Journal 004 – Packaging | Travelnatic Goes To West Papua

Journal 004 – Packaging | Travelnatic Goes To West Papua

posted in: Experience | 0

Meskipun Packaging seharusnya dapat dilakukan dengan cepat dan mudah, namun terkadang memikirkan dan memilih apa yang akan di-packaging dapat membuat kesibukan menjadi bertambah.

Apa yang akan dibawa untuk perjalanan ke Manokwari, dengan kemungkinan menginap sekitar sebulan. Menginap di kamar, dan bukan di dalam tenda, tetapi ada kemungkinan untuk berperjalanan ke tempat yang mungkin membutuhkan peralatan aktivitas luar ruang.

Awalnya saya hanya akan membawa satu daypack yang biasa saja bawa setiap pulang kampung. Hanya muat untuk 5 pasang pakaian. Dan biasanya, jika ditambah dengan nesting, jaket double layer, sleeping bad, dan medicine bag, hanya akan muat untuk tambahan 2 pasang pakaian biasa. Sisanya adalah perlengkapan outdoor kecil seperti senter, kompas, buku catatan kecil, charger, dan berbagai keperluan kecil lainnya yang biasa ditaruh di kantong-kantong daypack.

Tapi kali ini beda. Kemungkinan untuk menginap diluar ruang hampir tidak ada. Setidaknya tidak ada di dalam perencanaan saya. Jadi, secara otomatis, hampir semua kebutuhan menginap diluar ruang akan saya tinggalkan. Gantinya adalah pakaian sehari-hari. Jikapun akan beraktivitas di alam bebas, barangkali saya akan menginap di tempat yang bukan semacam tenda. Dan saya belum tahu apa itu, entah gubug, entah penginapan, entah rumah warga. Entahlah, tidak ada yang seperti itu sejauh ini di dalam perencanaan. Dan saya tidak berpikir untuk sengaja tersesat di tempat yang saya belum mengetahui bagaimana seluk-beluknya sedikitpun.

Jadilah semua yang saya bawa adalah keperluan sehari-hari yang bukan untuk aktivitas luar ruang. Ada beberapa sih yang untuk aktivitas luar ruang, namun tidak spesifik hanya dapat digunakan untuk aktivitas luar ruang, semuanya adalah perlengkapan multifungsi seperti jaket, kompor, senter.

Mengingat di pesawat saya punya bagasi 20 kilogram yang bisa dimanfaatkan, maka saya bisa mengisinya untuk keperluan yang akan digunakan selama sebulan. Sayang sekali bagasi itu jika saya sia-siakan mengingat kelebihan berat bagasi satu kilogram, akan dikenakan tambahan beberapa puluh ribu rupiah. Jadi saya isi bagasi dengan pakaian dan saya masukkan ke dalam kotak bersama segenap titipan yang ada. Ditambah lagi dengan beberapa bawaan yang entah mengapa saya masukkan ke dalam kotak itu. Saya hanya berpikir mungkin saya akan membutuhkannya nanti, dan toh bagasi saya masih bisa diisi beberapa kilogram lagi, jadi tidak perlu khawatir.

Barang yang akan dibawa ke Papua Barat. Dok. Nurul Amin

Ternyata bawaan saya bisa membuat penuh satu kotak cukup besar dengan berat 14 kilogram. Saya cukup senang dan merasa beruntung. Sementara meskipun semua pakaian sudah saya masukkan ke kotak (bagasi), ternyata daypack saya masih terlihat penuh dan berat. Seandainya pakaian tidak saya masukkan ke kotak, pasti daypack saya akan kelebihan muatan dan sangat berat. Dan saya akan sangat ribet dengan berbagai macam tentengan yang terpaksa berada diluar.

Daypack saya penuh oleh segala perlengkapan elektronik, grinder dan teman-temannya, roasted coffee dan beberapa bungkus roti. Dan lagi-lagi dengan beberapa perlengkapan kecil yang entah mengapa saya bawa. Hanya berpikir, mungkin saya akan butuh. Mengingat saya menginap mungkin cukup lama. Bahkan saya membawa seperangkat obeng kecil untuk mengutak-atik HP yang rusak! Oh God! [to be continue/Nurul Amin]

#TravelnaticGoesToWestPapua #TravelnaticJourney #TravelnaticJournal #WestPapua #Indonesia

Sebarkan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1K
    Shares
Follow Nurul Amin:

Penulis indie. Mulai menulis sejak sekolah menengah lewat catatan harian. Kemudian belajar menulis lewat pelatihan kepenulisan, pelatihan jurnalistik serta belajar secara otodidak. Belajar menyunting naskah sejak pertengahan masa kuliah, lewat komunitas environment journalist dan aktif menyunting sejak di travelnatic.com. Selain dunia menulis, juga menyukai kegiatan kreatif, organisasi, enterpreneur, penelitian, kegiatan sosial kerelawanan dan kegiatan alam bebas (tentu saja). Bacaan yang disukai tentang sejarah, sastra, petualangan, kemiliteran, lingkungan dan sains. Sedang mencari ilmu di program studi Teknik Lingkungan, tertarik pada studi tentang material komposit alam dan pengelolaan air.

Komentar Pembaca