Kota Baru Parahyangan, Alternatif Destinasi Weekend di Bandung

Kota Baru Parahyangan, Alternatif Destinasi Weekend di Bandung

posted in: Destination | 0

Mau menikmati segarnya Kota Bandung di hari libur tapi ngga mau ketemu macet-macet? Ya sudah ngga usah melaju terus dari Tol Purbaleunyi, keluar ajah di Gerbang Tol Padalarang.  Kota baru di Bandung Barat ini  patut kamu jajal.

Ada apa ajah sih di Kota Baru Parahyangan ini? Sebelum kamu benar-benar memutuskan untuk pergi kesana, ngga ada salahnya kita coba telusuri ada apa ajah sih disana, yuk!

PuspaIptek Sundial Kota Baru Parahyangan

Kamu yang belum pernah dengar istilah Sundial, mending kita cari tahu dulu istilah Sundial. Menurut Wikipedia, Sundial atau Jam matahari adalah sebuah perangkat sederhana yang menunjukkan waktu berdasarkan pergerakan matahari di Meridian. Jam Matahari merupakan perangkat penunjuk waktu yang sangat kuno. Jaman dulu itu belum ada jam baik analog apalagi digital yang bias kamu dapatkan dimana-mana seperti sekarang. Sayangnya tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan perangkat Sundial dibuat.

Jam Matahari tertua yang pernah ditemukan, kebanyakan berasal dariYunani, berupa sebuah bentukan sirkular dengan penanda di tengah yang ditemukan oleh Chaldean Berosis, yang hidup sekitar 340 SM. Beberapa artefak jam matahari lain ditemukan, di Tivoli, Italia tahun 1746, di Castel Nuovo dan Rigano tahun 1751, dan di Pompeii tahun1762.

Berada pada roun about Kota Baru Parahyangan, PuspaIptek Sundial sangat mudah dikenali (Foto: diolah dari Google Maps)
Berada pada roun about Kota Baru Parahyangan, PuspaIptek Sundial sangat mudah dikenali (Foto: diolah dari Google Maps)

Rancangan jam matahari memanfaatkan bayangan yang menimpa permukaan datar yang ditandai dengan jam-jam dalam suatu hari. Seiring dengan perubahan pada posisi Matahari, waktu yang ditunjukkan oleh bayangan tersebut pun turut berubah. Pada dasarnya, jam Matahari dapat dibuat menggunakan segala jenis permukaan yang ditimpa bayangan yang dapat ditebak posisinya. Kekurangan dari jam Matahari adalah tidak bias mengukur waktu pada saat jam malam. Lalu bagaimana nenek moyang kita mengetahui waktu di malam hari? Sebagai pengganti pada saat malam hari dapat digunakan jam bintang. Kecanggihan nenek moyang kita untuk mengetahui waktu pada masa lampau bias kamu lihat di PuspaIptek Sundial Kota Baru Parahyangan ini. [Baca juga : Misteri Situ Denuh]

Jam Matahari di Kota Baru Parahyangan ini benar-benar menggambarkan kecanggihan nenek moyang kita dahulu, (Foto: thebiggestsundial.com)
Jam Matahari di Kota Baru Parahyangan ini benar-benar menggambarkan kecanggihan nenek moyang kita dahulu, (Foto: thebiggestsundial.com)

Selain jam matahari yang merupakan bukti kecanggihan purbakala, PuspaIptek Sundial Kota Baru Parahyangan juga punya lebih dari 180 buah alat peraga interaktif dimana kamu bias mencoba dan mengeksplorasi sendiri alat teknologi itu. Menarik bukan?

Jam buka PuspaIptek Sundial Kota Baru Parahyangan beroperasi hari Selasa hingga Minggu dari pukul 08.30 hingga 16.30. Harga Tiket Masuk PuspaIptek Kota Baru Parahyangan Bandung sebesar Rp.12.000 dan Rp.24.000 Harga Tiket Masuk jika ingin menyaksikan juga pertunjukan film 4 dimensi.

Bale Pare the Shop and Dine Experience

Selagi menikmati makanan di Bale Pare, biarkana nak-anak bermain di area yang aman dan sehat ini (Foto: Liburananak.com)

Ke Bandung ngga mampir ke wisata kuliner pasti ada yang kurang. Nah, selagi di Kota Baru Parahyangan sebaiknya kamu mampirke Bale Pare. Bale Pare adalah kawasan komersial yang menawarkan konsep suasana wisata kuliner dengan nuansa alam eksotis. Kamu bias menikmati kuliner dalam suasana bertema etnik budaya tradisional di alam terbuka nan nyaman.

Di Bale Pare terdapat  9 restoran dan 6 kafe yang menyajikan berbagai makanan dan minuman, dilengkapi dengan sarana bermain anak, hiburan musik. Untuk harga makanan dan minuman ngga usah khawatir. Harga makanan disini mulai dari Rp.20.000 sudah free Wifi. [Baca Juga : Curug Pareang, Jawa Barat]

Masjid Al-Irsyad Satya

Bandung tidak hanya memiliki tempat wisata alam, wisata belanja, wisata kuliner yang menjadi alas an kamu menyambangi kota ini, Bandung juga memiliki tempat ibadah yang bias menjadi destinasi wisata religi yang khidmat dan menyenangkan. Salah satu tempat yang bias dijadikan tempat wisata religi yang menyenangkan adalah Masjid Al Irsyad Kota Baru Parahyangan.

Terletak di lokasi yang strategis dan terbilang mudah ditemukan di Jl. Parahyangan Km 2,7 Kota Baru Parahyangan, Bandung. Kamu yang baru melintasi jalan ini pasti sudah akan aware dengan bangunan masjid bergaya mirip dengan bangunan Kabah.

Arsitektur keren bangunan masjid ini sampai menyabet penghargaan internasional untuk kategori tempat ibadah (Foto: Wikipedia)
Arsitektur keren bangunan masjid ini sampai menyabet penghargaan internasional untuk kategori tempat ibadah (Foto: Wikipedia)

Hal yang menarik dari Masjid Al Irsyad Kota Baru Parahyangan adalah arsitektur dan interiornya yang berbeda dari masjid-masjid yang lain. Masjid dengan arsitek walikota  Bandung Ridwan Kamil ini bukan hanyamenarik dan unik dilihat dari luar akan tetapi sampai interior masjid juga menarik.

Dengan warna dasar abu-abu, masjid yang masih dalam satu kompleks dengan Al Irsyad Satya Islamic School ini juga memberikan sentuhan ornamen yang berbeda. Dinding-dinding yang menjadi pelindung masjid terbuat dari susunan batu bata yang mengagumkan. Susunan batu bata ini tidak sembarangan. Susunan batubata ini membentuk kalimat Bahasa Arab yang bertuliskan kalimat syahadat.

Terus setelah lelah menyambangi beberapa lokasi keren di Kota Baru Parahyangan, masa harus ke Kota Bandung banget untuk menginap? Ngga lah! No Worry, masih dalam lingkungan Kota Baru Parahyangan ada hotel ciamik, Mason Pine Hotel. Hotel dengan view keren ke berbagai penjuru Bandung Barat ini menyediakan berbagai fasilitas mengagumkan. Cek di Traveloka kalau mau info lebih banyak tentang fasilitas Mason Pine Hotel, termasuk harga sebab kadangTraveloka juga kasih harga diskon yang bikin kantong seneng.

Setelah menghabiskan malam yang asik di Mason Pine Hotel, saatnya berburu oleh-oleh, kali ini destinasi yang ngga begitu biasa dan cukup dengan waktu tempuh kurang dari 30 menit dari Mason Pine Hotel, namaya Festival City Link. Eit! Jangan mengartikan terminologi festival dengan arti kata yang biasa kamu dengar yaa. Festival City Link bukan festival, tapi mall dengan konsep gabungan antara Shopping Mall, Convention and Exhibition Hall, Hotel dan Condotel secara terpadu yang bakal bikin kamu bukan cuma cari oleh-oleh tapi menghabiskan waktu untuk kongkow-kongkow sebelum balik pulang. [End]

 

Sebarkan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    437
    Shares
Follow Travelnatic:

Travelnatic Magazine is magazine about tourism and traveling in Indonesia or by Indonesian. Every people can shared their travel story here. Send me by email at redaksi@travelnatic.com

Komentar Pembaca