Perang Tiket Murah: Persaingan Maskapai hingga Para Pemburu Tiket

Perang Tiket Murah: Persaingan Maskapai hingga Para Pemburu Tiket

posted in: Otherside | 0

Bukan hanya pihak operator penyedia jasa layanan travel yang melakukan persaingan untuk menarik konsumen dengan tarif gila-gilaan. Kita – sebagai konsumen – pun juga saling bersaing untuk mendapatkan tiket murah. Mulai dari begadang semalaman hingga rajin memeriksa situs travel agent. Semua dilakukan demi menekan budget traveling.

Televisi, radio, koran, maupun situs web kini ramai dengan promosi tiket murah. Mulai dari kereta, pesawat, bahkan hingga tarif hotel saling bersaing. Semua itu tentu sangat memanjakan para traveler dan menambah minat masyarakat untuk menjadi traveler.

Dulu, naik pesawat menurut saya hanya dapat dilakukan oleh kalangan “berduit”. Sekarang, hampir semua orang dari berbagai kalangan bisa memilih pesawat sebagai moda transportasi. Faktor utamanya adalah akibat berlimpahnya tiket murah atau promo yang disediakan oleh maskapai.

Beberapa maskapai seperti Airasia, Citilink, Merpati, Tigerair, Jetstar, dan Garuda bersaing menarik penumpang dengan memberikan tiket promo. Tak hanya itu, travel agent turut punya peran dalam pesta promo ini. Destinasinya pun beragam, baik domestik maupun internasional. Destinasinya merupakan destinasi wisata popular seperti Bali, Singapura, Kuala Lumpur, Yogyakarta, dan masih banyak lagi.

Saya teringat ketika pertama kali mendapatkan tiket promo pada tahun 2012, ke Bali dengan hanya 300 ribuan rupiah untuk tiket pulang pergi. Setelah itu saya ketagihan untuk berburu tiket promo. Promo yang pernah saya dapatkan antara lain tiket pesawat Bandung – Bali dengan harga lima ribu, tiket Jakarta – Bengkulu dengan harga 100 ribu, Jakarta – Singapura dengan harga 500 ribu, Jakarta – Phuket dengan harga 500 ribu, Jakarta – Kuala Lumpur dengan harga 300 ribu, Jakarta – Medan dengan harga 500 ribu, Jakarta – Surabaya dengan harga 115 ribu, Maumere – Surabaya dengan harga 400 ribu, Jakarta – Lombok dengan harga 600 ribu, dan lain-lain.

Tidak mudah untuk mendapatkan tiket promo. Saya harus terjaga pada tengah malam untuk bersaing dengan ratusan bahkan ribuan peminat lainnya. Saya juga harus menghapalkan dan mengecek secara berkala jadwal perubahan promo setiap maskapai atau travel agent. Entah karena memang sudah rezeki atau keberuntungan, saya bisa mendapat tiket promo setiap saya berburu.
Yang menurut saya lebih sulit adalah berburu promo tiket kereta api. Mungkin karena hanya ada satu penyedia jasa layanan transportasi kereta api di Indonesia, menjadikan calon penumpang tak punya pilihan lain. Saya pernah mendapat tiket kereta eksekutif Bekasi – Bandung dengan harga 65 ribu, hasil dari standby lima menit sebelum pembukaan promo. Sialnya, ketika sudah mendapat tiket tersebut, saya tak bisa melanjutkannya ke pembayaran. Seandainya dapat pun hanya oneway alias tidak pergi – pulang.

Tiket promo biasanya berjangka waktu panjang, bahkan hingga dua tahun kemudian. Risikonya, menggunakan tiket promo atau voucher yang sudah dibeli membuat kita tak bisa mengubah tanggal, nama penumpang, tujuan, atau refund jika melakukan pembatalan. Jadi jika pada hari keberangkatan pemilik tiket berhalangan, maka tiket atau voucher tersebut hangus.

Yang paling gencar memberikan promo tiket pesawat murah menurut saya adalah Airasia. Hunter bisa dengan mudah mengakses situsnya dan mengantri dengan hunter lain. Harga yang diberikan pernah sampai nol rupiah, tapi hunter tetap harus membayar airport tax yang terbilang masih sangat murah. Perubahan promo selalu berganti setiap Senin. Maskapai berkelas seperti Garuda juga tak ketinggalan untuk menyelenggarakan promo tiket murah. Biasanya maskapai ini memberikan promosi tiket dalam acara pameran-pameran.

Di sisi lain, ada maskapai yang tak mampu mengikuti persaingan yang ketat, seperti Tigerair yang akhirnya harus menutup cabangnya di Indonesia. Padahal rute yang dimiliki cukup beragam, baik domestik maupun internasional. Kini Tigerair hanya membuka rute dari Singapura ke beberapa negara tertentu.

Peran online travel agent juga cukup memanjakan para traveler. Diskon besar-besaran tak jarang diberikan untuk pembelian tiket pesawat, voucher hotel, maupun paket tur. Untuk menghemat biaya perjalanan ke destinasi yang kita inginkan, biasanya travel agent menawarkan paket hemat dengan menggabungkan para pesertanya.

Bila ingin mencari promo tarif hotel atau villa bisa dicek di groupon atau lakupon. Paket hotel yang diberikan jauh lebih murah dari publish rate di situs lain. Selain itu biasanya kita akan mendapat fasilitas seperti transfer airport atau light dinner.

Berkembangnya operator penyedia jasa layanan travel menyebabkan meningkatnya promo tarif murah dan memicu semakin banyak masyarakat untuk bepergian atau menjadi traveler. Yang perlu diingat, promo tiket atau tarif murah hampir tidak pernah diberikan saat weekend apalagi long weekend. Mengikuti hukum ekonomi, permintaan atau pembelian tiket memuncak ketika weekend atau long weekend, menyebabkan harga justru meningkat. Promo tiket murah juga salah satu strategi penyedia jasa untuk menarik minat penumpang pada hari-hari biasa.

Di satu sisi, persaingan antar penyedia jasa layanan travel memang sangat menguntungkan konsumen. Namun kita sebagai konsumen juga jangan mudah tergiur promo tiket murah tanpa mempertimbangkan aspek keselamatan dan keamanan. Tak sedikit orang yang tertipu promo tiket atau paket tur murah yang berujung pada ketidakjelasan. Lebih baik kita memastikan apakah penyedia jasa layanan travel tersebut benar-benar bonafit dan dapat dipercaya atau tidak. [Elysa Rosita/End]

Penyunting : Bela Jannahti

Sebarkan :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    487
    Shares
Follow Elysa Rosita:

Muslimah. Bungsu. Trip Maker

Komentar Pembaca