Mengenal Freedive Lewat Rendy Nugroho

Mengenal Freedive Lewat Rendy Nugroho

posted in: Community Review | 1

Rendi Nugroho, pemuda asal Lamongan yang kini bekerja di sebuah perusahaan swasta di Batam, tak bisa dilepaskan dari yang namanya Komunitas Freedive. Seperti apa orangnya dan apa saja yang dilakukannya di Freedive? Berikut wawancara Travelnatic dengan Rendy Nugroho.

Komunitas Batam Freedive di salah satu kegiatannya. Dok. Rendy Nugroho
Komunitas Batam Freedive di salah satu kegiatannya. Dok. Rendy Nugroho

Bagaimana Mas Rendy bisa menyukai kegiatan adventure?

Gue merasa adventure dan outdoor activity itu passion, memacu adrenaline hingga menimbulkan efek candu yang berujung “happy”.

Tentunya kegiatan tersebut harus didasari dengan pengetahuan, teknik, dan tools yang menunjang aktivitas tersebut. Bukan hanya sekedar ikut-ikutan. Hehe

Boleh diceritakan dong, apa itu Komunitas Freedive dan apa saja kegiatannya?

Komunitas Freedive adalah sebuah wadah yang memfasilitasi para penggiat olahraga freedive atau selam bebas.

Di batam ada komunitas “Batam Freedive” dan di kota kota lainnya juga ada.

Oh ya pengertian freedive sendiri adalah olahraga menyelam yang membutuhkan keahlian nafas yang baik dan tinggi, tanpa alat bantu pernafasan lain (seperti scuba), selain kapasitas paru-paru dan teknik menyelam yang baik.

Freedive merupakan olahraga yang butuh disiplin tinggi, dan tidak dianjurkan untuk coba-coba sendiri tanpa didampingi oleh freediver yang sudah berkompeten.

Ada teknik-teknik yang harus dipahami dan dikuasai.  Fase-fase pernapasan, equalizing, buoyancy, LMC, Black out, hyperventilasi, dan lain-lain.

Satu pedoman yang harus dipegang adalah “never freedive alone”. Atau “Never freedive without buddy.Dalam artian jangan pernah sendirian dalam melakukan kegiatan freedive, harus didampingi oleh teman yang berkompeten, baik saat latihan di kolam maupun di laut.

Karena banyak kejadian di dunia, seorang freediver kehilangan nyawa saat melakukan penyelaman ataupun sekedar latihan di kolam dikarenakan mengalami black out (pingsan) dalam air dan tidak segera ditolong.

Dalam hal ini temanlah yang bertugas menjaga, mengawasi, dan atau memberikan pertolongan saat ada insiden.

Ketika melakukan freedive, lepaskan snorkel dari mulut. Hal ini dikarenakan hampir setiap hembusan kencang pada snorkel yang menyebabkan terjadinya “black out”, dan saat berada di air yang dalam sisa udara di dalam snorkel akan mempersulit proses equalize, serta saat terjadi kontraksi mengakibatkan air tertelan melalui snorkel.

Masih banyak teori yang harus dipelajari diluar isi artikel ini. Hehe.

BACA SELANJUTNYA

Sebarkan :
  • 250
  • 148
  • 98
  •  
  •  
  •  
    496
    Shares
Follow Nurul Amin:

Penulis indie. Mulai menulis sejak sekolah menengah lewat catatan harian. Kemudian belajar menulis lewat pelatihan kepenulisan, pelatihan jurnalistik serta belajar secara otodidak. Belajar menyunting naskah sejak pertengahan masa kuliah, lewat komunitas environment journalist dan aktif menyunting sejak di travelnatic.com. Selain dunia menulis, juga menyukai kegiatan kreatif, organisasi, enterpreneur, penelitian, kegiatan sosial kerelawanan dan kegiatan alam bebas (tentu saja). Bacaan yang disukai tentang sejarah, sastra, petualangan, kemiliteran, lingkungan dan sains. Sedang mencari ilmu di program studi Teknik Lingkungan, tertarik pada studi tentang material komposit alam dan pengelolaan air.

One Response

  1. mantap mas rendy….
    sukses kedepan nya…

Komentar anda?