Kopi, Kafe dan Masyarakat Pejalan

Kopi, Kafe dan Masyarakat Pejalan

posted in: Otherside | 0

Kopi. Siapa tak mengenal minuman yang berasal dari pengolahan biji tanaman kopi yang dikeringkan, lalu dihaluskan jadi bubuk ini. Melewati serangkaian proses pembuatan dengan aneka tekniknya, kopi kini sudah menjadi bagian kehidupan masyarakat dari segala kelas sosial.

Travelnatic Magazine – Kata Kopi berasal dari bahasa Arab ‘qahwah’ yang berarti makanan berenergi tinggi. Kata ‘qahwah’ kemudian berubah menjadi ‘kahveh’ dalam bahasa Turki dan berubah lagi menjadi ‘koffie’ dalam bahasa Belanda. Kata ‘koffie’ inilah yang segera diserap dalam bahasa Indonesia menjadi kata kopi yang dikenal sampai sekarang ini.

Kopi - Segelas Hot Americano siap disajikan kepada penikmat kopi. Dok. Lida Maya
Kopi – Segelas Hot Americano siap disajikan kepada penikmat kopi. Dok. Lida Maya

Sejarah mencatat penemuan kopi sebagai minuman berkhasiat dan berenergi ditemukan di bangsa Ethiopia, di Afrika sekitar 3000 tahun yang lalu atau 1000 SM. Pada waktu itu banyak orang di benua Afrika terutama Ethiopia mengkonsumsi biji kopi yang dicampur dengan lemak hewan dan anggur untuk memenuhi kebutuhan protein dan energi tubuh. Berbeda dengan bangsa Ethiopia, bangsa Arab punya peradaban yang lebih maju. Biji kopi tidak hanya dimasak tetapi juga direbus untuk diambil sarinya. Baru pada tahun 1600 SM seorang peziarah India bernama Baba Budan berhasil membawa biji kopi fertil (subur) keluar dari Mekkah dan menumbuhkannya di berbagai daerah di luar Arab.

Bangsa Eropa juga mulai membudidayakannya, salah satunya adalah bangsa Belanda. Biji kopi ini bahkan dibawa ke pulau Jawa untuk dikultivasi secara besar-besaran, terutama di Jakarta. Sekarang daerah tersebut dikenal dengan sebutan pondok kopi. Di situ lah pertama kali tanaman kopi dibudidayakan di Indonesia. Tahu kan, pada saat itu bangsa Indonesia menjadi Negara jajahan kolonial Belanda. Sayangnya tanaman kopi itu tidak berhasil tumbuh dengan baik akibat datangnya serangan banjir. Bangsa Belanda pada akhirnya mencoba menanam kembali tanaman kopi di daerah Pengalengan, Jawa Barat dan menyebar hingga Bali, Jawa Timur dan Flores. Inilah yang menjadi salah satu sumber daya kekayaan jenis kopi di dunia. Dahulu kopi hanya bisa dinikmati oleh kalangan kaum elit. Berbeda dengan sekarang, kopi bisa dinikmati oleh semua kalangan.

Dari sekian banyak jenis biji kopi yang dijual dipasaran, hanya ada dua jenis varietas utama yakni kopi Arabica dan Robusta. Masing-masing punya keunikan dan pasarnya sendiri. Arabica merupakan tipe kopi tradisional dengan cita rasa terbaik. Sebagian besar kopi yang ada dibuat dengan menggunakan biji kopi jenis Arabica. Berasal dari Ethiopia dan sekarang sudah dibudidayakan di berbagai belahan dunia, mulai dari Amerika Latin, Afrika Tengah, Afrika Timur, India dan Indonesia. Secara umum kopi ini tumbuh di Negara-negara beriklim tropis dan subtropis. Tumbuh diketinggian 600-2000 meter diatas permukaan laut. Dapat tumbuh tinggi hingga tiga meter bila kondisi lingkungannya baik dan suhu tumbuh optimalnya antara 18-26 derajat celcius. Biji kopi yang dihasilkan cukup kecil dan berwarna hijau hingga merah gelap.

Kemusnahan jenis kopi Arabica yang ada di Jawa Barat membuat Bangsa Belanda mempelajari apa yang menjadi penyebabnya. Sejak saat itulah tanaman kopi Arabica digantikan oleh Robusta. Kopi Robusta pertama kali ditemukan di Kongo pada tahun 1898. Rasanya yang lebih pahit, sedikit asam dan mengandung kafein dengan kadar yang jauh lebih banyak. Cakupan tumbuh kopi Robusta lebih luas daripada Arabica. Robusta ditumbuhkan diketinggian 800 meter diatas permukaan laut. Jenis kopi yang satu ini lebih resisten terhadap serangan hama dan penyakit sehingga menjadikan kopi Robusta ini lebih murah serta banyak tumbuh dan berkembang di Indonesia, seperti Sumatera Selatan, Palembang dan Lampung. Jika dibandingkan 82-85 % jenis kopi didominasi oleh Robusta, sedangkan 15-18 % didominasi oleh Arabica.

Jenis kopi lain yang merupakan turunan atau subvarietas dari Arabica dan Robusta adalah kopi luwak. Kopi luwak asli Indonesia, merupakan kopi dengan harga jual tertinggi di dunia, karena proses terbentuknya dan rasanya yang sangat unik menjadi alasan utama kenapa harga jualnya tinggi sekali. Kopi luwak adalah kopi Arabica dan Robusta yang dimakan oleh luwak atau sejenis musang. Keberadaan kopi luwak sempat mendapatkan kritikan keras dari lembaga perlindungan hewan akibat meeksploitasi luwak secara besar-besaran. Makanan luwak yang sebenarnya adalah seperti ayam hutan, tikus, pisang dan pepaya. Jadi bukanlah biji kopi yang menjadi makanan utamanya. Luwak hanya mengambil bagian manis dalam biji kopi untuk dikonsumsi. Tetapi tidak semua bagian biji kopi ini dapat dicerna oleh hewan ini. Luwak hanya akan makan biji kopi yang matang dengan baik pada hari itu, bukan yang matang kemarin atau yang akan matang besok. Bagian dalam biji ini akhirnya akan keluar bersama kotorannya. Karena telah bertahan lama di dalam saluran pencernaan luwak, biji kopi ini telah mengalami fermentasi singkat oleh bakteri alami yang ada di dalam perutnya sehingga memberikan cita rasa tambahan yang unik. Sangat banyak jenis minuman kopi dengan penyajian dan pengolahan yang unik. Rasa dan aromanya yang menarik membuat kopi berkembang menjadi minuman popular yang dikonsumsi berbagai kalangan masyarakat.

SEJARAH KAFE

Sebarkan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    485
    Shares
Follow Lida Harryanto:

Tinggal di Semarang.

Komentar Pembaca