Curug Cuban Rondo, Tempat Janda Muda Menanti Suaminya

posted in: Destination | 0

Dalam bahasa jawa, curug Cuban Rondo artinya air terjun janda. Curug Cuban rondo menyimpan legenda unik. Berawal dari sepasang pengantin baru. Mempelai wanita bernama Dewi Anjarwati dari gunung Kawi dan mempelai pria bernama Raden Baron Kusumo dari gunung Anjasmoro. Setelah usai pernikahan, Dewi Anjarwati mengajak suaminya berkunjung ke gunung Anjasmoro.

Curug Coban Rondo dibandingkan dengan pengunjung. Dok. Melissa Siahaya
Curug Coban Rondo dibandingkan dengan pengunjung. Dok. Melissa Siahaya

Namun orang tua Dewi Anjarwati melarang kedua mempelai pergi karena usia pernikahan mereka baru berusia 36 hari atau selapan (dalam bahasa jawa). Namun kedua mempelai tersebut bersikeras pergi dengan resiko apapun yang akan terjadi di perjalanan.

Saat di tengah perjalanan, mereka berdua terkejut dengan kehadiran JokoLelono, yang tidak jelas asal-usulnya. Joko Lelono terpikat dengan kecantikan Dewi Anjarwati dan berusaha merebutnya. Pada akhirnya terjadilah perkelahian antara Raden Baron Kusumo dengan Joko Lelono. Pada para pembantu atau disebut juga puno kawan yang menyertai kedua mempelai tersebut, Raden Baron Kusumo berpesan untuk menyembunyikan Dewi Anjarwati di dalam ruangan yang terdapat di curug coban rondo (air terjun).

Pertarungan antara Raden Baron Kusumo dengan Joko Lelono berlangsung sengit dan sama kuat. Pertarungan tersebut merenggut nyawa kedua petarung. Akibatnya Dewi Anjarwati menjadi sebuah janda yang dalam bahasa jawa disebut rondo. Sejak saat itu, curug tempat persembunyian Dewi ANjarwati disebut curug coban rondo yang artinya air terjun janda. Konon dibawah air terjun terdapat tempat tinggal Dewi Anjarwati dan batu besar yang berada tepat dibawah air terjun merupakan tempat duduk sang putrid yang merenungi nasibnya.

Curug Cuban Rondo berlokasi di desa Pandesari, kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa timur. Curug Cuban rondo berjarak 12 km dari kota Batu dengan waktu tempu sekitar 20-30 menit. Akses menuju air terjun ini sangat mudah, karena kondisi jalan yang beraspal, lebar, luas dan mulus. Namun jalannya menanjak, berbelok-belok karena banyak likukan dan sebelah kiri tebing yang tinggi dan sebelah kanan jurang yang dalam.

Pengunjung Curug Coban Rondo. Dok Nurul Amin
Pengunjung Curug Coban Rondo. Dok Nurul Amin

Sebuah papan petunjung yang besar akan memberikan petunjuk berbelok ke arah kiri untuk keluar dari jalan raya dan masuk ke kawasan curug Cuban rondo. Dari patung sapi yang terdapat di belokan, perjalanan dilanjutkan sekitar 4km agar bisa sampai ke curug Cuban rondo. Tiket masuk air terjun ini sebesar Rp.15.000,- dan biaya parkir kendaraan bermotor empat sebesar Rp3000,- atau kendaraan roda dua sebesar Rp1000,.

Cuban rondo memiliki ketinggian sekitar 84m dan berada di ketinggian 1.135 Mdpl. Airnya berasal dari sumber di Cemoro Dudo, lereng gunung Kawi dengan debit 150 liter perdetik di musim kemarau.

Sebelum menjadi Cuban Rondo, sebetulnya di atasnya ada air terjun kembar yang disebut air terjun manten. Mengalir ke bawah, air terjun itu bersatu menjadi air terjun dudo. Uniknya, air terjun dudo mengalir ke bawah menjadi Cuban Rondo. Sumber air dari ketiga air terjun itu berada di Kepundan. Satu lahan tanpa satu pohon pun yang tumbuh diatas lahan tersebut. Kepudan berada tepat diatas air terjun manten. Jika teman-teman hendak melihatnya, maka sangat disarankan untuk berhati-hati dan tenaga ekstra. Karena selain jalanan menuju Kepudan sangat licin, juga cukup jauh sekitar 3-4km ditempuh jalan kaki.

Dasar air terjun Curug Cuban Rondo. Dok. Nurul Amin
Dasar air terjun Curug Cuban Rondo. Dok. Nurul Amin

Air di curug Cuban Rondo sangat segar, namun teman-teman dilarang mandi di bawah air terjun. Kenapa? Ini demi keamanan. Air terjunnya yang tinggi dikhawatirkan membawa serta meterial batu atau keriki. Pemandangan di sekitar curug Cuban Rondo masih sangat sajuk karena banyak pohon besar yang tumbuh di sekitar curug Cuban Rondo. Di kawasan wisata curug Cuban Rondo juga terdapat beberapa arena bermain anak dan remaja. Bisa juga menjadi tempat camping bersama keluarga atau tempat untuk outbon siswa/siswi atau mahasiswa.

Banyak terdapat pedagang kaki lima di dekat tempat parker, teman-teman tidak perlu membawa makanan, cemilan ataupun minuman dari kota karena harga makanan, cemilan dan minuman di tempat ini sangat terjangkau dan tak kalah enaknya dengan makanan di kota.

Curug Cuban rondo merupakan salah satu objek wisata yang harus dikunjungi saat teman-teman berwisata ke kota Malang atau kota Batu. [Melissa Siahaya/End]

Sebarkan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Follow Melissa Siahaya:

Tinggal di Manokwari, Papua Barat. Menyukai kegiatan traveling dan kuliner. Mulai suka mendaki gunung sejak tahun 2012. Fresh graduate.

Komentar Pembaca