DENGDENG, SATU NAMA EMPAT LOKASI

posted in: Destination | 0

Namun tak jarang juga di beberapa tempat atau daerah ada lebih dari satu air terjun memiliki nama yang sama. Salah satunya di daerah Tasikmalaya dan Ciamis. Terdapat empat buah Air Terjun yang memiliki nama sama dengan tempat yang berbeda.

 

Air Terjun/ Curug (bahasa Sunda) menurut Wikipedia adalah formasi geologi dari arus air yang mengalir melalui suatu formasi bebatuan yang mengalami erosi dari jatuh ke bawah dari ketinggian. Secara sederhananya, air terjun adalah air yang melewati jeram jatuh bebas ke dasar sungai. Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke memiliki ribuan gunung, lembah dan sungai. Tentunya banyak terdapat potensi air terjun. Mulai dari yang berukuran kecil sampai yang berukuran besar.

Tidak sedikit fenomena alam berupa air terjun ini menghasilkan manfaat dari segi ekonomi melalui sektor pariwisata. Setiap air terjun/ curug ini memiliki nama. Nama-nama yang di berikan terhadap air terjun di tiap daerah berbeda-beda. Penamaan air terjun biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama oleh karakteristik air terjun itu sendiri. Kedua, kearifal lokal. Ketiga adat serta budaya. Keempat berdasarkan legenda dari masing-masing daerah.

Karakteristik dan legenda biasanya yang paling sering digunakan sebagai penamaan air terjun.  Air Terjun Sawer, misalnya. Nama tersebut di ambil dari karakteristik air terjun tersebut yang memiliki aliran yang Menyawer atau rintikan air yang menyebar seperti sedang disawer (bahasa Sunda).

Namun tak jarang juga di beberapa tempat atau daerah ada lebih dari satu air terjun memiliki nama yang sama. Salah satunya di daerah Tasikmalaya dan Ciamis. Terdapat empat buah Air Terjun yang memiliki nama sama dengan tempat yang berbeda. Nama air terjun tersebut adalah Dengdeng. Mungkin di daerah lain ada juga air terjun yang memiliki nama Dengdeng? Jika ditelusuri lebih dalam nama Dengdeng dari setiap daerah yang ada di Tasikmalaya dan Ciamis ini memiliki banyak versi. Hal ini pun sesuai dengan pemaparan dari warga.

Versi yang pertama. Nama Dengdeng berasal dari karakteristik curug tersebut. Dengdeng berasal dari bebatuan curug yang membentuk Bedengan atau semacam dinding lurus membentuk tangga. Nah, dari nama Bedengan inilah lahir nama Dengdeng.

Versi yang kedua. Nama Dengdeng berasal dari karakteristik aliran airnya. Pada beberapa waktu yang lalu, pernah ada kejadian di air terjun tersebut datang banjir bandang secara tiba-tiba. Banjir bandang tersebut terjadi baik ketika hujan ataupun sedang tidak hujan. Nama atau istilah air besar/ banjir yang datang secara tiba-tiba ini dalam bahasa Sunda sering disebut Caah Dengdeng. Dari alasan kedua versi penamaan Curug Dengdeng tersebut, keduanya bisa masuk akal. Sebab, kedua alasan tersebut tidak terlalu jauh jika di kaitkan atau di dekatkan dengan nama Dengdeng.

Selain dari kesamaan nama Dengdeng, ternyata curug-curug tersebut memiliki kesamaan lainnya yaitu : ke empat Air Terjun Dengdeng tersebut memiliki ukuran sungai/ aliran air yang lebar. Memiliki tingkatan air terjun dengan tinggi lebih dari 8 meter. Sering disebut atau diberi julukan Air Terjun Niagara/ Mini Niagara. Merupakan air terjun non permanen. Ketika musim kemarau air terjun tersebut bisa kering total dan akan terisi air kembali pada saat musim hujan.

Empat Curug Dengdeng di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis

Air Terjun Dengdeng yang berada di Desa Tawang, Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya. Air Terjun ini sudah terkenal di kalangan para wisatawan. Tempat ini sudah dibuka sebagai tempat wisata oleh pemerintah desa setempat. Air Terjun ini memiliki lebar sungai yang sangat panjang sekitar 50-70 meter. Memiliki tingkatan yang berumpak-umpak. Di air terjun ini memiliki banyak lobang sungai atau Pothole. Pothole tersebut bisa digunakan untuk berenang pada saat debit sungai kecil.

Air Terjun Dengdeng yang berada di Desa Cikawunggading, Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya. Air Terjun ini terletak dekat dengan Pantai Pamayang, Cipatujah. Air terjun ini memiliki kolam /leuwi yang lumayan besar. Kolam tersebut cukup dalam dan bisa digunakan untuk berenang. Air terjun ini juga memiliki sungai yang lebar dan memiliki tiga tingkatan.

Air Terjun Dengdeng yang berada di Desa Cigunung, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya. Air Terjun yang berada di Parungponteng ini juga memiliki leuwi/ kolam yang bisa digunakan untuk berenang. Kolam tersebut berkedalaman hingga 2 meter. Kondisi airnya cukup jernih ketika debit sungai kecil.

Air Terjun Dengdeng yang berada di Desa Kalijaya, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis. Air Terjun ini juga memiliki sungai yang lebar. Kondisi air sungai agak keruh. Bahkan kecoklatan, sehingga agak kurang cocok untuk dipakai berenang.

 

Galeri Foto

(1) Curug Dengdeng yang berada di Pancatengah, Tasikmalaya. Foto: Dokumentasi Gunawan Mochammad

 

(2) Curug Dengdeng yang berada di Cipatujah, Tasikmalaya. Foto: Dokumentasi Gunawan Mochammad

 

(3) Curug Dengdeng yang berada di Parungponteng, Tasikmalaya. Foto: Dokumentasi Gunawan Mochammad

 

(4) Curug Dengdeng yang berada di Banjaranyar. Ciamis Foto: Dokumentasi Gunawan Mochammad

 

Sebarkan :
  • 115
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    115
    Shares
Follow Gunawan Mochammad:

Tinggal di Tasikmalaya menggemari kegiatan travelling terutama di bidang waterfaller/ curuger. Aktif mempromosikan wisata daerah priangan timur khususnya, daerah sendiri, Tasikmalaya lewat blog. Pemilik www.ngabolangngabolang.blogspot.com

Latest posts from

Leave a Reply