Ngopi di Kebun Kopi Liberika ke-3 Kembali diselenggarakan di Sungai Haji

Kali ini, Ngopi di Kebun Kopi Liberika jatuh pada tanggal 25-26 Desember 2021, bertepatan dengan hari Sabtu dan Minggu. Panitia penyelenggara mengangkat tajuk PERSAMI + Kopi Liberika, atau perkemahan Sabtu Minggu plus Kopi Liberika pada perhelatan akhir tahun ini. Kegiatan ini di dukung oleh para pegiat kopi liberika hulu hilir di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur.

Poster Persami + Kopi Liberika. Dok. Travelnatic

Rencananya, pada tanggal 25 Desember 2021, pukul 10.00 WIB para peserta akan berkumpul di rumah pengolahan kopi liberika Kelompok Usaha Bersama (KUB) Haji Bangun, di desa Sungai Terap. Di KUB Haji Bangun peserra akan rehat sejenak sambil ngobrol dan ngopi, lalu akan mulai memobilisasi peralatan kemahnya ke Panting NoL, lokasi Lumbung Kopi Liberika yang pernah di resmikan oleh Mantan Bupati Safrial MS pada tahun 2019. Kegiatan utama Persami + Kopi Liberika ini akan dikonsentrasikan di lokasi tersebut diatas.

Dalam kegiatan ini, turut hadir perwakilan dari Ekowisata Sukorejo, Kopi Kuale sebagai wakil dari hilir, Betara Civet, komunitas bonsai Tambi Trubus, dan tentu saja tuan rumah KUB Haji Bangun dan Kopi Ajib. Sementara dari Tanjung Jabung Timur turut hadir brand Kamibikin, dan Peatland Coffee. Kegiatan ini juga terintegrasi dengan fungsi umum Dewan Kopi Indonesia perwakilan Provinsi Jambi untuk mensinergikan segala hal berkaitan perkopian di Jambi di hulu dan hilir.

Konten kegiatan dilaksanakan secara mengalir, tanpa ada rundown yang harus diikuti. Selama pelaksanaan perkemahan, konten acara dibingkai dalam beberapa rangkaian kegiatan seperti : Ngemah di Kebun Kopi, Ngopi di Kebun Kopi, Ngobrol di Kebun Kopi, Ngonsep di Kebun Kopi, nDongeng di Kebun Kopi, dan terakhir Moto-moto di Kebun Kopi. Rangkaian acara ini berlangsung secara acak dan kondisional, namun tetap memiliki benang merah sebagai fungsi kontrol.

Pokok-pokok pembahasan strategis yang perlu dan kemungkinan akan dibahas dalam perkemahan ini diantaranya ; pertama, evaluasi perkembangan kopi liberika di Tanjung Jabung Barat dan Timur, baik dari para pelaku yang hadir, maupun evaluasi secara umum di tingkatan kawasan. Kedua, membicarakan mengenai keberlangsungan kopi liberika di kedua kabupaten, terutama bagaimana menghadapi efek perubahan iklim khususnya banjir musiman yang sangat merusak kebun kopi dan mengganggu produktivitas kebun kopi. Ketiga, membahas topik yang sudah dicanangkan selama setahun terakhir mengenai sinergi pemasaran kopi komoditi dan pemasaran satu pintu. Keempat, membicarakan mengenai standardisasi kopi liberika yang hingga kini belum tercantum di SNI tentang Biji Kopi. Kelima, membicarakan mengenai diversifikasi produk turunan dan yang berkaitan dengan kopi, integrasi kopi dengan ekowisata, dan bagaimana menyiasati pengurangan jumlah bahan baku kopi melalui peningkatan value added.

Lima topik utama ini adalah inti diskusi di dalam Perkemahan Sabtu Minggu Plus Kopi Liberika yang diselenggarakan akhir tahun 2021 ini. Para pihak yang hadir merupakan praktisi dibidangnya masing-masing sehingga memiliki kapasitas untuk melakukan diskusi karena solusi-solusi yang ingin diperoleh, diharapkan merupakan solusi yang bisa dipraktekkan di tahun 2022.

Tentu saja masih ada obrolan sampingan yang juga tidak kalah menarik dan tidak kalah penting. Semuanya akan mengalir sederhana bersama guyuran kopi liberika di tenggorokan, dan petikan nada dawai gitar dan lagu-lagu lawas yang menyertai berlalunya malam. Lihat berita tentang Persami Plus Kopi Liberika di travelnatic.com dan di liputantanjab.com [End]

Bagikan artikel

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *