Hari Lingkungan Hidup, Mengapa Harus Diingat dan Diperingati?

Hari Lingkungan Hidup, Mengapa Harus Diingat dan Diperingati?

posted in: Otherside | 0

Pertanyaan ini seringkali muncul menjelang dan setelah Peringatan Hari Lingkungan Hidup dilakukan di berbagai kota di Indonesia. Mengapa harus ada satu hari yang diistimewakan jika seharusnya setiap hari kita harus menjaga dan melestarikan Lingkungan Hidup? Sabar dulu, jangan berburuk sangka. Memperingati Hari Lingkungan Hidup pada tanggal 5 Juni bukan berarti meniadakan 364 hari lainnya dalam proses menjaga lingkungan. Kita harus menempatkan hal ini pada konteks sejarah tahun 1972 dan sebelumnya, serta memperhatikan dampak penting tanggal 5 Juni tersebut terhadap proses pelestarian Lingkungan secara global, regional, nasional, dan lokal pasca penetapannya. Setelah itu kita perlu menyikapinya dengan mempertimbangkan permasalahan kekinian yang sedang terjadi.

Travelnatic Magazine – Dalam mempercepat kemajuan industri dan peningkatan ekonomi, serta untuk memenuhi kebutuhan sekunder umat manusia, kebanyakan negara maju pada masa tersebut melakukan eksploitasi besar-besaran terhadap bumi dengan mengesampingkan faktor dampak terhadap lingkungan sekitarnya. Sementara negara berkembang yang tidak memiliki akses teknologi dan sumber daya ilmu pengetahuan yang mumpuni, memilih untuk menjual bahan mentah ke negara-negara maju. Caranya dengan mengeksploitasi sumber daya alam yang mereka miliki tanpa memperhatikan dampak bagi lingkungan sekitarnya.

Salah satu contonya pada tahun 1950-1960an di Jepang terjadi penyakit Minamata yang akrab disebut Minamata Disease. Penyakit ini disebabkan oleh akumulasi logam berat di dalam tubuh fauna yang dimakan manusia di sekitar Teluk Minamata, Jepang. Diperkirakan 200-600 ton Merkuri dibuang disana dari tahun 1932-1968. Perusahaan industri yang melakukannya yaitu PT. Chisso. Selain Merkuri (Hg), PT. Chisso juga menghasilkan Mangan, Thalium dan Selenium. Ditemukan bukti bahwa penyakit Minamata disebabkan oleh keracunan Methyl-Hg. Dampak dari penyakit Minamata tersebut masih dirasakan hingga sekarang.

Berbagai peristiwa perusakan lingkungan akibat perilaku manusia seperti di sektor industri, pertambangan, kehutanan, pada akhirnya memunculkan kesadaran global bahwa untuk menjamin kehidupan umat manusia yang berkelanjutan dibutuhkan pelestarian lingkungan secara global. Mengapa harus secara global? Hal ini jelas karena bumi yang kita huni ini pada dasarnya adalah satu tempat. Sebagai konsekuensinya, kerusakan besar yang terjadi di satu tempat, bisa saja mempengaruhi tempat lain, meskipun berbeda wilayah administrasi (negara).

DEKLARASI STOCKHOLM 1972 

Sebarkan :
  • 281
  • 169
  • 96
  •  
  •  
  •  
    546
    Shares
Follow Nurul Amin:

Penulis indie. Mulai menulis sejak sekolah menengah lewat catatan harian. Kemudian belajar menulis lewat pelatihan kepenulisan, pelatihan jurnalistik serta belajar secara otodidak. Belajar menyunting naskah sejak pertengahan masa kuliah, lewat komunitas environment journalist dan aktif menyunting sejak di travelnatic.com. Selain dunia menulis, juga menyukai kegiatan kreatif, organisasi, enterpreneur, penelitian, kegiatan sosial kerelawanan dan kegiatan alam bebas (tentu saja). Bacaan yang disukai tentang sejarah, sastra, petualangan, kemiliteran, lingkungan dan sains. Sedang mencari ilmu di program studi Teknik Lingkungan, tertarik pada studi tentang material komposit alam dan pengelolaan air.

Komentar anda?