mayur yang dipanen tiga bulan sekali tersebut tumbuh dengan subur di lereng-lereng Gunung Patuha.

Alam Ciwidey sungguh kaya. Selain banyak objek alam yang dapat membangun perekonomian setempat, juga keadaan alamnya sangat subur. Inilah salah satu kekayaan Bandung Selatan. Daerah yang dijejali pegunungan vulkanik pada masa dahulu kini mendapat hikmahnya berupa alam yang begitu indah. Semoga, kawasan Bandung Selatan ini akan selalu terjaga dan tetap indah bila pagi menyapa. [Rendy Rizky Binawanto/End]

Penyunting : Nurul Amin

Sebarkan :
  • 275
  • 221
  • 196
  •  
  •  
  •  
    692
    Shares
Follow Rendy Rizky Binawanto:

Rendy Rizky Binawanto, seorang mahasiswa Geografi di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Universitas Bale Bandung. Ia seorang pejalan yang gemar bercerita. Cerita perjalanannya ia bagikan lewat beberapa media. Sebagai seorang geograf, sebuah perjalanan sangatlah berarti untuknya. Selain untuk penelitian lapangan juga untuk mengenali keunikan di setiap daerah yang ia kunjungi. Motivasinya dalam menjelajah adalah untuk menyebarkan keindahan dan kekayaan alam serta masyarakat yang hidup didalamnya, di luar lingkup orang-orang tinggal. Hal ini agar mereka bergerak dan menyebarkannya kembali kepada mereka yang diam.

One Response

  1. Cindy Cintia

    Kerreeennn rend.. Tingkatkan rend..
    Good luck👍👍👍

Komentar anda?