Menjadi Traveler Cerdas Ala Annisa Malati

Menjadi Traveler Cerdas Ala Annisa Malati

posted in: Travelers Profile | 0

Halo Sobat Travelnatic. Nama gue Annisa biasa dipanggil animal yang ga lain adalah singkatan dari nama panjang gue sendiri yaitu Annisa Malati. Gue lahir di Jakarta pada tanggal 17 Januari 1991. Lahir dari Ibu yang keturunan Banten campur Belanda dan Ayah yang keturunan Cirebon campur Tasikmalaya dan tadaaaaa akhirnya menghasilkan gue yang ga bisa ngomong huruf R dari lahir alias cadel (hahaha), gue sendiri tumbuh besar di Kota Bekasi. Terlahir sebagai anak perempuan satu-satunya dengan kakak dan adik laki-laki membuat gue sedikit kehilangan sisi kewanitaan gue alias tomboy. Dari kecil terbiasa rambut pendek dan baru-baru ini rambut mulai dibiarin panjang. Gue hobi olahraga mulai dari renang, lari, basket dan pencak silat dan udah sejak kecil gue membiasakan diri untuk hidup sehat. Gue pemakan segala alias doyan makan dan bersyukurnya gue punya badan yang susah gemuk tapi gampang kurus, hahahaha. Pecinta warna hitam jadi jangan aneh kalo sering ngeliat gue menggunakan kaos warna hitam.

Berikut ini adalah wawancara Travelnatic Magazine dengan Annisa Malati :

Sejak kapan kakak menyukai kegiatan traveling dan apa penyebabnya?

Berhubung gw lahir di keluarga yang emang doyan jalan-jalan, udah dari umur empat tahun gue diajak roadtrip by car sama keluarga, mulai dari rute Bekasi- Bali, Bekasi- Jogja- Semarang, Bekasi- Lampung. jadi udah sangat terbiasa dengan kegiatan traveling dan sampai akhirnya gue mulai menyalurkan kegiatan ini saat gue SMA dan bergabung dengan Kegiatan Pecinta Alam yang bernama Insawapala.Hal ini ngebuat gue semakin sering traveling khususnya yang berkaitan dengan kegiatan mencintai alam pada saat itu. Saat kuliah ga terlalu sering traveling karena kebetulan saat itu gue memutuskan untuk fokus kuliah dan mulai mengurangi kegiatan keliling-keliling gue yang bertujuan demi lulus kuliah tepat waktu (ciieeh gaya). Bersyukurnya gue, ternyata buah dari semua kesabaran gue terbayar saat bekerja yang tidak bukan adalah kerjaan gue mengharuskan gue untuk traveling. (hahahahaha *ketawa puas). Dimulai dengan kesempatan gue untuk bergabung dengan Tim Jejak Petualang (trans7) pada Mei 2014 dan dipercaya untuk membawakan acara tersebut merupakan suatu pengalaman yang sangat luar biasa buat gue dan sekarang di tahun 2015 ini gue dipercaya untuk bergabung dengan tim Explore Indonesia (Kompas TV) dan membuat gue semakin haus dengan dunia traveling.

Pelajaran apa yang kakak pahami dari berbagai kegiatan travel yang sudah dilakukan selama ini? 

Banyak hal yang gue dapetin dengan traveling disini, yang sangat pasti adalah gue banyak dapat ilmu dari kegiatan ini khususnya pelajaran mengenai kehidupan. Semakin lo sering traveling maka semakin banyak hal yang lo ketahui tentang apa yang ada diluar sana. Semakin banyak lo mengenal orang-orang baru, semakin banyak juga lo belajar tentang karakter seseorang, otomatis semakin banyak juga pengalaman yang bisa lo punya dan bisa dijadikan pelajaran dalam hidup lo. Jadi pesan gue, travelinglah kalian anak muda !

Annisa Malati di Gunung Gede-Pangrango. Dok. Annisa Malati

Menjadi presenter sebuah acara televisi yang berkaitan dengan kegiatan travel tentu sangat menyenangkan dan menjadi impian banyak orang? Menurut kakak apakah pernyataan semacam ini benar? Mengapa?

Benar donk, karena pekerjaan yang menyenangkan adalah pekerjaan yang sesuai dengan hobi atau passion lo, dan gue sangat bersyukur karena pekerjaan gue saat ini sesuai dengan hobi gue dan hal ini sangat menyenangkan. Tapi itu ga membuat bahwa pekerjaan seperti ini mudah dan selalu menyenangkan. Tetap ada lelah dan waktu bersama orang-orang tersayang (keluarga) yang harus dikorbankan, karena bagaimanapun juga konteks kita disini adalah bekerja bukan semata-mata liburan loh. Tapi sejauh ini gue sangat enjoy menjalaninya.

Apa saja tantangan yang kakak hadapi selama menjadi presenter acara bertema traveling?

Banyak banget, mulai dari kita harus siap dengan segala medan yang mau kita explore, baik dari kondisi lokasinya, karakter masyarakatnya dan makanan yang tersedia disana. Tapi justru itu malah yang menarik.

Ketika memasuki daerah baru yang belum pernah kakak kunjungi sebelumnya, apa yang kakak lakukan untuk mempersiapkan diri kakak?

Hal yang biasa gue lakuin saat mau mengunjungi daerah baru biasanya gue melakukan sebuah riset atau seenggaknya cari-cari info mengenai daerah itu, karena sepengalaman gue masih banyak daerah di Indonesia yang masih memegang teguh adat istiadat daerah mereka. Dengan adanya riset itu setidaknya gue punya pedoman untuk bertingkah laku apa aja yang boleh dan ga boleh gue lakuin selama di daerah tersebut. Riset juga membantu gue untuk mengetahui keadaan daerah yang mau gue kunjungi terkait mengenai persiapan apa  aja nantinya yang harus gue bawa  dan gue butuhin selama disana.

Pernahkah kakak mendapati diri kakak dalam bahaya (menyangkut kesehatan atau keselamatan) selama melakukan kegiatan traveling? Bagaimana kakak mengatasi hal tersebut?

SERING (hahaha), buat orang yang udah lama kenal gue pasti udah hafal dengan karakter gue yang terbilang agak nekat atau mereka sering bilang kalo urat takut gue tipis katanya. Gue adalah orang yang sulit bilang “No” untuk tantangan, bahkan terkadang gue suka penasaran sama semua hal yang berkaitan tentang kegiatan yang memacu adrenalin. Mulai dari loncat ke sungai dari tebing yang tingginya sekitar ± 10m, surfing di pantai yang arus ombaknya terkenal cukup liar dengan ujung bibir pantainya karang tajam sedangkan itu adalah pengalaman pertama kalinya gue surfing, dan ini adalah salah satu kegemaran gue yaitu salto ditengah laut dari ujung perahu nelayan. Dan masih banyak lagi hal yang terkadang ngebuat gue dalam keadaan bahaya, tapi ini bukan semata-mata gue yang mencari-cari bahaya yah karena semua hal yang gue lakuin sudah dapat izin dan tetap diawasi serta dipastikan keamanannya. Hampir kebanyakan syarat menjadi pembawa acara traveling salah satunya adalah tidak memiliki fobia atau tidak memiliki rasa takut yang berlebihan karena memang beberapa kegiatan yang harus dilakukan kebanyakan memacu adrenalin kita. Sempet sekali waktu gue harus melewati sebuah jembatan bambu yang cuma di lilit dengan akar untuk menyambungnya dan terbilang cukup panjang jembatannya sampai ketika saat gue udah di tengah jembatan tiba-tiba salah satu bambu lepas ikatannya dan ngebuat jembatan hampir roboh yang pada kenyataannya dibawah jembatan itu adalah sungai yang kedalamnnya lumayan dan saat itu arus sungai lagi deras. Sedikit tips saat lo mengalami kondisi bahaya hal pertama yang harus lo lakuin adalah tenang dan tidak panik, memang susah pada kenyataannya tapi setidaknya biarkan otak lo berfikir sejenak untuk tindakan apa yang harus lo lakuin dan ga gegabah saat mengambil keputusan.

Bagaimana dukungan keluarga terkait kegiatan kakak di dunia traveling?

Rasa cemas dan khawatir pasti ada dari keluarga apalagi gue anak perempuan satu-satunya, tapi gue sangat bersyukur terlahir di keluarga yang selalu mensupport semua kegiatan anak-anaknya selama itu adalah kegiatan yang positif. Bersyukur juga punya suami yang memiliki hobi dan bergelut di bidang yang sama. Dukungan yang deras dari keluarga dan suamilah yang membuat gue selalu bersemangat untuk melakukan semua kegiatan ini.

Menurut kakak, bagaimana kondisi wisata dan perjalanan di negara kita sekarang ditinjau dari sudut pandang ekonomi

Sebenarnya Indonesia adalah negara yang memiliki potensi yang sangat besar dari sisi pariwisata. Hampir di setiap jengkal Indonesia selalu ada titik yang bisa dijadiin tempat wisata. Dan hal yang sangat disayangkan adalah jumlah nominal yang harus kita keluarkan untuk menikmati keindahan alam yang Indonesia miliki tidaklah sedikit. Bahkan ga sedikit traveler yang pernah berbagi pengalaman dengan gue mengungkapkan bahwa lebih murah kita ke luar negeri dibandingkan berkeliling di negeri sendiri. Tapi gue ga menyalahkan statement mereka karena memang benar adanya. Faktor utama yang menjadi pemicu kenapa keliling Indonesia tidaklah murah bisa disebabkan dari akses transportasi yang masih sangat minim menuju lokasi- lokasi wisata yang menjadi andalan di setiap daerah di Indonesia dan otomatis hal ini membuat biaya yang harus kita keluarkan menjadi lebih besar.

Pembukaan obyek wisata hendaknya turut menyejahterakan masyarakat lokal. Apakah kakak setuju dengan pandangan tersebut? Jelaskan pendapat kakak?

Setuju. Memang sebaiknya seperti itu, selama hal ini masih dalam batas kewajaran dalam artian bahwa masyarakat lokalpun tidak semena-mena menentukan tarif yang harus dikeluarkan oleh para pengunjung nantinya. Karena tidak sedikit beberapa obyek wisata di Indonesia saat ini yang mengharuskan para pengunjung untuk mengeluarkan biaya yang besar, sementara fasilitas dan kebersihan obyek wisata yang ada justru membuat pengunjung tidak nyaman. Berharap bahwa dengan adanya pembukaan obyek- obyek wisata yang baru di seluruh Indonesia tidak hanya memajukan masyarakatnya local dari sisi kesejahteraannya melainkan juga semakin mencerdaskan dan meningkatkan keperdulian mereka tidak hanya terhadap potensi obyek wisata yang mereka miliki tapi juga pentingnya menjaga lingkungan obyek wisata tersebut.

Apakah traveling menumbuhkan nilai-nilai nasionalisme dalam diri kakak sebagai orang Indonesia? Bagaimana itu bisa terjadi?

Buat gue hal itu sudah pasti, karena seiring dengan seringnya gue melakukan kegiatan traveling semakin menyadarkan gue bahwa gue lahir di negeri yang begitu kaya dalam segala hal ga cuma harus dijaga tapi harus kita perkenalkan ke dunia luas, ga cuma menimbulkan kebanggaan gue terhadap negeri sendiri hal ini juga membuat gue semakin mencintai Indonesia. Kalo ga percaya, travelinglah anak muda. *tetep…

Apakah traveling memberi perubahan cara pandang kakak atas sesuatu yang sebelumnya kakak yakini? Contohnya? Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Iyessss, sebelumnya gue punya impian untuk bisa keliling dunia karena yang gue tau di luar sana banyak hal menarik dan indah yang rasanya worth it untuk dikunjungi, bahkan gue sempet bilang ke orang tua gue untuk ga mau kerja di Indonesia. Malah sempet berpikir untuk mencoba hidup di negara orang karena kondisi yang ga kondusif yang selama ini sering gue denger khususnya tentang ibu kota seperti macet, polusi, kebijakan politik, dll yang rasa-rasanya gue ga mau terjebak dan menghabiskan masa muda gue dengan hal seperti itu. Tapi setelah gue mulai kegiatan traveling membuat gue sadar bahwa masih banyak tempat di Indonesia yang bisa ngebuat kita lupa dengan hal itu bahkan apa yang Indonesia miliki khususnya kekayaan alam dan keanekaragamannya ga pantes rasanya kalo gue bandingkan dengan negara-negara di luar sana.

Bagaimana  pengaruh sampah pada umumnya terhadap pariwisata?

Kenyamanan sebuah wilayah atau lokasi wisata bisa terwujud ga cuma dari fasilitas apa aja yang tersedia disana tapi juga dari kebersihannya dan sampah selalu jadi topik yang ga pernah bisa jauh dari hal ini. Hampir di beberapa lokasi wisata mulai terkenal dengan timbunan sampahnya, kalau sudah begini menurut kalian siapa yang salah?  Bukan sebanyak apa kita memasang larangan untuk tidak membuang sampah sembarangan, seberapa sering kita mengadakan kegiatan buang sampah secara serentak, atau seberapa seringnya pemerintah memberikan edukasi mengenai bahaya sampah tapi semua kembali ke diri kita masing-masing dengan seberapa pedulinya kita terhadap lingkungan sekitar kita dan kesehatan tubuh kita. Mulai dari diri kita dan kita akan terbiasa membawa kebaikan itu kemanapun kita pergi.

Masalah sampah sangat kompleks, sebaiknya seperti apa mengatasi hal tersebut?

Sebaiknya ga cuma jadi topik bahasan dan dipajang sebagai slogan-slogan aja sih, lebih respect dengan segelintir orang yang punya aksi nyata terhadap sampah. Ga perlu mengingatkan orang lain rasanya soal sampah karena kalo kita adalah orang yang perduli terhadap lingkungan ya otomatis tau apa yang harus kita lakukan dengan sampah. Sesederhana itu ko.

Adakah cara sederhana yang kakak terapkan sehari-hari untuk menangani masalah sampah?

Peduli terhadap lingkungan kita sendiri, peduli terhadap kebersihan lingkungan dan tubuh kita dan otomatis hal ini ngebuat gue tau sampah itu harus diapakan.

Selain sampah, apa lagi yang urgent harus diselesaikan untuk memajukan pariwisata Indonesia saat ini?

Akses transportasi dan perluasan informasi mengenai obyek wisata yang ada di masing-masing daerah di Indonesia.

Ada pesan untuk pembaca ataupun traveler Indonesia?

Be a smart traveler

Travel is the best education. The more that you read, the more things you will know. The more that you learn, the more places you’ll go. [Nurul Amin/End]

Penyunting : Annas Chairunnisa Latifah

Sebarkan :
  •  
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares
Follow Nurul Amin:

Penulis indie. Mulai menulis sejak sekolah menengah lewat catatan harian. Kemudian belajar menulis lewat pelatihan kepenulisan, pelatihan jurnalistik serta belajar secara otodidak. Belajar menyunting naskah sejak pertengahan masa kuliah, lewat komunitas environment journalist dan aktif menyunting sejak di travelnatic.com. Selain dunia menulis, juga menyukai kegiatan kreatif, organisasi, enterpreneur, penelitian, kegiatan sosial kerelawanan dan kegiatan alam bebas (tentu saja). Bacaan yang disukai tentang sejarah, sastra, petualangan, kemiliteran, lingkungan dan sains. Sedang mencari ilmu di program studi Teknik Lingkungan, tertarik pada studi tentang material komposit alam dan pengelolaan air.

Komentar anda?