Museum Angkut : Tujuan Wisata Favorit di Kota Batu

Museum Angkut : Tujuan Wisata Favorit di Kota Batu

posted in: Destination | 0

Di berbagai wilayah di Indonesia ada banyak museum dengan berbagai ciri khas dan cara penampilannya, tergantung pada tujuan dan asal muasal didirikannya museum tersebut. Di Yogyakarta ada Museum Vredeburg yang dibuat di dalam benteng dan Museum  Kereta yang berlokasi tepat di sebelah barat Kraton Yogyakarta, di kota Kupang juga terdapat Museum Budaya, dan masih banyak lagi museum yang terdapat di seluruh nusantara yang memamerkan barang-barang peninggalan dari penjajahan ataupun barang-barang mengenai kebudayaan masa kini. Namun ada satu museum yang memamerkan hampir seluruh alat angkut di seluruh dunia. Museum ini dinamakan Museum Angkut yang berlokasi di kota Batu, Jawa Timur.

Museum Angkut – Salah satu koleksi berupa miniatur Perahu Majapahit yang diadopsi dari relief Candi peninggalan kerajaan Hindu-Budha Nusantara. Dok. Nurul Amin

Akses menuju museum angkut sangatlah mudah karena posisinya yang berada tepat di kaki bukit Fanderman dan menara pantau yang sangat tinggi, dapat dilihat dari segala penjuru kota Batu. Biaya masuk ke dalam museum angkut di hari senin-jumat Rp.50.000 dan hari sabtu-minggu Rp75.000. Teman-teman tidak akan kecewa karena telah membayar tiket masuk yang mahal itu, karena saat masuk ke dalam museum angkut, teman-teman hanya bisa keluar dari museum angkut setelah berjalan selama 1,5 jam non stop. Perjalanan yang panjang dan melelahkan namun banyak hal menarik dan pelajaran berharga yang bisa teman-teman dapatkan. Dijamin teman-teman tidak akan menyesal masuk ke Museum Angkut.

Dari luar, museum angkut kelihatan kecil dan kurang menarik, namun teman-teman jangan sampai tertipu dengan pendangan pertama. Biasanya pandangan dan penilaian pertama tidak menggambarkan secara menyeluruh.Terdapat ratusan bahkan ribuan alat angkut di Museum Angkut ini mulai dari alat angkut yang tidak bernafas sampai alat angkut yang bernafas. Mulai alat angkut di darat, laut, sampai ke udara. Mulai alat angkut yang masih ada, sampai alat angkut yang sudah tidak digunakan lagi.

Mungkin kita lupa, bahwa alat angkut itu bukan hanya sebuah benda mati yang digunakan untuk mengangkut benda-benda berat dan keras. Namun alat angkut itu juga bisa berasal dari makhluk hidup yang digunakan untuk mengangkut sebuah barang dari suatu tempat ke tempat lainnya. Barang yang diangkut pun tidak mesti barang yang berat, besar dan keras.

Parkiran Museum Angkut – Tampak dari koridor atap. Dibelakangnya tampak Museum Apung Nusantara dengan latar belakang perbukitan yang mengelilingi Kota Batu. Dok. Nurul Amin

Siapa yang pernah menyadari bahwa burung merpati, kuda, dan sapi juga merupakan alat angkut yang sangat sering digunakan pada jaman dahulu (mungkin sekarang pun masih ada). Ya! burung merpati juga merupakan alat pengangkut karena burung merpati pada masanya sering digunakan untuk mengirim pesan tertulis kepada orang lain, sedangkan kuda dan  sapi sering digunakan untuk mengankut hasil kebun dari kebun ke rumah para petani. Masih banyak lagi makhluk hidup yang juga merupakan alat angkut.

Bukan hanya pelajaran tentang alat angkut yang berupa makhluk hidup, Museum Angkut juga memberikan banyak pelajaran mengenai alat angkut yang lainnya, bahkan yang tidak terpikirkan oleh kita. Benda yang dapat diangkut bukan hanya benda besar, berat, dan keras. Namun juga partikel-partikel halus dan bahkan tidak terlihat oleh mata pun dapat disebut benda yang diangkut. So, mesin-mesin seperti mesin listrik pada penggiling adonan kue pun juga merupakan alat angkut karena mesin tersebut menyalurkan listrik dari sumber listrik menjadi tenaga untuk menggiling adonan kue.

Di Museum angkut teman-teman akan melihat berbagai jenis motor dan mobil yang pernah tenar pada jamannya. Tidak perlu bingung menerka apa merk mobil tersebut dan kapan dibuatnya, karena pada setiap propotype yang ditampilkan terdapat keterangan dan sejarahnya yang disediakan oleh Museum Angkut. Bagi kita bangsa Indonesia, Museum Angkut membesarkan imajinasi dan motivasi kita sebagai anak bangsa, mengapa? Di Museum Angkut juga terdapat propotype dari kapal megah yang digunakan oleh pelaut Kerajaan Sriwijaya, kapal megah dari Kerajaan Majapahit, kapal legendaris phinisi, dan banyak lagi yang membuktikan kebesaran nenek moyang bangsa Indonesia pada masanya.

Menariknya, Museum Angkut juga menyediakan berbagai  tampilan untuk menyuguhkan berbagai macam alat pengangkut. Contohnya menggunakan tampilan berbagai negara populer di 5 Benua di dunia. Bukan hanya tampilan indah, namun juga tempat yang terlihat suram dan menakutkan seperti penjara, bar, dan lainnya. Setiap ruangan ditata sebegitu rapa sehingga sanggup membuat kita seakan-akan berada di negara tersebut. Patung, cat ruangan dan masih banyak furnitur yang membuat suasana dari suatu negara semakin kental terlihat dan terasa.

Museum angkut merupakan salah satu objek wisata yang sangat direkomendasikan  bagi teman-teman yang berkunjung ke kota Batu, Jawa Timur. [Melissa Siahaya/End]

Sebarkan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    705
    Shares
Follow Melissa Siahaya:

Tinggal di Manokwari, Papua Barat. Menyukai kegiatan traveling dan kuliner. Mulai suka mendaki gunung sejak tahun 2012. Fresh graduate.

Komentar Pembaca