Desa Penglipuran Tak Tergilas Oleh Zaman

Desa Penglipuran Tak Tergilas Oleh Zaman

posted in: Otherside | 0

Santun, kental akan tradisi budaya serta kelembutan tergambarkan dari setiap pribumi yang berada di masyarakat suku asli Aga. Pesona alam yang indah nan menawan menjadi salah satu pelipur lara bagi pendatang. Bali adalah tempat yang syahdu untuk mengenal dan mengetahui keberadaan budaya yang tak tergores ataupun tergerus oleh zaman.

Mulai dari rumah biasa, pengusaha kelontong, pengusaha menengah hingga gedung-gedung besar menjelaskan bahwa pemiliknya adalah mereka yang asli dari sukunya. Terlihat dari sanggah dan tugu (tempat sembahyang) yang berdiri kokoh di depan pekarangan. Tak terbesit rasa malu, bahkan cenderung bangga menjelaskan budaya dalam memeluk keyakinan pribadi. Kedatangan wisatawan lokal serta mancanegara sekalipun tak membuat keyakinan mereka goyah. Justru sebaliknya, mereka bangga untuk menjelaskan kepada pendatang tentang identitas yang dipegang.

Bali menjelaskan kepada daerah-daerah lain untuk siap dan sigap dalam menghadapi kemajuan zaman yang terus membawa perubahan. Menjaga, melestarikan hingga menarik minat wisatawan luar untuk datang menyapa, membuat identitasnya kekal dan abadi. Konsep  perpaduan tradisi budaya dengan keindahan alam nan memukau menjadi nilai lebih dalam menarik wisatawan.

Pantai Kuta, Pantai Jimbaran, Gunung Batur, Gunung Agung, Kintamani, Ubud,  Hutan Mangrove, Pura Besakih, Taman Gili Semara Jaya, Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Renon,  Desa Adat Penglipuran, Padang Bay, dan masih banyak yang lainya menjadi bagian dalam konsep budaya serta wisata di pulau dewata. Tercium aroma harum semerba, tatkala melangkahkan kaki mengunjungi daerah wisata dengan budaya yang kental ini.

Harum semerbak yang dikeluarkan oleh dupa  terbakar di sebuah canang atau banten, menandakan mereka tetap melestarikan apa yang dianutnya. Nampan (canang atau banten) yang berisi beberapa rangkaian dengan jepunnya, bunga kertas dan lain-lain menjadi satu kesatuan yang tak pernah hilang.

Aktivitas itu yang menjadi pelengkap kentalnya budaya serta menarik minat bagi para pelancong untuk datang. Aktivitas yang beranekaragam, mulai dari ngaben, ngaturan upeti, upacara melasti dan lainya, selalu menjadi pusat perhatian bagi pengunjung yang ingin menikmati identitas budaya yang dilestarikan oleh pribumi.

Dari pantai yang berbaris berdampingan dengan bandara, membuat mereka para pendatang dapat menyaksikan dengan seksama proses terbang dan mendarat sebuah pesawat. Di samping itu, kota ini begitu terawat kebersihannya, tak ada sampah berserakan sedikitpun bersanding dengan keindahan alam nan permai. Deburan ombak yang seirama menjadi indah ketika bertemu dengan pasir putih yang mengelilingi. Hutan-hutan mangrove yang berbaris mengelilingi kota dengan tujuan menjaga daratan dari kikisan air laut.

Danau-danau indah nan mempesona di kaki gunung, menjadi sempurna tatkala udara sejuk diselingi hembusan angin dingin meraba setiap jengkal kulit yang terbuka. Udara yang begitu bersahabat, pura sebagai tempat ibadah, menjadi pelengkap sebuah budaya yang disandingkan dengan pariwisata.

KEARIFAN LOKAL DI DESA PENGLIPURAN

Sebarkan :
  •  
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares
Follow Selusur Nusantara:

Latest posts from

Komentar anda?