Mengapa Sang Ultraman “Membelah” Pulau Sumatera?

Mengapa Sang Ultraman “Membelah” Pulau Sumatera?

posted in: Event Review, Media Partner | 0

Sebelumnya telah diberitakan bahwa Hendra Wijaya, sang Ultra Runner Indonesia membelah pulau Sumatera dengan kegiatan bertajuk Trans Sumatera Duathlon 2432 Km. Kegiatan ini merupakan kegiatan bersepeda sepanjang 1760 Km dan Lari sepanjang 670 Km dalam waktu 16 hari. Baca artikel sebelumnya : Trans Sumatera Duathlon Ultra 2432 KM.

Poster Trans Sumatera Duathlon Ultra 2432 Km. Design by TelusuRI

Kegiatan yang berlangsung 16 hari tersebut dimulai di Monumen 0 KM, Aceh pada tanggal 11 April hingga berakhir di Pelabuhan Bakauheni pada tanggal 16 April 2016. Secara umum, kegiatan terbagi 2, yaitu 220 km x 8 hari (1760 km) dan 84 km x 8 hari (672 km) dengan cot off time 12 jam/hari untuk bersepeda dan 15 jam/hari untuk lari.

Berikut ini adalah petikan wawancara yang menjelaskan mengapa Hendra Wijaya, sang Ultra Runner melakukan hal tersebut :

Pertama : Bagi saya ini kan adventure race. Kenapa saya sebutin pake race, karena perlu ada standar. Jadi bukan petualangan yang ga jelas hitungannya, mau sebulan, mau dua bulan ga jelas. Kita karena ini disebut race, pertama mungkin ini satu saat jadi cikal bakal race berikutnya. Kedua, anggap aja ini race buat diri saya sendiri. Banyak lomba-lomba terkenal di dunia dimulainya sendirian oleh si pembuat acara. Nanti tahun kedua, tahun ketiga atau 20 tahun kemudian itu jadi lomba terkenal. Banyak di Amerika, Australia dan Eropa lomba-lomba terkenal dimulai dengan cara seperti itu oleh si pembuat acara, lalu kemudian jadi terkenal.

Sebetulnya sih sekarang juga memang sudah race, kalau orang lain berminat ikut, tapi saya lihat sih yang ikut race lengkap ga ada ya. Tapi minimal per stage. Kalao misal dia bersepedanya aja 220 km, dia 2 stage, mungkin kalau saya ada sponsor, kan katanya Gulf mau bantu, saya akan bantu bikin finisher untuk dia, tapi minimal 3 stage, 220 km x 3 stage.

Karena lomba ini biarpun dadakan, persiapan kurang. Tapi seluruh dunia, karena banyak teman saya kalau saya posting ikut membaca. Di Asia, di Eropa maupun di Australia membaca, mereka menganggapnya ini suatu race, jadi kalau saya bilang adventure race, mereka percaya aja. Percaya aja walaupun pesertanya saya sendiri. Dia ga mau tau itu pesertanya ada berapa orang. Katanya : “ ini ada lomba di Indonesia”

Mereka liat kan sepeda 220 km dikasih cut off time, kalau orang cuma adventure itu ga ada memberikan cut otf time. Nah ini kan saya kasih cut off time, sepeda 220 km cut off time-nya 12 jam. Larinya 84 km cut off time-nya 15 jam. Itu adalah cut off time internasional, dalam artian lomba lari kan rata-rata kalo 100 km itu 18 jam, jadi kalo 84 km ya sekitar 15 jam. Baca Lanjutannya >>>

Sebarkan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Follow Nurul Amin:

Penulis indie. Mulai menulis sejak sekolah menengah lewat catatan harian. Kemudian belajar menulis lewat pelatihan kepenulisan, pelatihan jurnalistik serta belajar secara otodidak. Belajar menyunting naskah sejak pertengahan masa kuliah, lewat komunitas environment journalist dan aktif menyunting sejak di travelnatic.com. Selain dunia menulis, juga menyukai kegiatan kreatif, organisasi, enterpreneur, penelitian, kegiatan sosial kerelawanan dan kegiatan alam bebas (tentu saja). Bacaan yang disukai tentang sejarah, sastra, petualangan, kemiliteran, lingkungan dan sains. Sedang mencari ilmu di program studi Teknik Lingkungan, tertarik pada studi tentang material komposit alam dan pengelolaan air.

Komentar Pembaca