Jambore Wanita & Gunung 2016

Jambore Wanita & Gunung 2016

posted in: Event Review | 0

Hari ini, Sabtu tanggal 29 Oktober 2019, sesuai rencana, Komunitas Wanita & Gunung menyelenggarakan Jambore di Bumi Perkemahan Rama Shinta, Prambanan, D. I. Yogyakarta. Event ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kota di pulau Jawa. 

Foto Kegiatan Jambore Wanita & Gunung 2016 (Hari Pertama)

[klik gambar untuk menampilkan slide dan pembesaran gambar]

Menurut rundown acara, kegiatan dimulai dengan registrasi ulang pada jam 8-10 pagi, lalu diadakan seremonial pembukaan pada jam 10-11 siang. Setelah makan siang, peserta disuguhi tarian tradisional. Pertunjukan seni tari ini merupakan refreshing sebelum dimulainya agenda perkenalan dari Komunitas Wanita & Gunung (disingkat WG) kepada peserta kegiatan.

Pada jam satu siang, dimulailah sharing antara Komunitas WG dan peserta. Tidak hanya berlangsung satu arah, sesi sharing ini juga diisi dengan tanya jawab dan bagi-bagi doorprize dari sponsor yang mendukung kegiatan ini. Pada kesempatan ini, peserta dapat menanyakan banyak hal tentang Komunitas WG karena di lokasi juga hadir Bang Docae, begitu sapaan akrabnya. Dia adalah pendiri Komunitas WG.

Sedikit mengulas latarbelakang pembentukan WG. Tentu aneh bukan, komunitas yang mayoritas anggotanya wanita, justru didirikan oleh laki-laki? Ini ada latar belakangnya. Menurut Bang Docae, pada awalnya dia membutuhkan buzzer untuk berjualan peralatan outdoor secara online. Lalu dibuatlah akun instagram WG. Mengapa memilih nama WG dan menargetkan kalangan wanita? Ini juga ada ceritanya sendiri.

Nah, setelah akun buzzer itu dibuatnya, sekitar sebulan kemudian, ternyata respons dan tanggapan dari teman-temannya justru berbeda dengan ekspektasi awalnya, yang untuk berjualan. Banyak teman yang menyarankan agar WG menjadi komunitas, dan akhirnya lahirlah komunitas WG sekitar pertengahan tahun 2015. Bukannya berjualan, komunitas WG sekarang lebih berkonsentrasi ke sharing dan petualangan. Sekarang justru jarang (mungkin tidak pernah) berjualan. Ini sesuai dengan tagline Komunitas WG yaitu : Adventure, Traveling, and Sharing.

Kembali ke pertanyaan sebelumnya, mengapa memilih wanita dan gunung? Gunung. Pasti sudah jelas jawabannya. Bang Docae berjualan alat outdoor yang berkaitan dengan gunung. Sedangkan Wanita? Pengakuan Bang Docae cukup menarik. Katanya, selain dia menyukai wanita (tentu saja), ternyata wanita punya antusias dan royalitas yang tinggi dalam kegiatan petualangan. Itulah alasan mengapa dia memilih wanita untuk komunitas yang didirikan ini. Bang Docae adalah pendirinya, tidak bisa dipungkiri. Namun WG sendiri tetap didominasi oleh wanita. Dominasi wanita bahkan terlihat jelas di Jambore WG pertama ini. (laki-laki yang jomblo pasti nyesel ga bisa ikut acara ini).

Bang Docae sendiri berasal dari Jakarta. Dia mulai mengenal kegiatan petualangan sejak bangku sekolah menengah, yaitu di Sispala (siswa pecinta alam). Hari ini, Bang Docae hadir di lokasi Jambore Wanita & Gunung 2016 untuk menemani panitia penyelenggara kegiatan. Beliau menjawab berbagai pertanyaan peserta tentang latarbelakang WG dengan jawaban-jawaban yang renyah dan humoris. Selain menyukai wanita (tentu saja), ternyata Bang Docae juga orang yang ramah dan humoris.

Jambore Wanita & Gunung 2016 sendiri merupakan Jambore pertama sejak komunitas ini dibentuk. Rencananya, kegiatan ini akan menjadi kegiatan rutin tahunan. Begitu kata pengurus WG kepada peserta kegiatan. Menurut cerita Bang Docae (lagi), Jambore WG 2016 ini dipersiapkan secara teknis selama tiga bulan (sejak bulan puasa lalu). Sementara perencanaan dan wacananya memang telah dimulai sejak komunitas dibentuk pada tahun 2015.

Kegiatan ini dilaksanakan secara teknis oleh dan dengan anggota Komunitas WG sebagai panitianya. Anggota Komunitas WG dikenal dengan member inner dan member regular. menurut Ayy, salah seorang member inner dari Malang, sekaligus panitia Jambore WG 2016, untuk menjadi member inner, calon member diseleksi oleh pengurus komunitas WG. Bagaimana seleksinya? Yaitu dengan seleksi essai. (Loh kok essai? memangnya mau masuk komunitas Bahasa Indonesia?. Iya, memang seleksinya dengan mengirim essai). Peserta harus mengirimkan essai tentang topik petualangan dan perjalanan kepada panitia seleksi. Unik juga kan?

“Namun karena semakin bertambahnya calon anggota Komunitas WG, tampaknya semua calon member (termasuk yang regular) akan diseleksi” ujarnya.

Masih menurut Ayy, berhubung Komunitas WG adalah komunitas sharing, maka untuk sementara ini dan sejauh ini, tidak ada yang namanya Diksar (pendidikan dasar). Anggota WG biasanya berkoordinasi lewat grup whatsapp, (salah satu aplikasi chatting berbasis android), begitu kata Bang Docae, diamini oleh Ayy juga. Jadi, selain di acara Jambore, Kopdar (kopi darat) dan Meet up yang sering diselenggarakan WG, koordinasi umumnya berlangsung secara internal.

“WG tidak membuka cabang” kata pengurus WG yang sedang melakukan sharing di pendopo.

“Jadi tidak ada yang namanya WG cabang Jakarta, WG Cabang Jogja, dan sejenisnya. Kepengurusan WG tetap terpusat di Jakarta” Lanjutnya dan diamini pengurus yang lain.

Di pendopo bergaya Joglo itu, peserta melingkari empat orang pengurus dan satu orang moderator, Mbak Helen yang datang jauh-jauh dari Magelang. Sharing berlangsung cukup meriah, diselingi pembagian doorprize dan peregangan badan (apabila peserta lelah duduk terus).

Sejauh ini, penyelenggaraan kegiatan Jambore Wanita & Gunung 2016 ini sukses menurut Bang Bocae. Sebelumnya dia tidak membayangkan akan didukung sedemikian rupa oleh sponsor dan teman-temannya. Dukungan memang mengalir cukup deras, tidak hanya dari sponsor, tapi juga dari teman-teman tentunya. Lihatlah banyaknya brand yang terpampang di backdrop dan spanduk. Memang terlihat meriah sekali. Dan itu cukup menggambarkan besarnya dukungan sponsor.

“Namun mendapatkan itu semua tidak semudah yang orang lihat” Bang Bocae memberi penegasan sedikit.

“Kami harus melakukan presentasi pada sponsor dan itu tidak gampang” lanjutnya.

“Dan panitia yang ada ini. mereka kesini dengan biaya swadaya. Selain mempersiapkan untuk diri sendiri, mereka juga mempersiapkan segala sesuatu untuk peserta. Hebat kan?” kini dia sambil tertawa kecil. Loyalitas panitia yang datang jauh-jauh dari berbagai tempat di pulau Jawa tampaknya cukup menggambarkan besarnya dukungan dari teman-teman Komunitas WG.

Kegiatan Jambore Wanita & Gunung 2016 masih berlangsung hingga esok penutupan pada jam 12 siang. Malam ini, sebelum peserta beristirahat, masih ada music performe, sharing inner circle dan peserta jambore mengenai pengalaman pendakian, pemutaran video petualang, nonton bareng dan api unggun. Besok pun, sebelum penutupan masih ada beberapa sharing lagi sebelum kegiatan dinyatakan selesai oleh panitia. Nah! Sayang sekali kan ga ikutan acara Jambore Wanita & Gunung 2016?

Setelah kegiatan selesai, peserta akan beristirahat di tenda barak. Ada tenda barak warna coklat dan orange untuk peserta wanita, dan tenda barak warna biru untuk peserta laki-laki. Menikmati suasana malam bersama api unggun, langit terbuka dan disamping siluet Candi Prambanan yang legendaris, tentu akan menjadi kesan spesial bagi peserta dan panitia Jambore Wanita & Gunung 2016. Selamat menikmati! [Nurul Amin/End]

Sebarkan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    771
    Shares
Follow Nurul Amin:

Penulis indie. Mulai menulis sejak sekolah menengah lewat catatan harian. Kemudian belajar menulis lewat pelatihan kepenulisan, pelatihan jurnalistik serta belajar secara otodidak. Belajar menyunting naskah sejak pertengahan masa kuliah, lewat komunitas environment journalist dan aktif menyunting sejak di travelnatic.com. Selain dunia menulis, juga menyukai kegiatan kreatif, organisasi, enterpreneur, penelitian, kegiatan sosial kerelawanan dan kegiatan alam bebas (tentu saja). Bacaan yang disukai tentang sejarah, sastra, petualangan, kemiliteran, lingkungan dan sains. Sedang mencari ilmu di program studi Teknik Lingkungan, tertarik pada studi tentang material komposit alam dan pengelolaan air.

Komentar Pembaca