Perayaan Ulang Tahun Marinir di bumi Marinir Cilandak KKO

 

Perayaan Ulang Tahun Marinir di bumi Marinir Cilandak KKO

Pembaca Travelnatic tahu ga kalau kira-kira hampir sebulan yang lalu, atau tepatnya tanggal 16 Nov s/d 18 November 2018, Korps Marinir menyelenggarakan Ulang Tahun Marinir yang ke-73. Ulang Tahun Korps Marinir ini jatuh pada tanggal 15 November. Acara perayaan Ulang Tahun Marinir ini dilakukan di bumi Marinir Cilandak KKO.

Pada kesempatan Ulang Tahun di bumi Marinir Cilandak KKO ini, pihak Travelnatic diberikan kesempatan untuk membuka booth. Dan Travelnatic membuka booth dengan tematik Ingat Travelling, Ingat Travelnatic.

Nah, dalam kesempatan kali ini, penulis mencoba mengajak pembaca melihat kemeriahan perayaan Ulang Tahun Marinir ke-73 yang dimeriahikan oleh komunitas dan juga atraksi-atraksi menarik. Dan sebagai tambahan penulis akan kenalkan pembaca dengan penulis-penulis senior dari Travelnatic

 

Sedikit sejarah singkat tentang Korps Marinir

(mengutip tirto.id) : dalam catatan sejarah, sejak zaman kolonial hingga pendudukan Jepang, Tegal dikenal sebagai kota maritim. Di kota itu terdapat sekolah pelayaran. Ada pemuda Soewadji dan Hartono yang menjadi instruktur di sana. Para guru ini berkawan pula dengan guru di sekolah pelayaran kota lain, seperti di Semarang dan Jakarta.

Pada 1945, setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, para guru dan murid sekolah pelayaran Tegal dan kawan-kawan dari kota lain seperti Ali Sadikin (sekolah pelayaran Jakarta) dan Soehadi (sekolah pelayaran Semarang) berkumpul di Tegal.

“Pada bulan September [murid-murid sekolah pelayaran] membentuk BKR Laut (Badan Keamanan Rakyat Laut) dan kemudian mendirikan Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) di Tegal yang kemudian dikenal sebagai Angkatan Laut Pangkalan IV,” tulis Letnan Dua Lauw Siong Nen dalam artikelnya di majalah Korps Komando nomor Istimewa Hari Ulang Tahun ke-13 (1963).

Pangkalan IV pernah dipimpin Darwis Djamin. Menurut “Arsip Kementerian Pertahanan RI nomor 389: Kementerian Pertahanan Bagian B daerah III: Daftar Riwayat hidup pemimpin ALRI”, pada September 1947 Darwis Djamin adalah mantan guru sekolah tukang dan bekas mata-mata di Nami Kikan, bagian dari Angkatan Laut Jepang.

Pangkalan IV berkait erat dengan sejarah marinir Indonesia. Corps Marinier, satuan marinir pertama Indonesia, berbasis di pangkalan tersebut. Menurut situs resmi Korps Marinir TNI AL, satuan itu dibentuk pada 15 November 1945. Para guru sekolah pelayaran tadi terlibat dalam pembentukannya. Tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai hari lahir Korps Marinir.

 

Pengisi acara Ulang Tahun Marinir

Acara Ulang Tahun Marinir ini dihadiri oleh: Indosat, Viar, JPX, Foodtruck, GIVI, Travelnatic, komunitas otomotif dan motor. Acara ini juga dimeriahkan oleh keberadaan panggung dan atraksi-atraksi kendaraan perang.

Atraksi-atraksi kendaraan perang ini sangat diminati pengunjung terutama anak-anak. Karena bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan untuk dapat menaiki kendaraan-kendaraan perang. Kendaraan-kendaraan seperti ini hanya dikeluarkan pada keadaan-keadaan tertentu saja: misalnya latihan perang, latihan strategi militer, perang, invasi, ataupun perlindungan wilayah. Kemungkinan kendaraan-kendaraan ini digunakan pada kondisi sehari-hari sangatlah kecil.

Atraksi hiburan lainnya yang tidak kalah menarik adalah ketika klub-klub otomotif memamerkan kendaraan-kendaraan mereka beserta unjuk skill dan kepiawaian dari pengemudi-pengemudinya

 

Booth Travelnatic

Pada kesempatan Ulang Tahun Marinir ini, kami dari Travelnatic membuka booth dengan tema ingat travelling, ingat Travelnatic. Tema ini adalah tema utama dari website Travelnatic. Dengan tema tersebut Travelnatic berusaha memperkenalkan khalayak yang datang di acara Ulang Tahun ini kepada Travelnatic sebagai blog dan juga portal travelling Indonesia.

 

Piknik Ngopi

Salah satu penulis senior di Travelnatic yaitu bapak Nurul Amin menjajakan kopi liberika berpayung brand Piknik Ngopi untuk pengunjung acara Ulang Tahun Marinir ini. Bapak Nurul Amin sebagai leader dari kelompok tani di salah satu perkebunan kopi liberika di Jambi (daerah sungai Mendahara) membawa kopi yang dihasilkan oleh kelompok tani yang diasuhnya ke acara Ulang Tahun Marinir ini.

Fokus utama dari booth penjualan kopi liberika ini adalah mengedukasi khalayak tentang kopi liberika. Di booth Piknik Ngopi ini, khalayak dapat melihat green bean processed (yang sudah dicuci tapi belum di roasting) dari kopi liberika, green bean yang sudah di roasting dan juga kopi siap minum.

Sedikit cerita tentang kopi liberika. Yang pada umumnya diketahui banyak orang adalah kopi arabika (arabica) dan robusta. Padahal ada kopi jenis lain selain kedua kopi tersebut. Kopi liberika adalah jenis kopi yang dihasilkan oleh tanaman Coffea liberica. Kopi ini disebut-sebut berasal dari tanaman kopi liar di daerah Liberia. Padahal sebenarnya ditemukan juga tumbuh secara liar di daerah Afrika lainnya.

Satu diantara daerah di Indonesia yang dikenal sebagai penghasil kopi liberika nomer satu ialah Jambi. Bahkan juga propinsi ini dapat membuahkan buah kopi sampai meraih 270 ton per tahun. Hebatnya Jambi bahkan juga sukses membuat varian baru dari kopi ini yang dinamakan kopi liberika tungkal komposit (libtukom).

Beberapa varian rasa dari kopi liberika (lihat galeri di akhir tulisan ini) digelar dan dijajakan ke pengunjung acara Ulang Tahun Marinir ini. Pengunjung dimanjakan dengan variasi-variasi rasa bean liberika seperti honey, luwak, peaberry, natural, dan wine. Dan juga bapak nurul amin sebagai penjaga booth dengan senang hati membagikan suka dukanya sebagai petani kopi liberika menemani pengunjung booth ini.

Selain menjual bean, booth kopi dengan brand Piknik Ngopi dan semboyan Asiknya Liburan dalam Secangkir Kopi juga menyajikan kopi yang sudah diseduh secara profesional dengan teknik-teknik penyeduhan standar: moka pot, drip atau pun tubruk.

 

Galeri foto

(01) Suasana di belakang salah satu cluster booth. Tampak di bagian kanan disebelah booth Indosat, berdiri booth Travelnatic

(02) Bagian belakang booth Travelnatic

(03) Jajaran kopi Liberika di dalam packaging kertas kedap udara

(04) Jajaran contoh-contoh bean Liberika dengan varian rasa

(05) Mba Andi dan Pak Nurul Amin meracik kopi

(06) Pak Nurul Amin meracik kopi

(07) Jajaran contoh-contoh bean Liberika dengan varian rasa

(08) Penulis diapit oleh penulis-penulis senior Travelnatic. Dari kiri ke kanan: pak Nurul Amin, Andy Laode Abdul Hasan, mbak Nadya Candra (Dya Iganov)

(09) Suasana Ultah Marinir

(10) Prajurit Marinir yang melepas lelah setelah atraksi otomotif. Tampak prajurit tersebut duduk disebelah meriam tempur

(11) Salah satu contoh kendaraan perang, MLRS (Multi-Launcher Rocket System) adalah jenis roket unggulan terbaru yang kini dimiliki oleh TNI AL sebagai senjata Bantuan Tembakan.

(12) Anak-anak memanfaatkan kesempatan menaiki panser

(13) Prajurit Marinir bersuka cita menyanyikan yel-yel Marinir “Jalesu Bhumyamca Jayamahe” yang artinya “Di Laut dan Darat Kita Jaya”

(14) Penampakan bagian barat dari Bumi Marinir Cilandak

(15) Logo Travelnatic di banner booth kami

 

Sebarkan :
  • 11
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    11
    Shares

Leave a Reply