Wisata Bahari, Pilihan Favorit Erlina Puspasari

Solo Traveling memberi kebebasan lebih pada Erlina untuk mengeksplorasi tempat yang dikunjunginya. Dok. Erlina Puspasari
Solo Traveling memberi kebebasan lebih pada Erlina untuk mengeksplorasi tempat yang dikunjunginya. Dok. Erlina Puspasari

Lebih Menyukai Solo Traveling

Erlina lebih menyukai bepergian sendiri. Tidak terselip rasa khawatir yang besar ketika harus melakukan perjalanan seorang diri. Banyak manfaat yang dirasakannya saat harus berpetualang seorang diri.

“Terkadang  saat kamu melakukan perjalanan seorang diri, kamu akan tahu kapasitas yang ada dalam dirimu.”

Erlina merasa bahwa inilah saat baginya untuk tidak menggantungkan hidup pada orang lain dan untuk mengatasi rasa takut yang ada dalam dirinya ketika tidak ada seorang pun untuk dimintai pertolongan. Termasuk juga belajar untuk ekstra hati-hati menjaga diri sendiri. Jika harus pergi beramai-ramai pun, dia memilih untuk tidak terlalu ramai. Yang pasti, dia akan pergi dengan teman-teman petualang dan bukan sahabat yang biasanya menghabiskan waktu bersama-sama di Surabaya. Erlina memiliki sahabat tersendiri saat harus pergi ke gunung dan saat harus pergi menikmati laut. Dari sekian banyak sahabat yang dimilikinya, perempuan yang memiliki tinggi 170 cm ini memulai perkenalan dan pertemanannya dari sebuah kunjungan dan petualangan yang dilakukannya. Berbincang-bincang tentang banyak hal, kemudian menjadi akrab, dengan latar belakang hobi yang sama, maka terciptalah yang dinamakan teman seperjalanan.

Perempuan petualang ini merasa wajib merencanakan trip dengan baik dan matang, apalagi karena sekarang ini untuk melakukan sebuah perjalanan teramat susah akibat pekerjaan dan ijin cuti yang tidak mudah.

Kesukaannya berpetualang sejauh ini belum membuatnya mempunyai pengalaman mengerikan saat travelling. Pernah sekali saat melakukan snorkeling di salah satu spot menyelam yang ada di Indonesia. Saat itu karena bandelnya, dia memisahkan diri dari rombongan, akibat dari rombongan yang heboh berfoto. Pada saat itulah dia bertemu dengan segerombolan ikan barakuda yang lewat. Tapi itu tak membuatnya takut dan kapok untuk melakukan snorkeling  lagi.

Selalu Cerita dan Pelajaran dari Perjalanan

Bagi dia kemanapun perginya dan dimanapun tempatnya, selalu ada cerita menarik dibalik sebuah petualangan yang dilakukannya. Bisa menikmati suasana dan lingkungan yang berbeda dari yang biasanya, adat istiadat yang beragam disetiap wilayah, mampu memberikan nuansa dan warna tersendiri dalam dirinya yang sehari-hari harus berkutat dengan pekerjaan. Diving, snorkeling, berjemur sampai warna kulit berubah dan mengelupas, tak membuatnya berhenti menyukai kecantikan laut di Indonesia. Karena sangat sukanya sampai-sampai wisudawan terbaik akuntansi Universitas Widya Kartika 2005 dengan predikat cum laude ini melupakan ritualnya melindungi tubuh dengan sunblock.

Baginya, berpetualang mengajarkannya banyak pelajaran tentang hidup.

“Jangan pernah menyerah karena setiap langkah itu begitu berharga. Dimanapun sesombong apapun kita, kita tidak ada apa-apanya dibanding indahnya gunung dan laut. Bersyukur itu wajib karena itu yang banyak dilupakan manusia. Sering manusia merasa kurang dan kurang dalam hidupnya.”

Pelajaran hidup ini mengingatkannya tentang satu cerita kala dia berkunjung ke Wakatobi. Erlina bertemu dengan anak-anak yang berasal dari keluarga yang tergolong kurang mampu. Setiap harinya mereka hanya bermain di laut sampai kulitnya menjadi hitam. Tetapi tak pernah terlihat wajah sedih di raut mereka. Mereka hanya merasakan apa itu yang dinamakan senang.

KEEP SAFETY, KEEP CLEAN AND KEEP RESPONSIBILITY

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *