Noken Papua, Alternatif Pengganti Kantong Plastik

Noken Papua, Alternatif Pengganti Kantong Plastik

posted in: Otherside | 0

Tas noken merupakan kerajinan tangan yang dibuat oleh mama-mama di Papua. Tas noken ini menyimbolkan kehidupan yang baik, perdamaian, dan kesuburan bagi tanah dan masyarakat Papua di tanah Papua ataupun di tanah perantauan. Bukan hanya itu, tapi noken juga merupakan simbol kedewasaan bagi perempuan Papua.

Perempuan Papua yang berhasil membuat noken dengan rapi adalah perempuan yang sudah dewasa, makanya noken juga sebagai simbol kedewasaan bagi perempuan Papua. Bagi perempuan yang belum bisa menganyam noken, dia belum bisa menikah karena dianggap belum dewasa. Kalaupun dipaksakan untuk menikah, maka dipercaya rumah tangganya tidak akan langgeng.

Noken dari akar pohon dan tali nilon diantara berbagai kerajinan khas Papua lainnya banyak dijual di toko-toko Kota Manokwari. Dok. Melissa Siahaya.

Dahulu noken dibuat karena orang Papua membutuhkan suatu alat pengangkut yang bisa memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lainnya. Bahan dasar untuk membuat noken adalah kayu pohon manduam, pohon nawa, atau anggrek hutan. Bahan dasar pembuat noken berasal dari lingkungan dan sangat ramah lingkungan. Bukan hanya itu, umur noken bisa mencapai puluhan tahun jika dirawat dan terus digunakan. Harga noken yang paling besar (bisa digunakan untuk menggendong anak umur 7 tahun) Rp 500.000,- dan harga noken yang paling kecil Rp 125.000,-. Noken bisa dibeli pada pasar-pasar tradisional di daerah Papua. Ada juga beberapa toko di Pulau Jawa yang menjual Noken.

Dahulu noken hanya digunakan sebagai alat pengangkut (tas) hasil panen dan menggendong anak. Namun seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman, saat ini masyarakat Papua biasanya menggunakan noken untuk bermacam-macam kegiatan. Noken yang berukuran besar biasanya digunakan untuk membawa barang seperti kayu bakar, hasil panen di kebun, barang-barang belanjaan, digunakan saat upacara adat, atau bahkan digunakan untuk menggendong anak. Sedangkan yang berukuran kecil digunakan untuk membawa barang-barang pribadi. Noken juga biasa diberikan kepada tamu sebagai hadiah kenang-kenangan.

Selain Noken, di Kota Manokwari, Papua Barat juga banyak toko yang menjual kerajinan ukir khas Papua. Dok. Melissa Siahaya

Sejak tanggal 21 Februari 2016 telah diberlakukan peraturan plastik berbayar yang bertujuan untuk menekan jumlah sampah plastik di Indonesia. Plastik adalah tas sekali pakai dan bahannya tidak dapat terurai di alam, hal ini sangat berbaya jika jumlah sampah plastik bertambah banyak. Sedangkan noken adalah tas yang bisa dipakai berkali-kali hingga bertahun. Bahan dasar noken juga sangat ramah lingkungan dan jika dibuang, bisa dengan mudah terurai dengan alam.

Dari segi ekonomis, menggunakan noken bisa membuat kita berhemat. Saat ini menggunakan kantong plastik, kita harus membayar Rp 200,-/kantong plastik. Sedangkan jika kita membeli noken seharga Rp 500.000,-/noken. Jika sehari kawan-kawan membeli 2 buah kantong plastik dikali 10 tahun, maka kawan-kawan telah mengeluarkan biaya sebesar Rp 1.464.000,- sedangkan sekali beli Noken bisa digunakan lebih dari 20 tahun. Sepintas harga noken terlihat sangat mahal, namun dalam jangka panjang Noken justru lebih hemat dan ramah lingkungan. [Melissa Siahaya/End]

Yang kuat dan setia itu biasanya mahal, sedangkan yang sekali pake biasanya murah

Penyunting : Selestin Nisfu

Sebarkan :
  • 221
  • 128
  • 156
  •  
  •  
  •  
    505
    Shares
Follow Melissa Siahaya:

Tinggal di Manokwari, Papua Barat. Menyukai kegiatan traveling dan kuliner. Mulai suka mendaki gunung sejak tahun 2012. Fresh graduate.

Komentar anda?