Mengapa Harus Berkunjung ke Kota Martapura

Mengapa Harus Berkunjung ke Kota Martapura

posted in: Destination | 0

MARTAPURA : Ketika yang Lain Masih Berpikir, Kita Sudah Berbuat.

Hampir semua ketika mendengar kata Martapura akan langsung teriingat tentang salah satu kota penghasil intan di Provinsi Kalimantan Selatan. Betul tidak? Martapura tidak hanya ada di Pulau Kalimantan. Ada salah satu kota di Provinsi Sumatra Selatan yang juga bernama Martapura, tepatnya di kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.

Sedikit kembali ke belakang, menurut salah satu tokoh masyarakat Thamrin A.Roni, Sekitar ± 1835 Masehi, bermula dari seorang ustadz pendatang dari Pulau Borneo (Kalimantan ) bernama H. Jamaludin bin Azhar bin H. Mahmud yang masih muda belum beristri, mengajar ngaji di masjid agung Desa Tanjung Kemala. Pada waktu itu Tanjung Kemala dipimpin oleh Pangeran Aguscik Putra, mantan pasirah dari marga Paku Senggkunyit yaitu pangeran Muhamad Ali.

Setelah usia ± 25 tahun H. Jamaludin menikah dengan saudara sepupu dari pageran Aguscik yang bernama Halimah dari keluarga limas. Atas jasa-jasanya mengajarkan agama Islam, H. Jamaludin diangkat menjadi pemangku adat oleh penghulu tertua atas persetujuan masyarakat di daerah Tanjung Kemala. Dalam perkembangannya daerah Tanjung Kemala semakin bagus maka terbentuklah perkampungan baru terletak di sebelah hilir Desa Tanjung Kemala disebut kampung hilir. Nama Martapura tercetus ketika H. Jamaludin sedang mengajar ngaji dengan mengatakan:

“Murid-muridku semuanya kampung kita ini belum mempunyai nama, sedangkan penduduknya yang sudah memadai. Bagaimana kalau kita beri nama daerah  kelahiran saja, yaitu Martapura?”. Spontan disetujui dan diterima oleh masyarakat. Mulai saat itulah kampung hilir yang bersebelahan dengan Tanjung Kemala bernama Martapura.

Mengapa Harus berkunjung ke Kota Martapura?

Martapura letaknya sekitar 250 km dari Ibukota Provinsi Sumatra Selatan. Bisa diakses dengan kereta api, kemudian mobil travel jarak tempuh sekitar 5 jam. Akomodasi kereta api saat artikel ini ditulis masih Rp 30.000 kalau travel Rp 70.000. Dari Palembang menuju Martapura melewati beberapa kota di Provinsi Sumatera Selatan seperti Indralaya, Prabumulih, Baturaja.

Oke kembali ke pertanyaan, kenapa harus ke Martapura? Ada apa di Martapura?

Martapura juga mempunyai keunggulan seperti kota Martapura yang di Kalimantan Selatan. Selain objek wisata, hal yang membuat orang ingin selalu berkunjung ke Kota Martapura adalah ketika musim buah-buahan tiba. Buah khas Kota Martapura ialah durian dan duku. Banyak yang belum tahu jika buah durian dan duku yang ada di Pulau Jawa itu kebanyakan dari Kota Martapura. Beberapa ratus hektar kebun durian dan duku ada di sini. Durian komering dan duku komering adalah nama khas yang terkenal di pasaran. Entah kenapa kalau mendengar jenis durian dan duku komering saya jamin pembeli akan membludak.

Komering sendiri merupakan salah satu suku terbesar yang terdapat di Kota Martapura. Durian komering biasanya musimnya pada bulan Desember sampai Maret. Sedangkan duku komering bulan Maret sampai Mei. Untuk harga dijamin lebih murah dari yang ada di luar Kota Martapura dan tentunya lebih manis dan legit. Eh, selain durian dan duku kita juga ada cempedak, manggis, terus masih banyak lagi..

Selain buah, Martapura juga dari dulu-dulunya merupakan salah satu lumbung pangan nasional loh. Jadi jangan heran kalau disini masih banyak area sawah yang menghijau, cocok buat kalau mau foto prewedding, eh!.

Untuk menunjang areal persawahan yang luas maka pemerintah RI tahun 1991 membangun Irigasi Upper Komering Bendungan Perjaya. Bendungan Irigasi ini merupakan bangunan yang berfungsi untuk mengairi persawahan seluas 200 ha. Disamping itu, bendungan ini juga berfungsi sebagai tempat tujuan wisata alam guna meningkatkan pendapatan daerah dan sebagai sarana hiburan bagi warga OKU Timur.

Bendungan ini lokasinya sangat strategis, panorama pemandangannya indah dengan lokasi persawahan rakyat yang terbentang luas serta terlihat perkebunan karet rakyat, sehingga memberikan kesan udara yang masih sejuk dan alami. Apabila memasuki musim kemarau di lokasi bendungan banyak terlihat aktivitas penangkapan ikan, dan hal yang paling unik, di tempat ini juga terjadi tawar menawar hasil tangkapan ikan tersebut. Harganya lebih murah dibandingkan dengan harga ikan di pasar. Menurut info terdahulu, bendungan Perjaya ini sempat menjadi bendungan terbesar se-Asia Tenggara loh, tapi itu dulu.

Apa yang Asyik dan Enak di Kota Martapura?

Selain Bendungan Perjaya ciri khas yang ada di Martapura terdapat rumah Limas (rumah adat Palembang) yang telah berdiri dari Tahun 1937. Rumah ini merupakan kediaman dari pasirah Busnan Mansyur dan sampai sekarang tetap dirawat dengan baik oleh keluarga besar keturunan dari pasirah, atau lebih dikenal dengan sebutan keluarga Limas.

Sekitar 12 km dari tengah Kota Martapura, tepatnya di Kecamatan Jayapura terdapat sumber mata air Mencar. Sumber mata air mencar merupakan sumber mata air tanah. Sumber mata air ini dimanfaatkan masyarakat setempat sebagai sumber air untuk mandi, air minum, mencuci pakaian, dll.

Mata air Mencar juga dijadikan objek wisata dengan cara dibuatkan waduk akan tetapi pengembangannya belum maksimal. Bergeser sekitar 10 km lagi terdapat Objek wisata Villa Masin yang terletak di Desa Mendah, Didalam objek wisata ini terdapat guci besar yang sering disebut oleh masyarakat dengan sebutan Gurin. Guci ini terletak didekat aliran sungai. Guci ini berisi air yang tak pernah kering dan kadang kala terasa asin. Hal ini juga yang memunculkan kepercayaan masyarakat setempat bahwa airnya dapat dijadikan sarana pengobatan dan membuat orang akan tampak lebih muda.

Martapura kini berbenah, seiring penetapan menjadi ibukota Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Kondisinya sudah berbeda dengan 10 tahun silam. Prinsip pemerintah daerah Martapura yang menganut prinsip : ”Ketika orang lain masih berpikir kita sudah berbuat” menjadikan Kota Martapura menjadi lebih cepat berkembang. Akses jalan mulai diperbaiki, beberapa sudut kota mulai dihiasi dengan taman. Hotel dan taman sudah banyak, infrastruktur mulai dihiasi jadi lebih fresh. Misalnya seperti jembatan komering yang membelah Desa Kotabaru dan Desa Tanjung Kemala sekarang dihiasi lampu-lampu LED.

Tidak ketinggalan, kuliner khas Martapura pantas untuk dicoba, tentunya banyak sekali ragamnya. Ada pindang patin, pindang baung, pindang gabus, kemudian ada pindang tulang, brengkes tempoyak patin, dan banyak lagi. Dijamin akan membuat perut keroncongan menjadi perut gelondongan. Haha!

Selain itu, banyak juga event-event yang mempromosikan daerah Martapura seperti lomba perahu bidar, lalu festival music dan olahraga ekstrem seperti motor trail dan offroad yang pesertanya rata-rata dari luar Martapura

Itu tadi Sekelumit gambaran Kota Martapura, so tidak ada alasan lagi untuk tidak memasukkan Kota Martapura menjadi salah satu tujuan destinasi para traveler. Happy Travelling, Guys! [Ikbal Syukroni/End]

Sebarkan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    485
    Shares
Follow Ikbal Syukroni:

Tinggal di Martapura, Sumatera Selatan. Traveler yang menggemari kegiatan photography. Sedang menempuh studi S2 di Bogor.

Komentar Pembaca