Rela “Ngerangkak” Demi Curug Pareang

Rela “Ngerangkak” Demi Curug Pareang

posted in: Destination | 0

Kami manjat harus pinter-pinter pilih jalur, apalagi kalau nengok ke belakang, ternyata lumayan tinggi juga dan batu-batu yang cukup tajam keliatan berserak dibawah.

Berhubung ini one day trip dan aga jauh juga jaraknya, jadi subuh kami udah berangkat dari Bandung. Sekitar jam 04.00 kami sudah masuk tol menuju Padalarang. Kami janjian dengan satu teman lagi di Kota Sukabumi. Kalau jalan subuh kaya gini, Bandung-Sukabumi juga bisa cuman kurang dari dua jam, biasnaya sih bisa tiga jam, malah lebih kalau arus lalinnya lagi lucu-lucunya. Sekitar jam 06.00 kami sudah melipir sarapan di Kota Sukabumi, sudah bareng teman kami yang janjian di Sukabumi tentunya. Beres sarapan, kami pun meluncur lagi. Curug Pareang yang bakal kami datengin ini ada di Desa Sindangresmi, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Mobil kami pun me-luncur menuju Pasar Pangleseran, Gunung-guruh. Jalur yang ba-kal kami lewati ini sama seperti jalur ke Ujunggenteng. Jadi cu-kup aman, ga usah pake nyasar dan buang-buang waktu. Perjalanan dari Kota Sukabumi sampe ke darah Pasar Pangleseran cukup monoton, apalagi kami udah pergi dari jam 04.00, ngantuuuk. Sampe belok di Pasar Pangleseran, ngantuk pun ilang.

Jalan dari pasar ini sampe ke daerah pabrik dan penambangan batu kapur cukup rusak, rusak banget malah. Medan jalannya kebanyakan turun sampe nyebrang Sungai Cimandiri dengan lubang yang gede. Malah udah hampir mirip danau di tengah jalan. Jalannya berkelok-kelok. Kalau melintas di sini sekitar pukul 06.30 – 08.00 WIB mungkin masih belum banyak truk aneka ukuran yang lewat, paling hanya beberapa ELF dari arah Selatan menuju Kota Sukabumi. Setelah Sungai Cimandiri, jalan mulai nanjak dan masih berkelok-kelok. Sampai sini kami harus mulai memperhatikanpenanda jalan masuk ke Curug Pareang. Dari salah satu sumber yang saya baca, jalan masuknya ada di kanan jalan dan ada pangkalan ojeknya. Jalannya lebih kecil dari jalan utama Jampang Tengah. Gampang-gampang susah sih nyarinya berhubung emang disekitar sini ga begitu banyak belokan dari jalan utama, tapi kalau ga jeli ya bisa kelewat juga.

Akhirnya saya lihat papan penunjuk arah seadanya menuju Curug Pareang di kanan jalan (kalau dari arah Kota Sukabumi). Ga begitu jauh abis kami belok, jalannya langsung berubah dari aspal yang lapisannya ilang jadi jalan rusak parah dan batu-batunya banyak yang lepas. Jalannya ngelewatin perkebunan dan ada deretan bukit kecil di sisi kanan jalan. Selepas turunan yang lumayan panjang, barulah masuk ke desa kecil. Jalannya masih sama, malah lebih berbatu dan masih ada beberapa turunan yang lumayan curam tapi pendek-pendek. Ga terlalu banyak percabangan jalan, jadi kami bisa cukup menghemat waktu. Sampai di ujung jalan, jalannya sedikit nyerong, ikutin aja terus. Akhirnya kami pun nemuin saung kecil di pinggir jalan dan portal.Lanjutkan Membaca ….

Sebarkan :
  • 231
  • 147
  • 124
  •  
  •  
  •  
    502
    Shares
Follow Dya Iganov:

Tinggal di Bandung. Menggemari kegiatan traveling sejak kecil. Aktif di Voluntrider (Rider - Volunteer) Perjalanan Cahaya. Aktif mempromosikan wisata Indonesia, khususnya Jawa Barat lewat artikel diberbagai majalah dan blog. Pemilik www.dyaiganov.com

Komentar anda?