Beginilah Pariwisata di Indonesia Kini

Beginilah Pariwisata di Indonesia Kini

posted in: Otherside | 2

Tiga hingga empat tahun belakangan ini tren dalam perjalanan dan pariwisata meningkat drastis dari sebelum tahun 2012. Menjajaki tahun 2014 segala tren seputar travel mulai banyak beredar. Sederet blog yang mengulas tentang perjalanan dan pariwisata banyak menghiasi linimasa kita. Hadirnya para travel blogger berimbas positif dan memberikan angin segar terhadap pariwisata di Indonesia. Mereka bisa dikatakan sebagai duta wisata Indonesia yang menyebarkan informasi tentang keindahan dan kekayaan nusantara.

Mengulas tren dalam perjalanan dan pariwisata di tahun 2015, menunjukkan bahwa mereka yang berani merogoh kocek lebih dalam akan mendominasi pertumbuhan industri wisata, meskipun jumlahnya lebih sedikit daripada pelancong berkocek terbatas. Banyak para pelaku wisata tidak lagi bermain aman dengan memilih lokasi wisata yang sudah banyak diketahui orang, tetapi mereka banyak mengunjungi tempat baru. Termasuk pengalaman berlibur ke tempat yang memiliki tradisi unik. Wisatawan domestik dan mancanegara sudah banyak yang mencoba mengeksplorasi sebuah tradisi dari warga sekitar yang mereka kunjungi. Tidak hanya di desa, kota besar juga diserbu orang-orang berusia antara 25-44 tahun untuk perjalanan yang berkaitan dengan pekerjaan. Dengan tren wisata yang seperti ini, membuat semakin banyak pesona wisata di Indonesia mulai dilirik dunia.

Berbicara soal tren dalam dunia perjalanan dan pariwisata yang akan meledak tahun ini, jadi sesuatu yang sangat menggelitik keingintahuan kita memprediksi apa yang diprediksi bakal disukai banyak orang. Apalagi jika kita sudah menyinggung soal kata “liburan”. Keinginan dan kebutuhan akan liburan tumbuh semakin tinggi. Banyak orang akan mencari perpaduan dari aktivitas yang diminati.

Dari survey yang dilakukan salah satu situs akomodasi dan wisata terbesar di dunia menyoroti di 2016 ini tidak akan jauh berbeda dengan tahun 2015. Masih akan banyak orang yang mencoba hal baru dan banyak wisatawan yang bersemangat untuk mengembangkan rencana perjalanan meraka. Banyak orang akan menghabiskan uang untuk mendapatkan liburan terbaik mereka. Maka dari itu orang-orang Indonesia sendiri, dihitung-hitung akan menyiapkan anggaran dana untuk wisata sebesar kira-kira 19 juta per-orangnya. Meski begitu mereka tidak akan lupa untuk berhemat. Berhemat ada diurutan teratas dalam pikiran wisatawan. Banyak cara yang akan mereka temukan untuk berhemat selama melakukan perjalanan wisata. Menghemat 20-40 % biaya perjalanan mereka lakukan dengan memanfaatkan perangkat seluler untuk mengecek beragam penawaran melalui akses internet.

Permintaan itu nyatanya juga diimbangi dengan banyaknya penawaran dari perusahaan agen perjalanan atau kita kenal dengan travel agent, mengenai berbagai paket perjalanan wisata. Tentunya dicocokkan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Menjelajah sungai, berjemur diatas kapal, menikmati vila-vila, mencoba aneka minat unik juga perlu jadi perhatian seperti: kegiatan wisata bersenang-senang dengan cara konvoi naik jeep, piknik di gunung, sampai paragliding. Perlu diketahui dan perlu dicatat bahwa Indonesialah yang akan jadi negara tujuan pasar wisatawan petualang populer tahun ini. Tidak percaya? Salah satu penyedia informasi perjalanan yang dipercaya menempatkan Flores di urutan ke-8 sebagai kawasan khusus yang harus dikunjungi. Sedangkan Bali menjadi urutan ke-5 dalam daftar Best Value Destination 2015. Inilah alasan mengapa Indonesia menjadi Negara yang menarik untuk masuk dalam daftar negara yang wajib dikunjungi.

Dela Alfian, seorang entrepreneur penyuka keindahan gunung yang juga merupakan teman perjalanan saya mengungkapkan bahwa meningkatnya tren wisata tak terlepas dari peran televisi. Hal ini yang juga menjadi faktor pertumbuhan ekonomi masyarakat. Namun berita baik tersebut tidak diimbangi dengan kesadaran akan kebersihan. Membuang sampah sembarangan masih menjadi kebiasaan sebagian besar wisatawan. Salah satu yang membuat kita miris adalah menumpuknya sampah di gunung. Tak hanya sampah, coretan-coretan di pohon maupun batu juga merusak pemandangan. Belum cukup sampai disitu. Tren foto selfie yang makin marak terkadang mengabaikan keamanan. Maka dari itu jadilah wisatawan yang bijak, memperhatikan dan menghormati norma yang tertulis maupun tidak tertulis pada lokasi wisata.

Sedangkan Ainul, seorang mahasiwa Desain Komunikasi Visual sekaligus penyuka alam pegunungan mengatakan bahwa memang saat ini mengunggah foto ke media sosial berlatar belakang pemandangan alam sedang menjadi tren. Hanya untuk mendapat foto bagus para wisatawan rela bepergian jauh, bahkan dengan medan yang cukup sulit. Tak jarang dari mereka tidak mengerti betul tentang kondisi lokasi yang dituju.

Memang tidak ada salahnya jika ingin melakukan liburan untuk mengusir kepenatan dari rutinitas sehari-hari. Akan tetapi ada baiknya bila kita benar-benar mempersiapkan segala sesuatunya ketika hendak bepergian, apalagi saat akan bepergian di alam bebas dengan cuaca tak menentu. Harus diperhatikan juga ketika kita ingin mengambil foto, apakah berbahaya atau tidak. Tanpa perlu peringatan seharusnya kita telah sadar bahwa keamanan dan keselamatan lebih penting daripada sebuah foto. [Lida Maya/End]

Penyunting : Bela Jannahti

Artikel ini telah dipublikasikan di Travelnatic Magazine volume 16

 

Sebarkan :
  • 167
  • 124
  • 143
  •  
  •  
  •  
    434
    Shares
Follow Lida Harryanto:

Tinggal di Semarang.

2 Responses

  1. Gatry Amalia Sari

    Terimaksih untuk infonya dan untuk referensi silahkan cek http://www.pariwisata.gunadarma.ac.id

  2. Wah informasi yang sangat bermanfaat, semoga kelak semakin banyak yah pembacanya. Sukses selalu !

Komentar anda?