Trans Sumatera Duathlon Ultra 2432 KM : Berlari, Mengayuh Sepeda, dan Promosikan Wisata Sepanjang Sumatera

Trans Sumatera Duathlon Ultra 2432 KM : Berlari, Mengayuh Sepeda, dan Promosikan Wisata Sepanjang Sumatera

posted in: Event Review, Media Partner | 0

Sabang, 10 April 2016. Hari ini, Hendra Wijaya dan tim support Trans Sumatera Duathlon Ultra 2432 KM memulai perjalanan ultra running membelah Pulau Sumatera di Monumen Nol Kilometer, Sabang. Trans Sumatera Duathlon Ultra 2432 KM merupakan kegiatan berlari dan bersepeda sepanjang jalur lintas Sumatera dengan jarak tempuh 2432 km selama 16 hari, mulai dari Titik Nol Kilometer Sabang hingga Bakauheni. Trans Sumatera Duathlon Ultra juga menjadi sarana untuk mempromosikan kekayaan pariwisata Indonesia, khususnya yang berada di Lintas Timur Pulau Sumatera.

Hendra Wijaya memulai rangkaian Trans Sumatera Duathlon Ultra dari titik nol Indonesia, Pulau Weh, Sabang, Nangroe Aceh Darussalam.

Kegiatan yang berlangsung mulai 10 April 2016 hingga 26 April 2016 ini diinisiasi oleh Hendra Wijaya, pelari ultra running pertama Indonesia yang melakukan running di South Pole, Trans Oman sejauh 300 km.

“Saya ingin membuat suatu kegiatan adventures yang ekstrem. Selain itu, Trans Sumatera Duathlon Ultra ini juga menjadi latihan untuk lomba saya yang lebih besar di Perancis dan Swiss. Dan yang terpenting, melalui kegiatan ini kami akan mengangkat kekayaan pariwisata Indonesia, khususnya yang berada di Pulau Sumatera.” — Hendra Wijaya.

Secara teknis kegiatan ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu mengayuh sepeda dengan jarak tempuh antara 150 – 180 km (tergantung situasi jalan dan cuaca) dan berlari sejauh 42 km setiap harinya mulai pukul 05.30 WIB hingga pukul 19.00 WIB.

“Kegiatan ini bukan sekedar adventure biasa namun merupakan lomba Duathlon Ultra yang sesungguhnya karena mempunyai standard total jarak dan cut off time bersepeda dan berlari dengan menggunakan standar internasional.” — Hendra Wijaya.

Trans Sumatera Duathlon Ultra 2432 KM mendapatkan dukungan penuh dari tim support Hendra Wijaya yang akan mengawal selama 16 hari perjalanan. Mereka adalah telusuRI, Traveller Kaskus, Kaskus OANC, Travelnatic, Indonesia in Your Hand, dan Langit Eterprise.

“Dulu saya ikut sebagai tim support Hendra Wijaya di Trans Sumbawa. Makanya begitu ada tawaran untuk ikut di Trans Sumatera, saya tertarik untuk bergabung karena selain ini kesempatan untuk mengeksplore Sumatera, saya juga bakal dapat pengalaman yang nggak ternilai harganya.” — Indra Kelana, tim support Hendra Wijaya.

Hendra Wijaya berlari di jalan raya Pulau Weh, dalam rangka memulai Trans Sumatera Duathlon Ultra 2432 Km.

Beberapa daerah yang akan dilewati oleh Hendra Wijaya dan tim support diantaranya adalah Aceh, Medan, Riau, Palembang, Jambi, Lampung, dan Bakauheni. Tim Duathlon Ultra juga akan mengadakan beberapa sesi sharing bersama rekan-rekan komunitas penggiat pariwisata di beberapa titik pemberhentian di daerah tersebut.

Selain itu, bekerjasama dengan Yayasan Indonesia Lebih Baik, kegiatan ini juga akan melakukan charity untuk anak-anak di Panti Roslin Orphanage yang terletak di Kupang.

“Dunia anak-anak adalah yang menyangkut keindahan dan canda tawa. Karena saya peduli dan mencintai anak-anak, maka perjalanan Trans Sumatra ini saya dedikasikan untuk mendukung pendidikan anak-anak di Yayasan Roslin, Kupang”, — Hendra Wijaya.

Harapannya, Trans Sumatera Duathlon Ultra 2432 KM akan menjadi pioneer kegiatan serupa kedepan. Terlebih lagi, akan ada seorang yang bergabung bersama Hendra Wijaya di Aceh untuk bersama membelah Pulau Sumatera dengan berlari. Ia adalah Mila Marlina, seorang pendaki senior yang menjadi satu-satunya finisher perempuan di ajang MesaStila Challenge Ultra 100 km. Mila akan berlari 42 km setiap harinya mulai hari ke-2 hingga finish.

Ayo, dukung Hendra Wijaya dan tim support dalam Trans Sumatera Duathlon Ultra 2432 KM.

Update real time perjalanan Hendra Wijaya dapat diikuti melalui Instagram dan Twitter dengan hashtag #TransSumateraDuathlon.

Kata kunci: Hendra Wijaya, Trans Sumatera, Duathlon Ultra, running, cycling, telusuRI, Traveller Kaskus, Kaskus OANC, Travelnatic Magazine, Indonesia in Your Hand, Langit Enterprise, Mila Marlina, Panti Roslin Orphanage, Yayasan Indonesia Lebih Baik, #TransSumateraDuathlon.

Sebarkan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Follow Travelnatic:

Travelnatic Magazine is magazine about tourism and traveling in Indonesia or by Indonesian. Every people can shared their travel story here. Send me by email at redaksi@travelnatic.com

Komentar anda?