Persami Plus Kopi Liberika Hasilkan Fokus Kerja Kopi Liberika Tahun 2022

PERSAMI Plus Kopi Liberika yang telah diselenggarakan tanggal 25-26 Desember 2021 menghasilkan beberapa fokus baru yang direkomendasikan untuk Program tahun 2022. Kegiatan yang dilaksanakan di Lumbung Kopi Liberika Haji Bangun, di sungai terap ini dihadiri beberapa pegiat kopi Liberika di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur.

Pada awalnya peserta yang telah mengonfirmasi kehadiran yaitu Pegiat Ekowisata Sukorejo, Peatland Coffee, Betara Civet, media online Liputan Tanjab, Kopi Kuale, Kaffeeid, Arsip Teater, beberapa pegiat kopi perorangan dan tuan rumah KUB Haji Bangun. Namun karena akses ke lokasi yang sulit ditambah cuaca yang tidak mendukung, peserta yang bisa hadir hanya dari Peatland Coffee, Ekowisata Sukorejo, Betara Civet, tuan rumah KUB Haji bangun dan kelompok pemuda setempat.

Mas Firdaus, Kopi Ajib sedang dalam PERSAMI Plus Kopi Liberika. Dok. Travelnatic

Meskipun jumlah peserta tidak sesuai ekspektasi di perencanaan kegiatan, peserta yang hadir tetap melakukan diskusi intensif soal perkembangan kopi liberika di Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur pada malam hari ditemani api unggun dan menu ayam dan ikan bakar yang menggugah selera.

Menyesuaikan dengan peserta yang hadir, maka diskusi pada PERSAMI Plus Kopi Liberika ini lebih diarahkan pada target jangka menengah para peserta yang hadir untuk merespons perkembangan yang kemungkinan akan segera terjadi. Misalnya untuk KUB Haji Bangun, beberapa bulan ke depan KUB Haji bangun akan disibukkan dengan pembangunan sanggar untuk dikelola oleh Arsip Teater. Pembangunan sanggar seni ini bertujuan untuk menghidupkan kesenian dan kebudayaan lokal di Sungai Terap dan Kecamatan Betara khususnya. Mas Firdaus menyampaikan ;

“Sanggar ini nantinya akan berfungsi sebagai wadah untuk berkreativitas bagi masyarakat sekitar. Sudah menjadi tanggung jawab saya untuk membantu dan berkontribusi untuk menjaga kebudayaan yang ada di kampung saya” Ujarnya dalam penyampaian kepada peserta diskusi.

Para peserta PERSAMI Plus Kopi Liberika. Dok. M. Firdaus.

Dalam hal ini, Mas Firdaus yang mendorong Arsip Teater untuk mengelola sanggar dan kegiatan kreatif masyarakat, berharap agar pemuda pemudi di Sungai Terap, khususnya di Sungai Haji, dapat terlibat dan berperan aktif untuk mengisi kegiatan-kegiatan positif disana.

“Kami juga menyediakan lokasi untuk belajar bagi siapapun, dalam hal proses paska panen kopi liberika, selain itu kami di tahun 2022 juga sudah akan membuka warung kopi di rumah produksi kopi liberika KUB Haji Bangun sehingga kegiatan kemasyarakatan disini dapat bergerak secara simultan dan sinergis, itu semua butuh partisipasi pemuda dan pemudi disini” tambahnya.

Dalam diskusi tersebut juga berhasil ditarik pokok masalah utama yang perlu dipikirkan dan ditanggulangi di tahun 2022. Pak Yurmansyah dari Betara Civet menyampaikan pendapatnya ;

“Masalah Kopi Liberika di Tanjung Jabung Barat tidak lagi hanya sekedar bagaimana memasarkan kopi liberika, namun bagaimana stabilitas dan keamanan sumber bahan baku kopi liberika tetap terjaga. Kita dapat merasakan bahwasanya bahan baku kopi liberika disini semakin lama semakin berkurang, sementara permintaan terus naik. Jika ini dibiarkan, apa lagi yang mau dijual nantinya?” Ujarnya.

Makan bersama dalam suasana PERSAMI Plus Kopi Liberika. Dok. Travelnatic

Senada dengan itu, Mas Hari Hadi dari Ekowisata Sukorejo juga menyampaikan hal yang nyaris sama.

“Masalah kita bersama sebenarnya yang utama bukan di pemasaran, saya kira masalah pemasaran masing-masing UMKM kopi disini juga sudah memikirkan dan memiliki strategi sendiri-sendiri. Masalahnya ada bahan baku yang sulit diperoleh. Itu kan bukan domainnya hilir. Disini banyak kebun kopi teman-teman yang sudah kurang produktif karena kebanjiran dan bahkan banyak yang dirubah jadi kebun pinang dan sawit” ujar Mas Harihadi.

“Nah, dengan sumberdaya bahan baku yang semakin berkurang itu, salah satunya menjadi dasar bagi kami untuk diversifikasi ke lini bisnis lain, seperti ekowisata dan merchandise. Seperti event ini, mungkin juga akan kami coba buat di tahun depan sebagai event di Ekowisata Sukorejo” tambahnya.

Di lain sisi, KUB Haji Bangun juga merumuskan fokus kerjanya pada tahun 2022. Fokus pertama yaitu pembangunan kebun contoh kopi liberika yang adaptif terhadap alam dan lingkungan di KUB Haji Bangun. Lumbung Kopi Liberika Haji Bangun yang telah diresmikan oleh Eks Bupati Safrial di tahun 2019 lalu akan diperbaiki lagi agar segera memperlihatkan hasil dan tampilan yang mencukuli untuk dikunjungi. Kedua, pembangunan sanggar dan melanjutkan pembangunan sentra produksi KUB Haji Bangun. Ketiga, penguatan pembangunan sumber daya manusia yang akan menopang KUB Haji Bangun. Mas Firdaus menilai hal ini perlu dipercepat mengingat ada informasi bahwa pembangunan infrastruktur jalan di sekitar Sungai Terap akan segera dibangun dalam tiga tahun ke depan.

“Ini (pembangunan akses jalan. red) perlu diantisipasi dengan menyiapkan SDM disini, karena akses jalan yang bagus akan menimbulkan efek domino yang besar bagi peningkatan ekonomi. SDM disini harus siap menyambut hal tersebut” ujarnya.

Merangkum semua pendapat yang mengemuka dalam diskusi di PERSAMI Plus Kopi Liberika, dapat ditarik beberapa pokok masalah yaitu :

Pertama, pengamanan bahan baku, dalam hal ini perbaikan dan pengamanan kebun kopi yang ada. Meminimalkan konversi lahan kebun kopi menjadi kebun pinang dan sawit. Para peserta berharap dan akan mendorong keterlibatan pemerintah secara lebih aktif untuk memperhaiki drainase dan pembuangan air. Seperti diketahui dalam berbagai literasi ilmiah, kebun di lahan gambut membutuhkan drainase yang sangat baik untuk menjamin daya dukung lahan bagi komoditi perkebunan, termasuk kopi liberika.

Kedua, penguatan sistem dan SDM di masing-masing internal pegiat kopi. Hal ini mutlak harus dilakukan untuk menjamin usaha-usaha tetap hidup. Usaha perkopian yang hidup dan bergerak maju dibutuhkan untuk menyerap kopi yang ada, termasuk untuk meningkatkan nilainya sehingga dapat menjamin stabilitas serapan dan stabilitas harga di tingkat lokal. Ini dapat mengurangi laju konversi kebun kopi menjadi kebun pinang dan sawit yang secara umum kita ketahui bersama sistem pasarnya lebih stabil dan kuat dibandingkan kopi liberika.

Ketiga, kolaborasi antar pegiat kopi. Seperti disampaikan oleh Pak Yurmansyah ;

“Pintu masuknya bisa dari siapa saja, yang penting kita dapat memenuhi permintaan tersebut, apakah itu secara pribadi maupun bersama tidak jadi soal, tergantung rejeki masing-masing” ujarnya.

Kemampuan memenuhi permintaan pasar ini sangat penting untuk menjaga kepercayaan konsumen terkait kesiapan pegiat kopi liberika di Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur dalam merespons permintaan pasar yang semakin berkembang.

Mas Harihadi – Ekowisata Sukorejo, Mas Amin – Peatland Coffee dan Mas Firdaus – Kopi Ajib, dalam suasana PERSAMI Plus Kopi Liberika. Dok. M. Firdaus.

Kolaborasi antar pegiat kopi juga harus digalakkan dalam berbagai event, tidak hanya dalam memenuhi permintaan pasar. Kampanye kopi liberika harus dilakukan secara terus-menerus, dan terencana. Hal ini untuk menjaga branding kopi liberika agar tidak terputus. Dan akan lebih mudah jika hal tersebut dapat dilakukan secara bersama-sama. Dalam hal ini, Travelnatic sebagai media partner kegiatan PERSAMI Plus Kopi Liberika siap mendukung kampanye kopi liberika dan ekowisata di kedua kabupaten, termasuk di Provinsi Jambi. Selain itu akan dilakukan kolaborasi branding juga dengan media lokal lain seperti Liputan Tanjab, Hits Tungkal, dan lain-lain. Kolaborasi antar komunitas ini akan berdampak besar jika dilakukan secara terarah dan fokus.

Tiga fokus utama tersebut akan diimplementasikan oleh masing-masing peserta dengan modifikasinya masing-masing. Pastinya seluruh peserta berkomitmen untuk meningkatkan partisipasi dalam kegiatan-kegiatan kolaboratif terkait dunia kopi liberika dan sekitarnya pada tahun 2022 mendatang. [End-Nurul Amin]

Bagikan artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *