Tip dan Trik aman melakukan konvoi ke tempat wisata

posted in: Tips & Trik | 0

 

Halo pembaca Travelnatic, salah satu cara yang nyaman dan menyenangkan dalam melakukan perjalanan ke tempat wisata adalah dengan mengendarai mobil sendiri. Akan tetapi, mengendarai mobil menuntut persiapan yang matang dari diri kita sebagai pengemudi: persiapan fisik, persiapan mental, dan juga kondisi kendaraan yang baik. Kesemuanya haruslah berada di dalam kondisi baik dan prima.

Mengendarai mobil dapat kita lakukan menggunakan satu mobil atau beberapa mobil yang membentuk barisan konvoi.

Berikut saya akan sharing bagaimana baiknya mengatur barisan konvoi mobil menuju tempat wisata tujuan agar kita dapat tiba dalam keadaan selamat dan juga dalam kondisi prima untuk menikmati wisata di tempat tujuan kita.

 

 

 

  • Hal yang paling penting dalam mengendarai kendaraan apa pun juga adalah sebagai pengemudi kita wajib mematuhi peraturan lalu lintas / rambu lalu-lintas / rambu jalan / rambu jalan-Tol termasuk penggunaan sabuk keselamatan dan mengutamakan keselamatan bersama. Ada baiknya pembaca Travelnatic memahami secara mendalam UU RI No. 22 Tahun 2009  dan PP RI No. 43 Tahun 1993 sebagai pedoman berkendara di wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia

 

  • Tunjuk salah satu dari pengemudi mobil di dalam rombongan sebagai korlap. Korlap sebaiknya adalah pengemudi mobil yang paling berpengalaman terutama pengalaman mengemudi ke tujuan wisata yang sedang dituju

 

  • Di dalam satu rombongan konvoi, mobil depan dan belakang dilarang saling menyalip. Patuhi marka jalan dalam berkendara dan pastikan tidak melakukan perpindahan jalur jika dipikir tidak perlu. Jika menyalip diperlukan, terutama menyalip kendaraan lain, lakukan dengan hati-hati

Image result for overtaking

  • DILARANG MENGGUNAKAN LAMPU HAZARD, sebagai gantinya nyalakan lampu dekat atau driving lights. Penggunaan lampu hazard hanyalah pada saat emergency saja, bukan untuk konvoi.

 

  • Lampu Sein di gunakan untuk berbelok atau pindah jalur. Perhatikan lalu lintas, kondisi jalan, dan mobil lain di luar konvoi pada saat pindah jalur. Periksa blind spot ketika akan melakukan perpindahan jalur

  • Jaga Jarak Aman dengan mobil di depan Anda, dan perhatikan lampu rem. Apabila lampu rem menyala, berarti ada sesuatu di depan. Segera lepas gas, kurangi kecepatan dan waspada. Jaga laju mobil dan sesuaikan dengan laju mobil di depan Anda. Hal ini untuk mengantisipasi terputusnya rombongan. Jika rombongan sampai terputus, segera beritahu korlap

 

  • Dalam kecepatan tinggi, posisikan mobil tidak tepat lurus (agak menyamping /posisi ZigZag), untuk mengantisipasi kejadian luar biasa, misal pengereman mendadak. Kecepatan maksimum ± 80 km/jam atau mengikuti keadaan; adalah hal yang sangat baik apabila rombongan konvoi mematuhi aturan batas kecepatan yang dikeluarkan oleh pemerintah kita. Hal yang patut diperhatikan di dalam kecepatan tinggi adalah menjaga jarak aman antar kendaraan. Semakin tinggi kecepatan kendaraan, semakin jauh jarak aman antara mobil satu dengan mobil lainnya

Salah satu cara yang terbukti aman untuk menentukan jarak aman antara satu mobil dengan mobil lain di depannya ketika berada di dalam kecepatan berapa pun juga adalah dengan cara memberikan acuan 3 detik.

Bagaimana caranya? Pertama, tentukan titik referensi, bisa apa saja, bisa pohon, bisa tiang listrik, tiang lampu, tiang rambu atau marka jalan. Kedua, ketika bagian belakang dari mobil di depan kita melewati titik referesi tersebut, mulai hitung waktu di dalam hati. Ketiga, jika dalam waktu 3 detik, atau kurang, bagian depan kendaraan kita melewati titik referensi yang sama, artinya kendaraan kita tidak dalam jarak yang aman dengan kendaraan di depan.

Untuk itu, perbesar jarak antara kendaraan kita dengan kendaraan di depan kita sehingga jarak aman kendaraan kita dengan kendaraan di depan berada dalam lingkup 3 detik atau lebih. Dengan kata lain, dalam kecepatan seberapapun juga, kondisi bemper ke bemper antara mobil kita dengan mobil di depan kita, amannya adalah lebih dari 3 detik

  • Berikan jalan untuk mobil lain, jika mobil lain itu akan memotong rombongan konvoi. Jauhkan sikap arogan di jalan dan berikan simpati kepada pengguna jalan lain. Yang patut untuk diingat adalah ada dua jenis konvoi dalam berkendara: konvoi yang sah dan konvoi yang tidak sah. Konvoi yang sah harus dikawal oleh petugas yang berwenang. Bila tidak ada pengawalan resmi dari petugas berwenang maka konvoi ini “tidak sah”, sehingga secara hukum tidak mendapat hak utama/prioritas seperti yang diatur dalam PP RI No. 43 Tahun 1993, Pasal 65 tentang Hak Utama penggunaan Jalan. Oleh karena itu, adalah tidak etis jika kita bersifat arogan di jalan dan tidak mau mengalah dan menjaga ketertiban bersama apalagi mengingat jika kita menuju tempat wisata dalam iring-iringan konvoi “tidak sah”.

 

  • Jika rombongan melewati lampu merah, segera berhenti, jangan takut ketinggalan, hubungi peserta lainnya atau korlap.

  • Jika ada keperluan, isi bensin, atau perlu ke toilet, misalnya, segera hubungi korlap.

 

  • Pengemudi DILARANG menggunakan Telepon Genggam. Jika sangat mendesak, gunakan telepon genggam dalam mode hands free atau menepilah. Kedua tangan harus selalu berada di kemudi dan instrumen kendaraan ketika mobil sedang melaju di jalan. Menggunakan telepon genggam saat berkendara adalah pelanggaran hukum menurut UU RI No. 22 Tahun 2009 pasal 283

  • Komunikasi standar antar Peserta konvoi adalah Radio Komunikasi dua arah baik UHF/VHF. Radio komunikasi sebaiknya tidak digunakan oleh pengemudi, melainkan oleh navigator atau orang yang duduk di sebelah pengemudi

 

  • Salah satu tips dan trik yang sangat penting ketika tiba di tempat wisata adalah dalam menggunakan lahan parkir. Parkirlah serapi dan sesantun mungkin. Hormati pengguna lahan parkir lainnya. Jangan arogan dan egois dalam menempatkan kendaraan.

 

 

 

ADAPUN YANG HARUS DIPERSIAPKAN PADA KENDARAAN:

1. Mobil harus sehat dalam arti menyeluruh.

2. Surat- surat kendaraan harus lengkap (STNK).

3. Mempunyai SIM.

4. Lampu-lampu harus berfunsi semua (lampu sein, lampu rem, lampu mundur, lampu senja, lampu kabut, dan lampu utama)

5. Ban serep harus berada dalam kondisi prima (tidak botak dan cukup tekanan udara)

6. Cek seluruh tekanan udara Ban.

7. Tool box, berisi kunci-kunci, dongkrak, kunci ban, wajib dibawa.

8. Cek radiator, minimal tendon radiator dalam keadaan high level.

9. Mengisi Bensin full tank atau secukupnya, atau tergantung dari jarak touring yang akan dilaksanakan.

10. Membawa segitiga pengaman atau cone dan kotak obat. Juga obat-obatan pribadi yang di perlukan.

 

 

 

Salam travelnatic dan tetaplah selalu menjaga keselamatan diri sendiri dan sekitar.

 

Sebarkan :
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares

Leave a Reply