Makan Papeda Semudah Minum Air. Percaya?

Makan Papeda Semudah Minum Air. Percaya?

posted in: Culinary | 0

Makan papeda itu semudah minum air. Unik? Ga percaya? Makanan apa coba yang bisa diteguk seperti meneguk air. Habis gitu, mudah dicerna dan kaya karbohidrat lagi. Baik buat perut dan kesehatan. Sobat harus mencicipi makanan khas dari Maluku dan Papua yang satu ini. Buat sendiri. Gampang kok!

Pembuatan Papeda

Papeda adalah makanan sejenis bubur berbahan dasar sagu. Papeda merupakan makanan yang unik, sehat, murah, mudah dibuat. Apa uniknya? Makan papeda semudah minum air. Makanan pokok yang satu ini khas dari daerah Indonesia timur. Bahan utamanya, yaitu sagu sangat mudah didapat saat anda berada di daerah Indonesia timur khususnya pulau Maluku dan Papua.

Diberbagai wilayah pesisir dan daratan rendah di Papua dan Maluku, sagu merupakan bahan dasar dari berbagai makanan. Contoh makan yang dapat dibuat dengan bahan dasar sagu misalnya berbagai jenis kue (sagu bakar, sagu lempeng, sagu bola) dan makanan pokok pengganti beras yaitu Papeda.

Sebagai informasi, sagu yang berwarna sawo matang dan berukuran lempung itu adalah hasil saringan dari serbuk batang kayu. Tentunya bukan sembarang batang kayu, guys! Sagu berasal dari hasil penyaringan serbuk batang pohon sagu. Mau tahu cara pengolahan batang sagu hingga menjadi papeda yang sangat enak rasanya hingga dinobatkan sebagai makanan khas oleh orang Papua dan Maluku?

Pertama-tama petani menebang pohon sagu dan hanya mengambil batang pohon sagu tersebut. Batang pohon sagu itu kemudian dibagi menjadi dua agar memudahkan petani untuk menokok (menumbuk hingga halus) isi batang pohon sagu tersebut. Setelah ditumbuk, serbuknya dicampurkan dengan air bersih, diaduk hingga tercampur dengan air, kemudian disaring dan diendapkan. Hasil endapan itulah yang dinamakan sagu. Proses penumbukan batang sagu bisa menghabiskan waktu selama sehari. Sagu bisa awet hingga setahun tanpa bahan pengawet ataupun bahan kimia apapun untuk mengawetkan. Unikkan?

Papeda merupakan sajian khusus dan wajib dalam acara-acara adat di pulau Papua. Papeda berwarna putih dan agak lengket seperti lem dengan rasa yang tawar. Pernah melihat pembuatan lem kanji? Seperti itulah bentuk papeda. Bahkan, papeda memang dapat dijadikan untuk lem. Bedanya dengan lem kanji, papeda ini dibuat dari sagu, sementara lem kanji dibuat dari tepung kanji. Tepung kanji sendiri diekstrak dari ketela. So, secara ilmiah lem kanji juga mengandung karbohidrat.

Papeda merupakan makanan yang kaya serat, rendah kolestrol dan cukup bernutrisi. Karena teksturnya yang lengket seperti lem, sangat disarankan papeda dikombinasikan dengan makanan yang berkuah. Papeda akan terasa lembut, halus dan tidak lengket apabila dikonsumsi dengan kuah.

Papeda biasanya disajikan dengan ikan cakalang, ikan tongkol ataupun ikan mobara. Lauk ikan ini dimasak bersama bumbu rempah yang menghasilkan sajian bernama ikan kuah kuning. Warna kuning tercipta karena banyak menggunakan kunyit sebagai penyedap dan pewarna. Namun papeda juga dapat dikombinasikan dengan ikan bakar ditambah sambal colo dabu-dabu dan sayur genemo muda yang ditumis dengan bunga pepaya agar berminyak dan pedas.

Memasak Ikan Kuah Kuning

Banyak bahan makanan produk anak negeri yang mampu bertahan hingga berbulan-bulan dan harganya terjangkau. Namun kenapa kita masih mencari-cari makanan instan yang import? Padahal harganya mahal dan mengandung banyak bahan kimia pengawet.

Kembali lagi ke sagu dan papeda. Bukan hanya membuat sagu yang sangat mudah. Cara memasak Papeda juga tak kalah mudahnya. Pertama, masaklah air hingga mendidih. Sambil menunggu air mendidih, larutkanlah sagu ke dalam air dingin secukupnya. Air tidak boleh terlalu banyak atau terlalu sedikit. Sagu harus benar-benar larut di dalam air dingin tersebut, karena kalau masih terdapat gumpalan sagu, nantinya tidak akan seutuhnya menjadi Papeda karena sagu yang bergumpal akan sangat sulit untuk masak.

Saat air telah mendidik, api jangan langsung dimatikan. Biarkan api tetap menyala dan air tetap mendidih. Hal ini bertujuan agar suhu air tidak mengalami penurunan. Suhu air juga dapat berpengaruh terdapat proses memasak Papeda. Tuangkan air yang mendidih itu ke dalam wadah berisi sagu sambil diaduh-aduh. Kecepatan mengaduk juga berpengaruh dalam proses masaknya papeda. Adukan harus kuat dan cepat agar menjaga suhu air tidak turun dan air panas ini meresap secara merata ke permukaan tiap butir sagu. Air tetap harus dituangkan hingga adonan terlihat bening tanpa bercak putih. Papeda berwarna bening tanpa bercak putih menandakan papeda yang masak merata.

Papeda Siap Saji

Setelah papeda masak, papeda dapat disantap dengan lauk pauk yang telah dimasak terlebih dahulu. Papeda yang masih panas terasa lebih kenyal dan lembut, sedangkan papeda yang sudah dingin terasa kenyal dan agak keras. Sangat disarankan memakan papeda saat panas dengan kuah ikan yang pedas dan sedikit asam. Rasanya akan semakin segar dan menggugah selera. [Melissa Siahaya/End]

Penyunting : Nurul Amin

Sebarkan :
  • 198
  • 182
  • 156
  •  
  •  
  •  
    536
    Shares
Follow Melissa Siahaya:

Tinggal di Manokwari, Papua Barat. Menyukai kegiatan traveling dan kuliner. Mulai suka mendaki gunung sejak tahun 2012. Fresh graduate.

Komentar anda?