Menikmati Dieng dari Bukit Skoter

Menikmati Dieng dari Bukit Skoter

posted in: Destination | 0

“Tujuanku berwisata adalah untuk me-reboot kepalaku, menyegarkan pikiran dari penatnya tugas-tugas dan rutinitas yang rasanya membosankan.”

Suasana  Dataran Tinggi Dieng

Tower Bambu di Bukit Skoter, Dieng. Dok. Fadhil Ramadhan

Kami membayar sepuluh ribu rupiah perorangnya, kemudian dipersilakan memasuki kawasan wisata Dataran Tinggi Dieng. Hari Minggu, Dieng terasa amat sangat padat. Jalanan Dieng pagi itu diramaikan oleh para wisatawan berjaket dan ber-sweater tebal yang berhamburan di jalan. Mobil, motor, dan sepeda berdesak-desakan berebut jalan.

Semua tempat wisata Dataran Tinggi Dieng seperti Telaga Warna, Candi Arjuna, Gardu Pandang Tieng, Gunung Prau, juga Bukit Sikunir, Minggu ini pasti sangat ramai. Aku kurang suka tempat wisata yang ramai sehingga perlu berdesakkan untuk menikmati pemandangannya, seakan panoramanya akan habis kalau tidak keburu merebutnya. Jujur kulebih suka tempat wisata yang suasanya tenang, tidak berisik.
Lambatnya jalan mobil yang kunaiki karena macetnya Dataran Tinggi Dieng, membuat kedua mataku memperhatikan dengan seksama berbagai model ruko dan rupa para wisatawan. Terlihat serombongan yang berjumlah belasan di trotoar jalan dengan ransel besar berukuran 60 dan 80 liter, beserta kantong-kantong plastik di sampingnya sedang bersama-sama memasukan perlengkapan mendakinya ke dalam ransel, kelihatannya mereka akan mendaki Prau.
Terlihat lagi tiga orang pesepeda berkostum lengkap dengan sarung tangan, kacamata, dan helm sedang mengobrol, membicarakan Dieng yang macet ini. Terlihat juga toko perlengkapan outdoor di pinggir jalan terlihat sepi pengunjung. Ada anak kecil yang sedang buar air kecil di selokan pinggir jalan.

Tujuanku berwisata adalah untuk refreshing, menyegarkan pikiran dari penatnya tugas dan rutinitas yang membosankan. Aku tidak begitu suka berwisata ke tempat yang ramai karena kurasa kurang menenangkan.

Bukit Baru, Skoter Namanya

Banyak pemburu sunrise menjadikan Dataran Tinggi Dieng sebagai tujuannya. Alasannya apalagi kalau bukan karena indahnya paduan warna matahari dan langit pada saat matahari terbit. Gradasi antara warna oranye, kemudian biru muda, dan biru tua.

Sebagaimana kita ketahui bahwa lokasi bagus untuk menyaksikan sunrise di Dataran Tinggi Dieng adalah dari Gardu Pandang Tieng, Gunung Prau, dan Bukit Sikunir. Namun, ketiga tempat tersebut selalu ramai dan perlu mengantri untuk sampai ke puncaknya untuk kemudian menyaksikan sunrise dari atas sana.

Karena ketiga tempat itu ramai, aku memilih spot lain yang baru kukenal, Bukit Skoter namanya. Bukit ini terletak di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah.

Pos retribusi Bukit Skoter berada di utara komplek obyek wisata Candi Arjuna. Berjarak kurang lebih 1,7 km dari jalan utama Desa Dieng Kulon atau dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama 20 menitan dari jalan utama. Sambil berjalan melewati rumah-rumah aku mulai memasuki ladang-ladang warga, kulihat banyak warga Dataran Tinggi Dieng yang sedang beraktivitas di ladang. Kusapa mereka satu per satu kemudian kulewati, dan sampailah aku di pos retribusi Bukit Skoter.

Biaya retribusi Bukit Skoter yaitu Rp 5.000,- perorangnya. Dari pos retribusi, perlu berjalan 5 menitan melewati persawahan warga lagi untuk sampai di Bukit Skoter.

Di Bukit Skoter, terdapat tower dua tingkat dan gazebo kecil. Dari Bukit Skoter, kita dapat melihat dengan luas daerah Dieng sampai Wonosobo. Kalau kita datang pada subuh hari, kita dapat melihat proses matahari terbit mulai dari muncul hingga meninggi. Kita juga dapat melihat gumpalan awan tebal yang menyelimuti Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, dan Gunung Slamet.
Tidak hanya itu, kalau kita datang pada sore hari menjelang petang, kita dapat melihat proses matahari tenggelam mulai dari langit berwarna oranye hingga menjadi gelap. Dan apabila hari telah gelap, suhu di Dieng menjadi amat dingin, apa lagi di Bukit Skoter, dianjurkan sekali untuk menggunakan jaket tebal untuk menjaga kehangatan tubuh.

Belum selesai dengan indahnya panorama serta sunrise dan sunset-nya, Bukit Skoter juga merupakan tempat terbaik untuk memotret bintang-bintang, maka Bukit Skoter disebut juga Bukit Bintang. Menikmati malam dengan berkemah di Bukit Skoter pun tak jadi masalah kalau ingin mengincar potret milky way. Melihat ke atas, ke arah bintang-bintang yang berkumpul di langit Dataran Tinggi Dieng, juga melihat ke bawah, melihat kerlap-kerlip lampu Desa Dieng juga merupakan hal menyenangkan yang bisa kita lakukan di Bukit Skoter.

Sudah cukup dengan berjalan-jalan mencari camilan, semua jajanan itu kuputuskan untuk dibungkus saja dan kunikmati nanti di penginapan. Suasana malam hari di Dataran Tinggi Dieng sangat berbeda dengan pagi-siangnya. Malam itu terasa lebih sepi, tidak seramai pagi atau siang hari. Usai berjalan keliling dan menikmati udara dinginnya Dieng, aku kembali ke penginapan. Membuka camilan. Menyeduh kopi. Dan mengobrol sampai hampir pagi. Dan tidur saat langit sudah tidak gelap lagi. [ Fadhil Ramadhan/End]

Penyunting : Nurul Amin

Sebarkan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    887
    Shares
Follow Fadli Ramadhan:

Penggiat Alam dari DKI Jakarta I Domisili di Surakarta, Jawa Tengah.

Latest posts from

Komentar Pembaca