Mengapa Sang Ultraman “Membelah” Pulau Sumatera?

Mereka membaca itu, maka kalau saya posting itu ga sembarangan kasih cut off time, ini sudah mengikuti kaidah-kaidah internasional. Makanya kalo saya posting mereka memberikan respon, memberikan jempol, komentar, karena itu masuk akal. Dalam artian, masa lomba lari 84 km, tapi 24 jam nonstop? Maksudnya 84 kilometer mah kalo mau disebut lomba harusnya 15 jam atau 18 jam, udah ada aturan cut off time. Dari situ pantas saja jika mereka (teman-teman di luar negeri) memberikan jempol atau komentar karena memang sudah mengikuti kaidah-kaidah internasional. Saya juga ga mau membuat lomba yang tidak standar nasional.

Tim support Hendra Wijaya di Kapal penyeberangan Jawa-Sumatera. Photo by Griska R. Gunara

Kedua : Saya membuat ini memang mendadak, dalam artian saya pengen tau Sumatera itu seperti apa sih jalan rayanya, terus pemandangannya seperti apa.

Ketiga : Ini dalam rangka latihan, race dan latihan bagi saya, ini sama dan seimbang. Saya hanya memindahkan tempat latihan saya yang biasa di Sentul dan Kebun Raya, perbedaannya hanya tempat aja. Saya ga mau habis-habisan di Trans Sumatera ini. Dalam artian, orang kan kalo mau lomba biasanya habis-habisan, kalo orang latihan kan biasanya harus cukup gizi, istirahat, semua udah harus cukup. Nah Kalo untuk lomba kadang-kadang sampai mati pun dia pokoknya selesai. Urusan nanti saya hancur-hancuran kaki atau apa, nanti belakangan mudah-mudahan bisa disembuhkan, itu namanya lomba. Nah disini, saya berusaha dalam 16 hari ini tidak mempengaruhi apapun yang ada dalam tubuh saya atau mental saya, makanya saya membawa suplemen-suplemen, vitamin, protein, saripati ayam, telur, saya usahakan 5-10 butir setiap hari. Jadi setelah pulang dari Trans Sumatera saya seperti habis latihan di Sentul aja, ga habis-habisan seperti orang baru habis lomba. Itu perbedaannya.

Cuma memang, ada satu perbedaannya, situasi dan kondisinya berbeda. Kalau (latihan) dirumah kan bisa nyantai, bisa nonton TV, tidurnya juga teratur. Kalo di jalan kan kita belum tau tidurnya dimana, dapat penginapan apa engga, penginapannya bagaimana. Saya berusaha ini seperti kegiatan saya sehari-hari, itu aja.

Demikian kutipan wawancara dengan Hendra Wijaya disela-sela persiapan Trans Sumatera Duathlon Ultra 2432 Km. Wawancara ini direkam oleh kru dilapangan. Sebagai informasi, latihan yang dimaksudkan disini adalah untuk persiapan Hendra Wijaya mengikuti Deca Ultra Triathlon di Swiss pada tanggal 24 Agustus – 2 September 2016 mendatang.

Ayo dukung Kang Hendra!

Update real time perjalanan adventure Kang Hendra dapat ditelusuri di Instagram, Google+, Twitter dan Facebook dengan hashtag #TransSumateraDuathlon

[End]

Co-writer : Nurul Amin

Sumber Data : Griska R Gunara

Baca referensi lainnya tentang Hendra Wijaya :

 

Bagikan artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *