Tim Trans Sumatera Duathlon Adakan Meet Up dengan Komunitas dan Media Medan

Tim Trans Sumatera Duathlon Adakan Meet Up dengan Komunitas dan Media Medan

posted in: Media Partner | 0

Medan, 14 April 2016. Hari ini, adalah hari kelima berlangsungnya kegiatan Trans Sumatera Duathlon Ultra 2432 KM. Disusul oleh Mila Marlina di hari kedua, Hendra Wijaya memulai kegiatan ini dari Monumen Kilometer 0 Indonesia di Sabang pada 10 April 2016 lalu. Hendra mulai berlari dari Kilometer 0 Indonesia pada pukul 07.00 WIB menuju Pelabuhan Sabang sejauh 38,3 km, dilanjutkan menyeberang menggunakan kapal menuju Pelabuhan Ulee Lheue. Dan pada pukul 13.00 WIB, Hendra melanjutkan perjalanan dengan bersepeda hingga Saree sejauh 77,42 km.

Hendra Wijaya, berbagi pengalaman dalam #MeetUp1 Trans Sumatera Duathlon 2432 Km. Dok. Griska R Gunara

Mila Marlina adalah seorang pendaki senior yang menjadi satu-satunya finisher perempuan di ajang MesaStila Challenge Ultra 100 km, 2015. Untuk menjaga kebugaran tubuh selama mendaki gunung, Mila melakukan latihan rutin berlari sejauh 10 KM setiap harinya. Hingga akhirnya, Ia begitu jatuh cinta pada olahraga yang satu ini. Mila, pernah mengikuti beberapa lomba lari marathon seperti Asia Trail Master 2015 dan Komando Run 2016.

“Mila memutuskan bergabung dengan saya ketika acara akan berlangsung. Ia sebelumnya ikut serta dalam acara Komando Run 2016, sehingga baru bisa bergabung di hari kedua. Mila akan menemani saya berlari setiap harinya.” — Hendra Wijaya

Secara teknis kegiatan ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu mengayuh sepeda dengan jarak tempuh antara 150 – 180 km dan berlari sejauh 42 km setiap harinya mulai pukul 05.30 WIB hingga pukul 19.00 WIB. Namun, Hendra dan Mila tidak akan terlalu ngoyo. Untuk tetap menjaga stamina, mereka juga harus melihat situasi dan kondisi, terutama cuaca agar bisa melanjutkan duathlon ultra hingga selesai di Bakauheni.

Di hari kedua, Trans Sumatera Duathlon Ultra dilanjutkan dengan mengambil rute dari Saree menuju Lhokseumawe. Lalu, dari Lhokseumawe menuju Tanjung Pura pada hari ketiga, Tanjung Pura menuju Medan pada hari keempat. Dua orang pelari asal Medan yaitu Budi dan Mulyadi pun ikut turut serta menemani Kang Hendra ketika akan memasuki Kota Medan.

Hendra Wijaya bersama Budi dan Mulyadi, pelari asal Medan. (Dok. Griska R Gunara)

Selama 3 hari menemani Kang Hendra berlari, Mila sudah menempuh perjalanan sejauh 94 km dengan berlari. 9 km di hari kedua, 43 km di hari ketiga, dan 42 km di hari keempat. Sedangkan Kang Hendra sendiri, menempuh perjalanan sejauh total 645 km dengan berlari dan bersepeda.

Malam tadi, bertempat di Kedai Boogie, Jalan Sei Blutu No. 74, Medan, Tim Trans Sumatera Duathlon Ultra mengadakan meetup dan press conference dengan beberapa komunitas dan media yang berada di Medan. Acara dibuka oleh Griska Gunara, dilanjutkan dengan pemutaran slide show dokumentasi foto selama empat hari dan perkenalan tim support #TransSumateraDuathlon yang terdiri dari telusuRI, Traveller Kaskus, Kaskus OANC, Travelnatic Magazine, Indonesia in Your Hand, dan Langit Eterprise.

Indra Kelana, yang akrab dipanggil Mang Boughil salah satu tim support Hendra Wijaya mengatakan bahwa ini adalah kesempatan untuk meng-explore Pulau Sumatera dan pengalaman yang tak ternilai harganya-lah yang membuat Mang Boughil ikut bergabung dalam tim support. Terlebih lagi, sebelumnya Ia pernah menjadi tim support Hendra Wijaya untuk kegiatan serupa yaitu Trans Sumbawa.

“Saya membuat kegiatan ini memang mendadak, dalam artian saya pengen tau Sumatera itu seperti apa, bagaimana jalannya, bagaimana pemandangannya, apa saja landmark pariwisatanya.” — Hendra Wijaya, ketika ditanya kenapa memilih Sumatera untuk Duathlon Ultra.

“Saya ingin ikut latihannya Kang Hendra. Lari 42 km setiap hari selama 16 hari itu karena saya ingin tahu apakah saya mampu. Sekaligus melihat tanah Sumatera tentunya.” — Mila Marlina, ketika ditanya alasan mengapa ikut serta Trans Sumatera Duathlon Ultra.

Komunitas yang hadir malam tadi adalah Backpacker Medan, Pounce Fixed Gear Medan, Kaskuser Regional Medan, dan Medan Bike Messenger. Acara kemudian ditutup dengan pemutaran video perjalanan serta foto bersama.

Harapannya, Trans Sumatera Duathlon Ultra 2432 KM akan menjadi pioneer kegiatan serupa kedepan, dan bisa membawa banyak dampak positif. Tak hanya untuk Hendra Wijaya dan Mila Marlina, tetapi juga untuk masyarakat luas.

Ayo, dukung Hendra Wijaya dan tim support dalam Trans Sumatera Duathlon Ultra 2432 KM. Dan selalu pantau update real time perjalanan Hendra Wijaya dan Mila Marlina di Instagram dan Twitter dengan hash tag #TransSumateraDuathlon.

Tim Support Trans Sumatera Duathlon Ultra 3432 Km. Dok. Deta Widyananda

Trans Sumatera Duathlon Ultra 2432 KM
Trans Sumatera Duathlon Ultra 2432 KM merupakan kegiatan berlari dan bersepeda sepanjang jalur lintas Sumatera dengan jarak tempuh 2432 km selama 16 hari, mulai dari Titik Nol Kilometer Indonesia di Sabang, hingga Bakauheni. Trans Sumatera Duathlon Ultra juga menjadi sarana untuk mempromosikan kekayaan pariwisata Indonesia, khususnya yang berada di Lintas Timur Pulau Sumatera.

Hendra Wijaya
Hendra Wijaya, pelari ultra running pertama Indonesia yang melakukan running di South Pole, Trans Oman sejauh 300 km. Ia juga pernah mengikuti beberapa lomba lari marathon internasional seperti The Great North Walk 100 km (Australia), Ultra Trail Mount Fuji-Japan 168 km, dan Elbrus Race Vertical Kilometer 1000 km (Rusia).

Mila Marlina
Mila Marlina adalah seorang pendaki senior yang menjadi satu-satunya finisher perempuan di ajang MesaStila Challenge Ultra 100 km, 2015. Ia juga pernah mengikuti beberapa lomba lari marathon seperti Asia Trail Master 2015 dan Komando Run 2016.

Mila Marlina, berbagi cerita dalam #MeetUp1 Trans Sumatera Duathlon Ultra 2432 Km. Dok. Griska R Gunara

 

Kata kunci
Hendra Wijaya, Trans Sumatera, Duathlon Ultra, running, cycling, telusuRI, Traveller Kaskus, Kaskus OANC, Travelnatic Magazine, Indonesia in Your Hand, Langit Enterprise, Mila Marlina, Panti Roslin Orphanage, Yayasan Indonesia Lebih Baik, #TransSumateraDuathlon.

Sebarkan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Follow Travelnatic:

Travelnatic Magazine is magazine about tourism and traveling in Indonesia or by Indonesian. Every people can shared their travel story here. Send me by email at redaksi@travelnatic.com

Komentar anda?