Menguak Mitos di Balik Keindahan Curug Ciparay

Curug Ciparay merupakan salah satu air terjun yang sedang hits di kaki Gunung Galunggung. Dibalik keindahannya, terdapat mitos dan legenda yang menari untuk diketahui

 

Jika kita bertanya mengenai Air Terjun/ Curug yang indah dan spektakuler di Tasikmalaya, jawabannya adalah Curug Ciparay. Curug yang terletak di Desa Parentas, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya ini sangat eksotis, indah dan spektakuler. Curug Ciparay memiliki dua aliran jatuhan utama.

Ketinggian air terjun ini lebih dari 70 meter. Sumber kedua aliran jatuhan Curug Ciparay berasal dari dua sumber yang berbeda. Aliran pertama bersumber dari Pegunungan Karacak. Aliran kedua bersumber dari Kawah Saat daerah sekitar Talaga Bodas Garut.

Dengan dua aliran debit air yang deras, tak heran mengapa setiap orang yang berkunjung ke tempat ini akan terbius oleh suasana sejuk, bercampur takjub. Pemandangan luar biasa yang memanjakan mata akan membuat pengujung betah berlama-lama ketika bekunjung ke tempat ini.

Namun, dibalik keindahan dan pesonanya, Curug Ciparay menyimpan sebuah mitos. Asal muasal nama Ciparay ini berasal dari seorang tokoh yang bernama Eyang Sayyip (orang yang menjaga curug). Pada jaman dahulu konon Eyang Sayyip ini mempunyai keinginan untuk bisa memelihara ikan di aliran Curug Ciparay ini.

Setelah itu, Beliau mendapatkan wangsit/ petunjuk untuk melakukan suatu hal. Kemudian Eyang Sayyip pergi ke dekat aliran air terjun dan melakukan “ngeprak-ngeprak” (mengepak-ngepakan) daun Kiparay. Daun Kiparay yakni sejenis daun dari tumbuhan yang hanya tumbuh di area sekitar Air Terjun Ciparay.

Berdasarkan petunjuk yang di dapat oleh Eyang Sayyip ini, beliau langsung mengepak-ngepakan daun tersebut ke air. Setelah daun Kiparay tersebut di kepakan ternyata langsung muncul / keluar ikan yang bernama ikan Paray. Ikan tersebut langsung berenang mengelilingi bagian “leuwi” dari aliran Curug. Konon, ikan tersebut menjadi penghuni dari tempat ini. Dari sanalah asal mula nama Ciparay.

Selain asal usul nama Ciparay yang berasal dari jenis ikan misterius, tempat ini mempunyai mitos atau pantangan bila kita akan berkunjung ke tempat ini. Menurut penuturan beberapa warga, jika mengunjungi ke curug ini jangan memakai serba merah, dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Pak Dede, seorang penjaga area Curug ini mengatakan “Lamun nempo curug bakal anteng, mun di foto moal napak”. Artinya jika seorang yang memakai baju serba merah tersebut akan sangat betah dengan pandangan kosong sampai-sampai lupa waktu. Dan jika di foto maka hasil gambar nya tidak akan menapak ke tanah. Hal-hal tersebut yang biasanya terjadi kepada orang yang memakai pakaian serba merah.

Konon pernah ada kejadian suatu hari ada salah seorang pengunjung perempuan memakai pakaian serba merah. ketika pengunjung tersebut sampai di area curug, perempuan tersebut malah menjadi diam seperti melamun dengan tatapan kosong. Kemudian ketika dia hendak  diajak pulang oleh temannya, perempuan tersebut menjadi lemas dan tidak kuat untuk berjalan kaki sehingga dia harus di gotong oleh beberapa orang.

Terlepas dari adanya mitos atau kejadian aneh yang terjadi di Curug Ciparay ini seyogyanya kita bisa menghormati kearifan lokal ketika kita berkunjung ke tempat tersebut. Nikmati pemandangannya, dan jangan lupa untuk tidak melakukan hal-hal aneh serta selalu menjaga ketertiban dan kebersihan dan yang pasti tidak merusak alam tentunya.

Galeri Foto

(01) Curug Ciparay. Foto: Dokumentasi @levah_jujur
(02) Curug Ciparay. Foto: Dokumentasi Gunawan Mochammad
Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *