Keindahan Dataran Tinggi Bandungan

Keindahan Dataran Tinggi Bandungan

posted in: Destination | 0

 

Di Bandungan saya menginap di Amanda Hills yang sejuk dan nyaman. Dari sini tampak Rawa Pening di kejauhan. Dari sini pula saya mengujungi Umbul Sidomukti dan Candi Gedong Songo. Rencana bertahun-tahun lalu mengunjungi Dataran Tinggi Bandungan akhirnya lunas terbayarkan.

Sudah lama sebenarnya saya merencanakan untuk pergi ke Bandungan. Namun ada saja alasan untuk menunda rencana itu. Sampai akhirnya Agustus 2016 kemarin saya berkesempatan mengelilingi daerah Jawa Tengah. Saya teringat akan rencana yang telah saya buat beberapa tahun lalu. Dalam hati, kali ini saya harus bisa sampai ke Bandungan. Alhamdulillah terealisasi, saya bisa sampai ke Bandungan juga. Perjalanan memakan waktu sembilan jam dari Bekasi menuju Bandungan. Sebenarnya hanya memakan waktu 7 jam saja. Namun sisanya saya pergunakan untuk beristirahat makan dan shalat.

Bandungan berada di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Saya menghabiskan satu hari satu malam di Bandungan. Setibanya di Bandungan sudah malam sehingga saya memilih beristirahat dulu di Amanda Hills. Tarif yang diberikan cukup murah hanya seratus delapan puluh ribuan saya sudah mendapatkan kamar yang  nyaman. Pemandangan yang diberikan juga indah, langsung terlihat Rawa Pening dari ketinggian.

Paginya, saya langsung menuju pondok kopi Umbul Sidomukti. Lagi-lagi saya disambut dengan keindahan alam yang membuat saya takjub. Di depan mata langsung terlihat barisan Gunung Merbabu, Gunung Andong, Dan Rawa Pening. Duh meleleh akan keagungan Allah SWT. Walau ditemani rintik hujan, tidak membuat keindahan itu berkurang sama sekali. Pondok kopi Umbul Sidomukti buka setiap hari pukul 08.00 s/d 00.00 WIB. Tiket masuk area Umbul Sidomukti sendiri Rp 10.000 untuk hari libur. Dari Amanda hills hanya membutuhkan waktu 30 menit berkendara. Harga makanan dan minuman yang ditawarkan juga relatif murah, mulai dari sepuluh ribuan.

Waktu itu saya pesan teh panas dan nasi goreng ayam. Cocok sekali dengan udara di Bandungan yang dingin dan rasanya juga enak. Semua serba cocok, cocok dikantong cocok juga harganya hehehehe. Gak afdol kayanya kalo gak berfoto ria disini. Hampir semua lokasi saya abadikan. Betah berlama-lama menikmati suasana pagi itu. Bangunan pondok kopi memiliki dua lantai. Di lantai atas ruang makannya terbuka namun memiliki atap, sedangkan di lantai bawah sebagian besar mejanya berada di taman.

Sudah cukup menikmati sarapan di pondok kopi, perjalanan saya berlanjut ke Candi Gedong Songo. Butuh waktu sekitar 40 menit dari pondok kopi Umbul Sidomukti sampai ke Candi Gedong Songo. Biaya masuk ke Candi Gedong Songo untuk dewasa hanya Rp 7.500. Fasilitas yang ada disana salah satunya berkeliling dengan menunggangi kuda. Tentu ada biaya tambahannya. Kemarin saya mencoba mengeliling seluruh area candi dengan biaya Rp 75.000 per orang dengan maksimal satu jam perjalanan. Dengan berjalan kaki sebenarnya tidak terlalu jauh juga. Tapi kondisi saya sedang tidak baik jadi tidak memungkinkan untuk berjalan kaki mengelilingi candi. Dengan menunggangi kuda, perjalanan dimulai dari candi yang paling atas yaitu Candi ke-9.

Ternyata ada hal yang perlu diperhatikan ketika menunggangi kuda. Jika kondisi jalan menurun maka posisi badan harus tegak dan posisi kaki ditarik ke depan. Dan jika kondisi jalan menanjak makan posisi badan harus sedikit membungkuk dan posisi kaki ditarik ke belakang. Awalnya saya sempat takut terjatuh saat menunggangi kuda yang tidak bisa diam. Tapi lama-kelamaan akhirnya saya bisa menyesuaikan diri dengan mencoba santai dan mengikuti gerakan kuda.

Dari sembilan candi yang ada, hanya tinggal tujuh candi yang masih berdiri kokoh. Dua sisanya sudah runtuh karena proses alamiah. Jam buka operasional dari pukul 06.00 s/d 17.00 WIB. Lokasi candi yang berada di ketinggian membuat suhu udara dingin yang menusuk. Candi Gedong Songo merupakan situs peninggalan dari umat Hindu yang dibangun pada abad ke-9. Di dalam area Candi Gedong Songo juga terdapat pemandian air panas. Hanya dengan membayar lima ribu rupiah pengunjung sudah bisa menikmati air panas alami.

Tidak perlu takut kelaparan karena di dekat area Candi I banyak berjejer penjual makanan. Makanan yang dijual hampir sama seperti gorengan, mie instan dan minuman. Lalu juga ada penjual souvenir seperti kerajinan dari kayu, gantungan kunci, dan kaos sablon gambar candi. Saya sangat puas bisa berkunjung ke sini. Dari mulai suhu udara yang dingin, pemandangan yang indah, dan suasana yang berbeda dari rumah membuat perjalanan saya jadi menyenangkan. Memang, mengunjungi tempat-tempat yang indah seperti di Bandungan ini seperti candu di dalam diri saya. Seakan tidak pernah puas dan ingin lagi berkunjung. Semoga masih diberikan kesempatan dilain waktu. Amin. [Elysa Rosita/End]

Penyunting : Nurul Amin

Sebarkan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    826
    Shares
Follow Elysa Rosita:

Muslimah. Bungsu. Trip Maker

Komentar Pembaca