KPD Nyalakan Lilin Harapan di Kabupaten Dompu

KPD Nyalakan Lilin Harapan di Kabupaten Dompu

posted in: Community Review | 0

Setidaknya mimpi kami menggambarkan ucapan yang disampaikan oleh Franklin D. Roosevelt : “Kita tidak selalu bisa membangun masa depan untuk generasi muda, tapi kita bisa membangun generasi muda untuk masa depan yang lebih baik”,  tegas Efa.

Mengenal Komunitas Pencerah Dompu dan Asal Usulnya

Komunitas Pencerah Dompu (KPD) adalah Komunitas kerelawanan yang bergerak di bidang sosial pendidikan dalam pendampingan sekolah-sekolah marginal di Kab. Dompu.  Sekretariat KPD berada di Jl. Lingkar Dompu RT.02 RW.01 Lingkungan Balibunga, Kel. Kandai Dua Kec. Woja, Kab. Dompu-NTB, Indonesia, 84218. Pendiri komunitas yaitu Musyarrafah, Andi Angger Sutawijaya, Eni Megawati dan Nuril Rahmayanti. Pengurus Harian Komunitas (nama tertera di Susunan Relawan Penggerak KPD).

Komunitas ini memiliki visi : Menjadi pusat gerakan kerelawanan dalam pendampingan sekolah marginal di Kab.Dompu dan Misi:  1) Mendampingi siswa di sekolah marginal untuk menjadi insan yang cerdas, unggul dan berkarakter. 2) Mendampingi guru di sekolah marginal untuk menjadi pengajar yang kreatif, inovatif dan berkarakter. 3) Mendorong orang tua siswa untuk terlibat aktif dalam pendidikan sekolah marginal. 4) Mendorong publik untuk peduli dalam penyelesaian masalah di sekolah marginal. 5) Wadah penggerak kerelawanan yang peduli dan mau ikut andil dalam pendampingan sekolah marginal.

Komunitas Pencerah Dompu lahir dari sharing session yang renyah dan ringan dari beberapa orang pemuda-pemudi Dompu bersama Mas Angger juga Mbak Eni, relawan Komunitas Filantropi Pendidikan Dompet Dhuafa, saat bertemu di Jakarta tahun lalu. Dari cerita yang dibagi, ada keresahan yang hadir dalam benak kami untuk berbuat sesuatu terhadap sekolah-sekolah marginal, khususnya di Kab. Dompu. Setelah melihat kondisi sekolah, baik melalui foto dan secara langsung, maka diputuskan untuk bergerak mendampingi sekolah marginal. Bagaimana caranya? Dengan menciptakan wadah yang bisa mengajak semua orang terlibat dalam menyelesaikan masalah pendidikan marginal dan memastikan proses pendidikan berjalan sebagaimana mestinya. Lahirlah Komunitas Pencerah Dompu.

Nama Pencerah Dompu diambil dari filosofi lampu. Kenapa lampu? Karena lampu merupakan salah satu alat kehidupan yang mampu menerangi ruang gelap. Wajah-wajah pesimis dan kurang percaya diri yang ada di sekolah marginal adalah ruang gelap yang perlu diberikan kemilau cahaya optimisme dan senyum semangat melalui pendampingan oleh Komunitas Pencerah Dompu. Lampu tidak serta merta mampu menjadi penerang yang baik tanpa adanya arus listrik, saklar juga template untuk bisa berada di posisi yang tepat.  Demikian juga dengan Komunitas Pencerah Dompu, tidak mampu berjalan sendiri untuk menjamin pemenuhan hak pendidikan yang layak di sudut-sudut kota Dompu tanpa kolaborasi dan sinergi dengan semua pihak yang mau turun tangan dan terlibat langsung dalam menyelesaikan kesenjangan pendidikan di sekolah marginal.

Sekolah pertama yang didampingi oleh KPD adalah MI AL Faat yang terletak di Desa Bara, Kec. Woja, Kab. Dompu. Madrasah Ibtidaiyah ini memiliki jumlah siswa sebanyak 82 orang dari kelas I-VI dan 15 orang guru dengan bangunan fisik sekolah yang tidak layak pakai. Saat ini, adik-adik MI Al Faat menempati ruang kelas semipermanen sebanyak dua kelas yang penggunaannya harus dipakai oleh empat kelas. Gedung semi permanen, tiap kelasnya disekat menjadi dua bagian, untuk kelas 1-2 dan kelas 5-6. Sedangkan kelas 3 dan 4 menempati gedung yang berdindingkan anyaman bambu. Kedua gedung sekolah tersebut masih beralaskan tanah yang dipadatkan. Kondisi ini memprihatinkan ditengah kemajuan teknologi dan perkembangan pendidikan yang semakin heterogen. Di sudut Kab. Dompu, masih ada sekolah dasar yang perlu perhatian dari seluruh orang terdidik di negeri ini.

Kegiatan Utama Komunitas Pencerah Dompu

Kegiatan utama yang dilakukan oleh Komunitas Pencerah Dompu bertujuan untuk mencapai tiga sasaran utama yaitu siswa, guru dan pihak sekolah, dan orang tua siswa sehingga mampu meningkatkan rasa percaya diri dan keyakinan bahwa dengan segala keterbatasan yang ada, hak mendapatkan pendidikan yang layak tetap bisa dirasakan. Apa saja kegiatan KPD di sekolah marginal dampingan pertama ini?

Beberapa kegiatan yang terjadwal yaitu : Kelas Jelajah Alam, Kelas Menggambar dan Mewarnai “Imajinasi Tanpa Batas”, Kelas Pencerah “Aku Ingin Menjadi”, Kunjungan Edukasi, Kelas Mendongeng dan Membaca, Kelas Kreasi, Event Lomba Bulan Ramadhan, Kelas Bercocok Tanam.

Selain agenda utama yang terjadwal, KPD juga giat melakukan sinergi dengan beberapa lembaga/komunitas yang mau ikut repot dalam menyelesaikan berbagai masalah di sekolah marginal. Segala bentuk iuran baik berupa iuran tenaga, waktu dan materi dikerahkan demi menyediakan pendidikan yang layak dan kondusif di sekolah marginal. Bersama Komunitas Alumni Sekolah Guru Indonesia (KASGI), guru-guru MI Al Faat diberikan pelatihan class management agar mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas dan interaksi bersama anak didik. Ada Mata Garuda LPDP melalui Kado untuk Anak Indonesianya menyalurkan kursi kelas dan sejumlah alat tulis. Penyediaan bahan bacaan berupa buku yang disalurkan oleh Saung Ilmu untuk adik-adik MI Al Faat, walaupun masih belum mampu memenuhi kebutuhan baca adik-adik tersebut.

Bagaimana Sistem Internal Komunitas Pencerah Dompu Bekerja?

Untuk meningkatkan solidaritas dan fokus Komunitas Pencerah Dompu dalam pendampingan sekolah marginal, KPD disokong oleh 6 divisi/bagian kerelawanan yang menggerakkan fungsi sesuai visi dan misi KPD, yaitu 1) Stakeholder Enggagement (SE), tugasnya adalah membuat koneksi dan menjalin hubungan dengan para pemangku kebijakan yg berkaitan dg event KPD. 2) Kurikulum, tugasnya adalah membuat, menyusun, mempersiapkan dan mengevaluasi program-program KPD. 3) Event Organizers (EO), tugasnya adalah membuat perencanaan event yang akan dihelat oleh KPD dan memastikannya berjalan dengan baik. 4) Volunteer Engagement (VE), tugasnya adalah mempersiapkan & mengantisipasi kebutuhan SDM relawan serta menjaga hubungan antar relawan tetap harmonis. 5) Social Media Endoser (SME) (Desain grafis, Admin twitter, IG n Website), tugasnya adalah membuat desain kampanye KPD yang akan disebarkan ke publik, mengupdate aktivitas KPD via official social media KPD. 6) Dokumentasi, tugasnya adalah mendokumentasikan dengan baik semua aktivitas KPD.

Komunitas Pencerah Dompu memiliki lingkaran relawan yang bergerak bersama dalam pendampingan sekolah marginal. (1) Relawan Aktif adalah relawan yang sering terlibat disetiap kegiatan KPD, relawan aktif diberikan apresiasi berupa hitungan kehadiran di setiap agenda yang dicatat untuk merekam jejak relawan di KPD. (2), Relawan Penggerak adalah relawan yang telah bergabung bersama KPD sejak pertama terbentuk sebagai pengurus KPD, bertanggung jawab pada setiap agenda KPD serta mampu mengembangkan social project KPD berikutnya. (3), Project Leader adalah relawan penggerak KPD yang berhak mewakili KPD dalam setiap event skala lokal, nasional maupun internasional. (4), Sahabat Pencerah adalah relawan dari komunitas atau lembaga lain yang bersinergi dengan KPD dan juga donatur yang terlibat untuk memberikan iuran materi dalam upaya menigkatkan kualitas sekolah-sekolah marginal.

Anggota KPD berasal dari berbagai disiplin ilmu. Saat ini relawan penggerak KPD diisi oleh pemuda/i Dompu yang berprofesi sebagai wiraswasta, guru, dosen, arsitek, banker, konsultan pertanian, pustakawan dan pengusaha. KPD tidak mengkhususkan profesi tertentu, siapa saja yang memiliki komitmen kuat dan mau terlibat menjadi relawan KPD akan diajak untuk bergabung. Hal ini karena masalah pendidikan adalah tanggung jawab semua orang terdidik, dan pendidikan adalah soal ruang interaksi yang memberdayakan.

Anak-anak yang belajar dan bermain di setiap kegiatan KPD berasal dari sekolah marginal yang didampingi. Umumnya, anak-anak di sekolah marginal berasal dari keluarga dengan kemampuan ekonomi menengah ke bawah dan interaksi sosial yang kurang menguntungkan. Di MI Al Faat misalnya, anak-anaknya memiliki semangat tinggi untuk bersekolah namun tidak berani untuk menggantungkan mimpinya setinggi langit karena melihat latar belakang ekonomi dan kehidupan sosial orang tuanya.

Untuk mengatasi masalah finansial dalam pelaksanaan kegiatan, KPD berinisiatif untuk mengadakan iuran keanggotaan setiap minggu dengan nominal yang terjangkau. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya antisipatif jika ada kekurangan atau pun kebutuhan mendadak dari anggota komunitas saat pelaksanaan kegiatan. Pada tiga kegiatan yang telah dijalankan, dana kegiatan berasal dari iuran Sahabat Pencerah. Saat ini, relawan penggerak sedang menyusun konsep kerjasama fundrising bersama para social entrepreneur di Kab. Dompu.

Bagaimana KPD Melihat Pendidikan di Dompu?

Sebagai Komunitas, KPD juga memantau perkembangan pendidikan di Dompu. Menurut KPD, Pendidikan di Kab. Dompu sedang berbenah, meski belum menjadi yang terbaik di Provinsi NTB. Saat ini, pendidikan di Kab. Dompu berada di tiga area berdasarkan tingkat ekonomi orang tuanya, ada sekolah dengan jumlah siswa yang berlatar ekonomi mapan, tingkat menengah dan kurang mapan atau tidak mampu.

Beberapa sekolah dengan tingkat ekonomi yang mapan, terdapat pergeseran dukungan dari orang tua/wali murid dan masyarakat di sekitar sekolah terhadap proses pendidikan yang berlangsung. Menurut Efa,  Secara garis besar orang tua/wali lebih antusias untuk terlibat aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti perlombaan seni atau pun skill bakat lainnya dibandingkan kegiatan seperti meningkatkan minat baca tulis, kemampuan public speaking atau pun pertemuan ilmiah yang diadakan oleh pihak sekolah.

Namun, sekolah tidak tinggal diam untuk memoles karakter anak didik menjadi insan yang unggul. Sekolah-sekolah di Kab. Dompu kini mulai mengadakan pelatihan guru-guru untuk membekali guru dengan berbagai ilmu pengajaran yang menarik dan inovatif. Sistem pendidikan di Kab. Dompu, khususnya sekolah yang terletak di daerah yang kurang kondusif (sering rusuh) dan tingkat ekonomi siswa yang tidak mampu mulai membuka diri dengan pihak profesional yang ingin terlibat langsung untuk kolaborasi dalam proses pendidikan di sekolah.

Pencerahan apa yang telah diberikan KPD untuk Dompu?

Sepanjang perjalanannya hingga kini KPD telah mampu mengelola 82 orang peserta didik. Disetiap kegiatan KPD anak-anak selalu menyajikan senyum bahagia untuk berpartisipasi. Sebagai contoh, ada perubahan yang mendasar dengan hadirnya KPD di MI Al Faat, tidak hanya anak-anak melainkan juga kepala sekolah dan guru-guru. Mereka makin semangat dan lebih percaya diri untuk menggali potensi-potensi hebat ditengah keterbatasan saran dan prasarana sekolahnya.

Sejak kali pertama agenda KPD diadakan, yaitu kelas jelajah alam, anak-anak mampu menghilangkan rasa tidak percaya diri dan menyalakan obor semangat selama kelas berlangsung. Anak-anak bisa menceritakan kembali hal-hal yang mereka alami ketika berhenti dari satu pos ke pos yang lain saat berjelajah. Tujuan kelas ini adalah menumbuhkan bibit-bibit generasi pembelajar yang mampu melakukan komunikasi efektif dan memiliki daya ingat yang kuat.

Kelas kedua adalah kelas menggambar dan mewarnai dengan tema “Imajinasi tanpa batas”. Anak-anak sangat menikmati setiap goresan pensil warna yang mereka gerakkan di atas lembaran buku gambar. Sebelum KPD hadir, jangankan mewarnai tanpa gangguan teman sebangku karena kekurangan alat gambar, pensil untuk menulis pun tidak semua siswa punya. Kelas kedua ini dilakukan untuk menemukan bakat-bakat hebat pada bidang seni gambar dan mengasah imajinasi anak-anak terhadap apa yang mereka lihat, alami dan rasakan. Terbukti, ada sembilan anak dengan pilihan gambar terbaik yang dinilai oleh tim juri dari kakak-kakak KPD dan para guru.

Kelas ketiga yang baru saja dilakukan adalah kelas pencerah “aku ingin menjadi”. Kelas kali mengajak para profesional untuk berbagi ilmu dan pengalaman secara interaktif dengan anak-anak MI Al Faat. Hadir di hadapan anak-anak sebagai pencerah mimpi yang bisa jadi masih belum tergambar dengan jelas di benak mereka. Kelas pencerah bertujuan menumbuhkan tunas-tunas mimpi pada tiap anak yang kelak akan membanggakan Indonesia dengan sejumlah prestasi yang diukir dan melibatkan para profesional untuk membangun kekayaan terbesar Indonesia yaitu sumber daya manusia. Rona ceria anak-anak yang terlibat aktif saat kelas pencerah menunjukkan bahwa optimisme menuntut ilmu makin merekah dan tumbuh dari dalam bilik-bilik anyaman bambu tersebut.

Menurut pandangan Efa Musyarafah dan kawan-kawan KPD, anak-anak Dompu membutuhkan sentuhan inovasi dari orang-orang terdidik untuk terlibat aktif dalam memperjuangkan proses pembelajaran yang kondusif dan interaktif. Harus ada keterlibatan orang tua/wali dan masyarakat sekitar terhadap sistem pendidikan yang diterapkan di sekolah, karena pendidikan berbasis karakter tercipta jika semua pihak mau berkolaborasi dan saling memperbaiki ke arah yang lebih baik. Tidak hanya menjadi tugas sekolah atau pun pemerintah, dalam hal ini Dinas Pendidikan.

Bagaimana KPD Melihat Capaian Kegiatan Mereka?

Sejauh ini kegiatan yang dilakukan KPD cukup berhasil. hal ini diukur dari pemaparan mengenai pencapaian target kegiatan yang telah dikonsepkan oleh tiap Penanggung Jawab saat evaluasi setiap kegiatan dan respon dari pihak sekolah dampingan. Namun, tidak bisa dipungkiri pada hari pelaksanaan kegiatan ada saja kendala yang dihadapi seperti jumlah relawan yang hadir tidak sesuai dengan rencana awal karena berbagai alasan, waktu pelaksanaan disesuaikan dengan hal-hal di luar kendali seperti cuaca.

Untuk mendukung kegiatan yang dilaksanakan, relawan penggerak sebagai anggota secara rutin melakukan pertemuan agar meningkatkan solidaritas antar relawan. Selain itu, menjalin komunikasi yang intensif dengan pihak sekolah dampingan dan melakukan media campaign ke setiap jejaring yang anggota KPD miliki.

Hingga sekarang, peran serta pemerintah masih belum digalakkan karena kegiatan yang dilakukan KPD masih skala tingkat sekolah. Rencananya, KPD akan melakukan kunjungan ke dinas terkait untuk menggali informasi mengenai data keberadaan sekolah-sekolah marginal di Kab. Dompu. Masyarakat sekitar sekolah mulai menilik dan mencari tahu mengenai kegiatan yang KPD adakan di MI Al Faat. Untuk kelas selanjutnya, masyarakat akan mulai dilibatkan agar merasakan kolaborasi secara langsung. Melalui divisi stakeholder engagement, KPD akan terus menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait dengan agenda KPD.

Tantangan dan Harapan

Fenomena berkunjung ke lokasi wisata di sejumlah daerah sedang happening dan telah melekat di kehidupan anak muda Indonesia. Menurut Efa, pejalan sebenarnya dapat menjadi perantara bagi siapa saja yang ingin melibatkan diri di kegiatan sosial pendidikan di daerah meskipun tidak bisa hadir secara langsung. Melalui pejalan, KPD bisa menitipkan banyak hal yang akan dibagi kepada anak-anak di daerah, khususnya daerah-daerah yang sedang berkembang seperti Dompu.

Inilah saatnya untuk melekatkan peran pejalan agar peduli terhadap kegiatan komunitas atau pun relawan lokal di daerah. Di KPD, seorang pejalan bisa berbagi inspirasi sesuai dengan latar belakangnya kepada adik-adik di sekolah marginal, dapat menceritakan pengalamannya di dunia sosial pendidikan di hadapan relawan KPD, atau pun menjadi pembawa berkah bagi sekolah dampingan KPD baik berupa iuran materi untuk melengkapi saran dan prasaran sekolah, buku, alat peraga di kelas maupun untuk kegiatan ekstrakurikuler.

Efa mengajak kawan-kawan pejalan untuk mulai menjadi : inspiring and role model traveler in social education act. Jadi tidak hanya melepas penat dari aktivitas sehari-hari tetapi juga mengembalikan energi positif bersama komunitas atau relawan di lokasi wisata yang dikunjungi.

Efa dan kawan-kawan KPD berharap tak ada lagi kesenjangan pendidikan di Kab. Dompu. Semua anak mendapatkan hak pendidikan yang layak baik dari segi sarana prasarana, guru, media pembelajaran dan keterlibatan orang tua/wali di sekolah.

“Setidaknya mimpi kami menggambarkan ucapan yang disampaikan oleh Franklin D. Roosevelt “Kita tidak selalu bisa membangun masa depan untuk generasi muda, tapi kita bisa membangun generasi muda untuk masa depan yang lebih baik” tegas Efa.

Selain itu, Efa bersama kawan-kawan KPD ingin mengajak para pemuda Dompu untuk bisa jatuh cinta dengan kegiatan yang memberdayakan, karena tidak hanya memberikan impact pada diri sendiri melainkan juga bagi orang lain. Bukankah esensi hidup ini menjadi seseorang yang bermanfaat bagi orang lain?

“Ada fakta yang menarik dari Journal BMC Public Health bahwa menjadi sukarelawan dapat meningkatkan kesehatan mental dan membantu kita agar panjang umur. Mari kembali ke sekolah, nyalakan lilin harapan” tutupnya.

Jika kawan-kawan ingin terlibat berdonasi dalam kegiatan KPD bisa menyalurkannnya melalui No. Rekening Bank NTB Syariah 503-03-04431-011 a.n Pencerah Dompu. Donasi yang disalurkan oleh Sahabat Pencerah 100% digunakan untuk sekolah marginal yang kami dampingi.  [Nurul Amin/End]

Penyunting : Selestin Nisfu – Semarang

Sebarkan :
  • 230
  • 147
  • 138
  •  
  •  
  •  
    515
    Shares
Follow Nurul Amin:

Penulis indie. Mulai menulis sejak sekolah menengah lewat catatan harian. Kemudian belajar menulis lewat pelatihan kepenulisan, pelatihan jurnalistik serta belajar secara otodidak. Belajar menyunting naskah sejak pertengahan masa kuliah, lewat komunitas environment journalist dan aktif menyunting sejak di travelnatic.com. Selain dunia menulis, juga menyukai kegiatan kreatif, organisasi, enterpreneur, penelitian, kegiatan sosial kerelawanan dan kegiatan alam bebas (tentu saja). Bacaan yang disukai tentang sejarah, sastra, petualangan, kemiliteran, lingkungan dan sains. Sedang mencari ilmu di program studi Teknik Lingkungan, tertarik pada studi tentang material komposit alam dan pengelolaan air.

Komentar anda?