Menelusuri Kelamnya Malam Demi Menggapai Puncak Gunung Prau

Ketika semburat cahaya sang mentari mulai menampakkan jarum-jarum berkilaunya, kami segera bersiap untuk bangun. Siapkan kamera anda dan dokumentasikan semua yang anda liat ketika saat-saat penantian terbitnya mentari dari ufuk timur cakrawala. Dari sini kita bisa melihat Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Andong, Gunung Merapi, Gunung Merbabu dan Gunung Lawu dari kejauan. Sejelek apapun kamera anda, hasilnya pasti bagus ketika anda memotret disini.

Hamparan bunga Daisy yang cantik di Gunung Prau. Dok. Emanuel Ndelu Wele
Hamparan bunga Daisy yang cantik di Gunung Prau. Dok. Emanuel Ndelu Wele

Jika ingin berfoto ria, disekitar sini juga terdapat ladang Bunga Desi yang tumbuh menghiasi hampir semua sisi lembah dan bukitnya. Jika anda ingin ke puncak tertinggi, tinggal berjalan 15 menit melintasi jalur yang sedikit menanjak dibelakang Camp Area. Ditandai dengan adanya sebuah tulisan yang menempel di pohon pinus.

Dari sini kita bisa melihat Gunung Slamet dan Dataran Tinggi Dieng dengan Telaga Warnanya. Untuk perjalanan pulang, sebaiknya melewati jalur yang berbeda via jalur Dieng Kulon sambil melihat pemandangan yang lain maksudnya. Hehehehe.

Untuk informasi, dua jalur ini sepanjang perjalanannya tidak ada mata air. Siapkan air sesuai kebutuhan dan jumlah anggota pendakian. Jangan kurang, kalau lebih sangat dianjurkan.

Perjalanan pulang melewati jalur Dieng Kulon. Pada trek awal kita akan melintasi sabana yang sangat indah. Naik turun di bukit-bukit kecil yang berjejer. Dikejauhan nampak menara Repeater. Setelah kita melewati sebuah punggungan dengan jurang dalam di kiri-kanannya. Dari sini dibutuhkan waktu 30 menit lagi agar kita bisa sampai ke Pos Menara Repeater. Setelah melewati tempat ini kita akan melintasi sebuah jalan turunan yang sangat terjal. Hati-hati, karena kontur tanahnya miring dan tidak beraturan. Gunakan akar-akar pohon atau ranting yang menjuntai sebagai pegangan.

Waktu tempuh dari Pos Menara – Desa Dieng Kulon berkisar 1 – 2 jam dengan melewati rimbunan pohon pinus sepanjang jalan. Dijalur ini ada beberapa persimpangan jalan. Terus ikuti petunjuk arah yang menempel di batang-batang pohon. Akhir dari jalur ini ditandai dengan area perkebunan penduduk khas dataran tinggi. Dari sini waktu tempuh ke Desa Dieng Kulon 30 menit lagi dan ditandai dengan adanya jalan raya yang cukup lebar menuju ke Wonosobo. [Emannuel Ndelu Wele/End]

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *