Peningkatan Kualitas SDM untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Kopi Liberika

posted in: Otherside | 0

Kopi Liberika (Coffea Liberica Var. Liberica) merupakan salah satu dari empat spesies kopi yang diperdagangkan secara komersial. Kopi Liberika menempati kedudukan dibawah kopi Robusta dan Kopi Arabika dalam hal jumlah produksi yang diperdagangkan.

Berbeda dari kopi Robusta dan Arabika, yang sudah lebih “senior” dalam hal paska panen dan pemasaran, Kopi Liberika justru malah seperti anak tiri yang tidak dianggap dalam percaturan kopi di Indonesia.

Kopi Liberika proses cuci (washed). Dok. Nurul Amin

Ada beberapa penyebab hal ini, misalnya : jumlah lahan perkebunan Kopi Liberika yang relatif lebih sedikit jika dibanding kopi Robusta dan Arabika. Lalu jumlah lahan ini berimbas pada jumlah produksinya juga. Penyebab lainnya yaitu kualitas kopi Liberika yang buruk dan tidak berkembang. Umumnya hal ini disebabkan oleh sumberdaya manusia yang tidak paham dengan berbagai proses paska panen, ketidaktersediaan peralatan yang memadai, kurangnya eksplorasi dalam proses paska panen. Hal lain yang membuat Kopi Liberika tidak populer yaitu corong pemasaran yang tidak efektif, ini juga berkaitan dan disebabkan oleh dua penyebab sebelumnya.

Apabila kita sudah cukup familiar membaca dan mendengar kabar tentang ekspor kopi Robusta dan Arabika, yang secara khusus sudah dapat dipisahkan, dan tidak dicampur atas nama umum “kopi”. Maka kita dapat melacak bahwa tidak pernah ada atau jarang sekali ada ekspor kopi Liberika. Bahkan di Standar Nasional Indonesia (SNI) pun belum dicantumkan standar untuk kopi Liberika. Ini sungguh ironi, terutama karena Indonesia punya lahan kopi Liberika yang cukup luas dengan produksi yang mumpuni untuk ekspor di Provinsi Jambi, khususnya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, serta di Provinsi Riau khususnya di Kabupaten Kepulauan Meranti. Itu menjadi lebih ironi lagi jika kita mengetahui bahwa dalam 5 tahun terakhir, ada ratusan ribu bibit kopi Liberika telah disebarkan dan ditanam di berbagai provinsi di Indonesia misalnya Bengkulu, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Penjemuran kopi yang belum mengikuti standar yang baik. Dok. Nurul Amin

Di Provinsi Jambi, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian melalui berbagai dinas di provinsi dan kabupaten telah berupaya untuk mengatasi hal tersebut. Upaya-upaya yang dilakukan diantaranya dengan pelatihan bagi petani kopi di bidang budidaya (ranah kementerian pertanian) dan pengadaan bibit kopi unggul, pelatihan paska panen dan pengadaan peralatan industri (ranah kementerian perindustrian), pelatihan pemasaran hingga ekspor kopi (ranah kementerian perdagangan).

Pengadaan bibit unggul dan pelatihan bagi petani di bidang perkebunan ditujukan untuk menghasilkan kebun yang memiliki produktivitas tinggi, kebun sehat dan berkelanjutan. Pelatihan di bidang paska panen bertujuan untuk menghasilkan biji kopi Liberika yang memiliki kualitas baik, serta biji kopi Liberika dengan proses paska panen yang dikehendaki konsumen. Pengadaan peralatan, baik di perkebunan, paska panen, maupun proses pengolahan lainnya bertujuan untuk mempermudah pekerjaan produksi, menghasilkan lebih banyak produk, serta meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan oleh pelaku usaha. Sedangkan pelatihan pemasaran bertujuan agar pelaku usaha mampu memasarkan hasil produksinya kepada konsumen yang potensial.

Di bidang pemasaran dan ekspor, Kementerian Perdagangan melibatkan para pihak seperti Kamar Dagang dan Industri (kadin) Indonesia atau disingkat Kadin Indonesia dan Bank Indonesia dalam melatih/membina pelaku usaha. Pada tahun 2019, Kemendag RI, Kadin, dan Bank Indonesia telah beberapa kali melakukan kegiatan untuk menggenjot ekspor dari Provinsi Jambi. Ini dilakukan secara sinergis maupun sendiri-sendiri dalam berbagai kegiatan kemitraan dan pembinaan. Selain untuk menggenjot ekspor, kegiatan-kegiatan pembinaan juga untuk menambah pelaku ekspor yang berdaya saing di tingkatan daerah.

Peningkatan kualitas Sumberdaya Manusia (SDM) yang unggul di semua rantai proses Kopi Liberika adalah kebutuhan multak yang diperlukan untuk membuat kopi Liberika tidak hanya dikenal oleh konsumen lokal tertentu, tapi mampu menembus pasar yang lebih luas. Peningkatan kualitas SDM dalam rantai proses kopi Liberika di perkebunan, paska panen, organisasi, pemasaran, dapat meningkatkan produktivitas kopi Liberika dan menjamin kontinuitas produksi dan pemasarannya. Inilah yang diperlukan pasar agar kopi Liberika dapat diterima oleh pasar, baik lokal, regional, maupun internasional. Pada akhirnya, kualitas SDM yang unggul di rantai produksi dan pemasaran kopi liberika akan membuat Indonesia menjadi negara produktif dan diperhitungkan dalam rantai perdagangan kopi Liberika khususnya, dan kopi pada umumnya. [Nurul Amin/End]

Sebarkan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Follow Travelnatic:

Travelnatic Magazine is magazine about tourism and traveling in Indonesia or by Indonesian. Every people can shared their travel story here. Send me by email at redaksi@travelnatic.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *