Penemuan Bom Sisa PD II di Manokwari

Penemuan Bom Sisa PD II di Manokwari

posted in: Otherside | 0

Penemuan bom yang diduga peninggalan Perang Dunia II di area Pelabuhan Manokwari ini merupakan yang ketiga kalinya.

Proses evakuasi bom sisa PD II oleh tim Gabungan Polres Manokwari, Polda Manokwari dan Brimob Polda Manokwari. Dok. Melissa Siahaya
Proses evakuasi bom sisa PD II oleh Tim Penjinak Bom Gabungan Polres Manokwari, Polda Papua Barrat dan Brimob Manokwari. Dok. Melissa Siahaya

Travelnatic Magazine – Penemuan bom jenis mortir di Jalan Yogyakarta, Manokwari, Papua Barat pada hari Jumat (03/06) bukan kali pertama. Penemuan bom kali ini adalah penemuan yang ketiga di Kota Manokwari. Bom mortir ini diduga kuat merupakan peninggalan perang dunia ke-2. Bom mortir tersebut berbentuk seperti peluru dengan ukuran yang sangat besar. Bom tersebut memiliki panjang 140 sentimeter, diameter 50 sentimeter, dan berat kurang lebih 200 kilogram. Radius ledakan diperkirakan mencapai 500 meter, sehingga polisi memasang garis polisi di sekitar tempat penemuan bom untuk berjaga-jaga bila sewaktu-waktu bom tersebut meledak.

Bom yang diduga masih aktif tersebut pertama kali ditemukan oleh Rakim (37 tahun), pekerja yang membuat aliran drainase di pinggiran jalan. Bom tersebut hanya ditanam sedalam 20 sentimeter dari permukaan tanah. Rakim yang menemukan keberadaan bom tersebut langsung melaporkan penemuan tersebut kepada pihak Polres Manokwari yang berada tak jauh dari lokasi penemuan bom tersebut. Tim penjinak bom gabungan Polres Manokwari, Polda Papua Barat dan Brimob Manokwari  yang dipimpin Kasat Intelkam Polres Manolwari, AKP Ferdinand Mardi, segera menuju ke lokasi penemuan bom dan berusaha menjinakkan bom. Proses penjinakan bom tersebut memakan waktu 5 jam, sampai bom tersebut dievakuasi ke tempat yang jauh dari permukiman.

Saluran drainase tempat penemuan bom sisa Perang Dunia II di area pelabuhan Manokwari. Dok. Melissa Siahaya
Saluran drainase tempat penemuan bom sisa Perang Dunia II di area pelabuhan Manokwari. Dok. Melissa Siahaya

Menurut Kanit Penjinak Bom Polda Papua Barat Ipda Yos Mongadi, untuk lokasi di Jalan Yogyakarta ini merupakan penemuan bom yang ketiga kalinya, dengan diameter yang lebih kecil. “Tapi kali ini, bomnya memiliki panjang lebih dari 1 meter. Bom ini merupakan bom terbesar bila dibandingkan dengan 2 bom yang ditemukan sebelumnya.” kata IPBA Yos. Jumat (03/06)

Yos juga mengatakan, bom yang ditemukan kali ini adalah bom dari pesawat tempur milik militer pada saat perang dunia ke-2. “Berat sekitar 200 kilogram, bom masih dalam keadaan utuh ketika ditemukan, namun warna bom sudah kecoklatan dan berkarat. Jadi belum dapat diprediksi bom ini buatan dari mana,” katanya.

Kota Manokwari yang merupakan kota Injil, merupakan salah satu tempat untuk berwisata religi bagi orang-orang Papua dan tidak menutup kemungkinan wisatawan asing datang berkunjung di kota Injil Manokwari. Penemuan bom peninggalan perang ke-2 ini sangat meresahkan para pedagang dan juga masyarakat yang menggantungkan hidup dengan kunjungan para wisatawan dari luar kota baik dari kota-kota lain di Papua ataupun wisatawan dari luar Papua.

Sampai saat ini, pihak kepolisian masih mencari keberadaan bom lainnya di seluruh kota Manokwari. Diduga masih banyak terdapat bom di beberapa tempat di kota Manokwari. Banyak warga yang menuntut pemerintah daerah untuk memberikan perhatian pada tim pencari dan penjinak bom yang bekerja, sehingga bom yang lainnya segera ditemukan dan dapat dijinakkan. [Melissa Siahaya/End]

Penyunting : Nurul Amin

Sebarkan :
  • 142
  • 101
  • 89
  •  
  •  
  •  
    332
    Shares
Follow Melissa Siahaya:

Tinggal di Manokwari, Papua Barat. Menyukai kegiatan traveling dan kuliner. Mulai suka mendaki gunung sejak tahun 2012. Fresh graduate.

Komentar anda?